Gedung Danadyaksa Cikini, Jl. Cikini Raya No.91A-D, Menteng, Jakarta Pusat
Call Center 134, +62-21-23507011
Berita

Ada LPDP di Hajatan Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2023

Penulis
Tony Firman
Senin,
4 Desember 2023

Yogyakarta, 3 Desember 2023 - Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF), salah satu festival film tahunan paling bergengsi resmi ditutup pada Sabtu (2/12) malam kemarin. Film Indonesia berjudul Monisme terpilih sebagai film terbaik di JAFF18 dan berhak mendapat penghargaan Golden Hanoman. 

Film eksperimental yang disutradarai oleh Riar Rizaldi berkisah tentang beberapa aktor profesional dan non-aktor profesional yang menggambarkan dinamika hubungan manusia dan alam di salah satu gunung berapi paling aktif di dunia, Gunung Merapi. Monisme tayang perdana di Festival International de Cinéma de Marseille 2023 dan meraih Film Terbaik di Bucharest International Experimental Film Festival 2023. 

Sedangkan penghargaan Silver Hanoman kepada film Oasis of Now karya sutradara Chia Chee Sum dan dan Special Jury Mention dimenangkan Dreaming & Dying karya sutradara Nelson Yeo. Terdapat pula deretan penghargaan lainnya berdasarkan kategori program film seperti NETPAC Award, Blencong Award, Indonesian Screen Award, Geber Award, dan Student Award.

Geliat industri perfilman Asia terlihat dari antusiasme sepanjang delapan hari gelaran JAFF18. Dibuka pada 25 November lalu, hingga hari terakhir tercatat ada 20.444 orang yang mengunjungi JAFF18 yang dilangsungkan di Empire XXI, Yogyakarta.

Tahun ini adalah tahun ke-18 JAFF hadir dan diselenggarakan sebagai kegiatan festival film yang bertuan rumah di Yogyakarta. Minat publik juga terlihat saat lebih dari 3.000 peserta turut berpartisipasi dalam program-program non penayangan, baik itu public lecture, lokakarya, forum komunitas, maupun Film & Amp; Series Lab.

Terselenggaranya JAFF18 tidak lepas dari dukungan pendanaan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Manfaat kelolaan #UangKita melalui Dana Abadi Kebudayaan mengalir di setiap gelaran JAFF dalam beberapa tahun terakhir. 

Dana Abadi Kebudayaan dibentuk sejak Maret 2022 merupakan wujud keberpihakan pemerintah terhadap keberlangsungan ekosistem pelaku seni dan budaya termasuk perfilman agar terus produktif. Dana Abadi Kebudayaan yang saat ini berjumlah Rp5 triliun, telah dikelola melalui skema investasi dan hasil pengembangannya telah dapat dimanfaatkan untuk program-program seni dan kebudayaan. 

Kemendikbudristek didapuk sebagai penyelenggara dari pemanfaatan Dana Abadi Kebudayaan atau disebut juga Dana Indonesiana di banyak kegiatan terkait kebudayaan

Berita Terkait

LPDP Kumpulkan 814 Pewawancara untuk Coaching dan Perkuat Kualitas Seleksi

Berita | 20-04-2026

LPDP Kumpulkan 814 Pewawancara untuk Coaching dan Perkuat Kualitas Seleksi

200 Mahasiswa President University Antusias Ikuti Sosialisasi Beasiswa Akselerasi Magister LPDP

Berita | 15-04-2026

200 Mahasiswa President University Antusias Ikuti Sosialisasi Beasiswa Akselerasi Magister LPDP

Beasiswa Akselerasi Magister, Peluang Emas S1 Lanjut S2 dan Sejumlah Pertanyaan yang Muncul

Berita | 10-04-2026

Beasiswa Akselerasi Magister, Peluang Emas S1 Lanjut S2 dan Sejumlah Pertanyaan yang Muncul