PERSIAPAN KEBERANGKATAN (PK) ANGKATAN 51 BPI LPDP

Setelah lolos LPDP saya penasaran dan mencoba blogwalking tentang program Persiapan Keberangkatan (PK) yang wajib diikuti seluruh awardee sebelum berangkat. Dari beberapa blog yang saya baca, saya cukup heran karena kesannya PK itu seram sekali (karena banyak tugas dan jam tidur minim) tapi ternyata bagi saya sangat menyenangkan. Keterangan lebih detail mengenai PK bisa dilihat di website berikut.

Highlight Persiapan Keberangkatan Angkatan 51

PEMBAGIAN JADWAL PK
Tidak lama setelah pengumuman lolos seleksi substantif, saya mendapat email dari Pak Kamil (PIC PK) untuk mengisi borang pembagian jadwal PK. Kemudian tepat seminggu setelah pengumuman kelolosan saya mendapat angkatan PK, yaitu PK-51. Berhubung PK-51 adalah PK pertama untuk Batch IV 2015, Pra PK saya langsung dimulai saat itu juga dengan tugas pertama memilih ketua angkatan. Tips dari saya begitu lulus tidak usah terlalu panik untuk ikut grup macam-macam, karena info resmi tetap akan disampaikan melalui email.

PRA PK (18 Desember 2015 – 04 Januari 2016)
Pra PK adalah masa yang cukup menantang karena peserta harus mengerjakan 3 jenis tugas: tugas angkatan, tugas kelompok, dan tugas individu yang cukup banyak dalam keadaan saling berjauhan. Komunikasi efektif hanya didapat lewat chatting saja (kecuali yang berdomisili di Jakarta). Baru kali ini saya hampir selalu stand by di depan hp atau laptop karena kalau notifikasi dibiarkan menumpuk pasti ada ribuan.

Beruntungnya tim ketua angkatan saya (Erbi, Antra, dan Linda) sangat solid dan membantu. Sampai akhir PK kami sama sekali tidak mengalami pergantian tim ketua angkatan maupun ketua kelompok. Sistem kerja tim ketua ini pun menarik karena mereka harus siap dipanggil kapan pun oleh LPDP. Di PK-51 tim ketua sampai berkunjung ke rumah Pak Kamil di Pamekasan Madura, karena waktu pra PK kami bentrok dengan waktu long weekend natal dan tahun baru. Bahkan di angkatan lain ada tim ketua yang sampai kost bersama agar lebih mudah dalam berkoordinasi.

Saya merasa Pra PK dan PK adalah waktu yang tepat untuk berjejaring. Saya membayangkan nanti di 2045 teman-teman saya lah yang akan memegang peran penting di Indonesia, maka saya harus aktif dan memaksimalkan kesempatan ini. Akhirnya saya mengambil peran sebagai PIC Produksi yang membawahi beberapa tugas seperti logo, maskot, lagu angkatan, video angkatan, dan buku angkatan. Yang saya sukai dari PK-51 adalah proaktif. Ketika saya membutuhkan bantuan dengan tugas-tugas, tidak butuh waktu lama untuk mencari PIC dan tim yang ingin terlibat. Lalu misalnya di tugas mengenai konsep acara, saya tidak berpartisipasi sama sekali tapi tahu-tahu tugasnya sudah beres karena teman-teman yang kompeten di bidang tersebut sudah mengambil alih. Rasanya persis seperti kata-kata di Mars LPDP, “Beragam peran satu tujuan bersinergi membangun Indonesia.”

Beberapa tugas Pra PK berhubungan dengan identitas angkatan. Karena PK-51 mendapat tema besar lagu daerah, kami memilih nama angkatan Svara Bumiputera. Ada juga tugas kopi darat dengan teman-teman satu daerah untuk lebih saling mengenal. Tapi tugas yang paling menantang bagi saya adalah tugas kelompok By You For You (berbagai perfomance art yang akan ditampilkan pada hari H PK) karena saya orang yang tidak suka tampil di depan umum.

Kopi Darat Bandung
Tim Ketua mengunjungi Pak Kamil di Pamekasan untuk mendiskusikan tugas dan jadwal PK

PK (05 Januari 2016 – 10 Januari 2016)
PK dilaksanakan selama 6 hari di Wisma Hijau Depok. Tentu saja tim Bandung berangkat bersama-sama. Sepanjang perjalanan kami looping lagu Mars LPDP dan Lagu Angkatan sambil sesekali menghafalkan Ikrar Penerima Beasiswa LPDP. Hal unik PK-51 adalah hampir 80% dari peserta sudah berkumpul dan menginap di Wisma Hijau pada H-1. Menurut Pak Kamil ide ini sangat efektif karena kami sudah puas berkenalan sebelum PK dimulai sehingga begitu hari H bisa langsung beranjak ke hal-hal teknis. Bonusnya, tidak ada peserta yang telat karena kalau telat akan dicoret dari daftar peserta PK.

