Testimoni dan harapan - M. Surya Anindita

University of Leeds, UK

Peserta PK 15

Dear rekans,

Kayaknya saya masih jetlag PK kok jam segini belum juga ngantuk, hahaha..

Sebetulnya ada yang mau saya sampaikan pas PK, tapi sepertinya saya belum menemukan moment yang pas hingga akhir, jadinya saya putuskan untuk share di milis supaya panitia dan pihak LPDP juga bisa ikut baca.

Relax, it is not a complain at all

Telah lebih dari 7 tahun saya mengabdi kepada negeri ini dengan bekerja pada salah satu BUMN terbesar yang menguasai hajat hidup nyaris 100% rakyat Indonesia. Masih teringat ketika hari pertama saya berangkat untuk mengikuti pendidikan, rasanya seperti mau maju perang demi negeri ini. Ya, setelah berpindah dari 3 perusahaan swasta sebelumnya, saya akhirnya bisa bekerja pada sebuah perusahaan yang hasilnya tidak sekedar untuk memperkaya pemilik perusahaan, tapi untuk negeri tercinta kita.

Itulah harapan saya waktu itu dan waktu pun berjalan… Makin lama saya makin sadar bahwa bekerja di perusahaan ini seperti melihat bagaimana miniatur Indonesia dijalankan. Berbagai intrik politik, perselisihan kekuasaan, sponsor titipan, mafia, intervensi luar negeri, dsb terlihat jelas terpampang di depan mata saya. Berbagai orang jujur dari level manajer hingga menteri sekalipun tak kunjung bisa membuat perubahan positif. Berbagai kebijakan ingin mereka buat untuk menanggulangi kebocoran uang negara, tapi tak kunjung berhasil. Justru sebaliknya, mereka yang menjadi korban dipindahtugaskan atau di mutasi. Tak jarang pula mereka dikondisikan supaya terpaksa mengundurkan diri.

Itulah Indonesia kita… Apabila di level BUMN saja seperti itu, bagaimana dengan level pemerintah yang sesungguhnya? Terlalu banyak saya menjadi saksi dan terkadang juga terpaksa terlibat atas perintah atasan.

Hal ini juga yang mendasari saya memutuskan  untuk sementara waktu menarik diri dengan cara melanjutkan studi saya keluar negeri, berharap dapat menemukan ilmu yang lebih baik dan jaringan yang lebih hebat untuk memberikan kontribusi pada negeri ini.

Namun, ternyata ekspektasi itu datang lebih cepat. Sejak hari pertama saya masuk Aula Wisma Hijau, saya tahu inilah jawabnya.. Kalian lah solusinya.. You are our hope.. Ternyata harapan itu masih ada.. Bukan karena secara individu kalian hebat, kalo seperti itu tentu orang-orang yang saya contohkan diatas sudah cukup. Namun yang membedakan kalian dengan mereka adalah… Kalian adalah sebuah tim! Kita adalah sebuah keluarga! Dengan visi yang sama!

Kalo hanya 1 orang, maka akan sangat mudah sistem menjatuhkan mereka, atau yang lebih mengerikan menghisap mereka masuk kedalam sistem yang kotor itu sendiri. Tapi kalo yang hadir adalah 1 tim yang memegang peranan kunci, sudah seharusnya sistemnya yang berubah.

Jadi rekan-rekan, ketika 5 atau 10 tahun lagi beberapa diantara kita mulai memegang jabatan dalam struktur pemerintahan atau di lembaga yang berpengaruh atau bahkan di intitusi pengawas negara,  berjanjilah selalu untuk saling menguatkan, mendukung dan terlebih mengingatkan. Karena disana tiupan angin begitu kuat untuk menggoyahkan pendirian kita. .

Ketika masa itu tiba, ingatlah kalo kalian masih punya banyak saudara yang bersedia tulus untuk bersandar, tempat untuk saling menguatkan dan mendukung demi janji yang sudah kita ikrarkan bersama di PK kita.

Jangan pernah menyerah untuk memperbaiki Indonesia karena kalian lah tumpuan harapan negeri ini, jangan biarkan harapan negeri ini sirna..

Good luck guys! Selamat mendalami passion masing-masing dan jangan lupa untuk berkontribusi kepada negeri ini demi terwujudnya Kilau Indonesia seperti yang kita citakan!

Terima kasih atas pengalaman yang luar biasa di PK, sampai jumpa di kilaunya Indonesia!

Special thanks kepada panitia yang sudah mewujudkan event yang sangat special ini. Ketulusan kalian insyaAllah akan menjadi amal jariyah yang akan terus berguling. Terbayangkah apabila ternyata salah satu alumni PK menjadi presiden Indonesia yang amanah atau Sekjen PBB yang adil 15-20 tahun mendatang?

Regards,
M. Surya Anindita

www.suryaanindita.wordpress.com