Ada beberapa peraturan yang membuat PK terasa ketat seperti harus mengikuti acara full dari jam 5 pagi (olahraga) sampai jam 11 malam (belum lagi dilanjut mengerjakan tugas-tugas atau latihan by you for you sampai dini hari), tidak boleh memegang hp, dan waktu tidur yang sangat minim. Tapi saya menyadari bahwa peraturan ini justru membuat kami benar-benar fokus dengan proses PK dan tentunya menempa kami untuk bekerja di luar batas wajar agar bisa survive saat sekolah di luar nanti.

Dari awal saya sudah tertarik dengan Beasiswa LPDP karena melihat line up pembicara di PK yang selalu menarik. PK-51 sendiri berhasil menghadirkan beberapa nama besar seperti Andrea Hirata, Marty Natalegawa, dan Mustafa Abubakar. Ada juga pembicara yang selalu ditunggu-tunggu selama PK tapi selalu batal di detik-detik terakhir yaitu Ridwan Kamil. Belajar dari pengalaman sebelumnya kami menawarkan konsep institutional visit sehingga kami yang datang menemui Ridwan Kamil di Bandung. Sayangnya Anies Baswedan dan Ahmad Heryawan batal hadir saat PK.

Salah satu tantangan terberat dari PK-51 adalah acara terhitung dadakan dan diadakan di awal tahun sehingga cukup sulit mencari sponsor. Untungnya pada H-1 PK kami mendapat sponsor dari Pertamina dan bisa melaksanakan kegiatan closing dengan lancar. Sesuai dengan tema lagu daerah, PK-51 menyelenggarakan closing bertajuk Hoga Hoga Svamitra. Kami mengundang Saung Angklung Udjo, Calvin Jeremy, Life Cicla, dan Mocca. Akhirnya selesai juga acara PK, walaupun setelahnya saya sempat extend satu hari untuk quality control (qc) tugas-tugas angkatan. Kalau masih belum terbayang seperti apa kegiatan PK, bisa dilihat di video angkatan di bawah ini.

Foto bersama Panitia PK dan Direksi LPDP setelah Opening Ceremony
Kelompok Tanduk Majeng (sayangnya kurang Shofia)

Ada yang bilang, “PK itu menyenangkan tapi tidak untuk diulang” namun ternyata saat hari terakhir ada yang menanyakan apakah PK mau diperpanjang atau tidak, angkatan saya kompak menjawab mau hahaha.

Video Angkatan PK-51
PASCA PK (11 Januari 2016 – tanpa akhir kayanya)
Salah satu keuntungan PK di awal tahun adalah kami masih punya waktu lama sebelum berangkat kuliah. Rata-rata keberangkatan pada bulan Juli dan September. Akhirnya kami bisa memanfaatkan waktu untuk mengenal teman-teman seangkatan supaya lebih kompak lagi. Sampai selesai PK pun saya masih harus menyelesaikan beberapa tugas angkatan dan bolak-balik qc ke LPDP. Untungnya kami mengerjakan tugas sambil jalan-jalan lintas kota sehingga prosesnya jadi menyenangkan.
QC tugas Video dan Buku Angkatan, dapat makan gratis di VVIP
Nugas lintas kota: Jakarta – Depok – Bandung – Yogyakarta sambil jalan-jalan
Tugas lain di Pasca PK adalah melaksanakan program community development dari LPDP yaitu Menyapa Indonesia. Mirip seperti KKN, LPDP sudah melakukan survey dan menugaskan awardeeuntuk membina beberapa desa. Biasanya program yang dilaksanakan berkaitan dengan pendidikan, namun ada juga yang membangun infrastruktur seperti jembatan dan MCK. Launching program Menyapa Indonesia sendiri bisa 1 sampai 2 bulan setelah PK selesai. Program Menyapa Indonesia PK-51 bertajuk Rumah Inspiratif dan rencananya akan dilaunching pada April 2016 mendatang. Disini kami mendapat amanah untuk membina warga Pasar Minggu Jakarta.
PK-51 di Grand Opening Menyapa Indonesia PK-45
HIKMAH PK
- Telegram adalah aplikasi messenger paling real time, ringan, dan jarang error walaupun banyak message.
- Harus siap dengan ketidakpastian (hari dan peserta fix PK baru diterima kurang dari H – 1 minggu)
- Tidur itu harus walaupun hanya 1 atau 2 jam supaya bisa bangun pagi dan tetap segar. Kalau begadang tapi bangun siang atau sore itu sia-sia.
- Yang membedakan segala sesuatu itu niatnya.
- Semua bisa dikomunikasikan.
- Kuantitas waktu tidak selalu berbanding lurus dengan kualitas.
- Terbukti tempat yang kondusif untuk mencari jodoh karena selalu dipanas-panasin oleh Pak Kamil, panitia PK, dan Direksi LPDP.
- Pendidikan tidak menjamin kesuksesan, tapi pendidikan bisa membuka banyak jalan. (Kutipan dari Ridwan Kamil)
Semoga kamu yang membaca bisa menjadi bagian dari LPDP dan merasakan keseruan PK juga ya! :)
sumber : klik di sini