HUT Ke-77 Republik Indonesia
Gedung Danadyaksa Cikini, Jl. Cikini Raya No.91A-D, Menteng, Jakarta Pusat
Call Center 1500-652
HUT Ke-77 Republik Indonesia
Gedung Danadyaksa Cikini, Jl. Cikini Raya No.91A-D, Menteng, Jakarta Pusat
Call Center 1500-652
BerandaBeritaBekal Lahir Batin untuk Titian Kesuksesan

Beasiswa | 13-06-2022

Bekal Lahir Batin untuk Titian Kesuksesan

Penulis
Dimas Wahyudi

Fotografer
Pribadi

Kisah Nisa Sri Wahyuni, Awardee LPDP yang telah berhasil menuntaskan studi S2 nya di Imperial College London Inggris bidang Epidemiologi sempat viral di Linkedin. Dalam postingannya @nisasriwahyunii berbagi kisah latar belakang keluarganya, ayah dan ibunya hanya lulusan SD dengan keadaan ekonomi yang serba terbatas namun tetap mengusahakan yang terbaik untuk pendidikan anaknya. Kelulusannya dari salah satu sekolah terbaik di Inggris tersebut adalah bayaran dari hasil kerja keras dan bekal lahir batin dari keluarganya.


Karena keterbatasan ekonomi, saat S1 Nisa harus merelakan cita-citanya bersekolah di Kedokteran UI, meski merupakan penerima manfaat beasiswa Bidikmisi, ia harus realistis. Khawatir akan banyak terhalang biaya dan tak bisa menyelesaikan pendidikannya akhirnya ia memutuskan untuk mengganti jurusan ke Kesehatan Masyarakat, UI.

Tak begitu sesuai dengan keinginan, Nisa tetap menjalani pendidikan dengan penuh tanggung jawab. Hasilnya tak pernah sepi dari prestasi, bahkan ia mampu menuntaskan pendidikan S1 nya hanya dalam waktu 3 tahun 6 bulan.

Untuk mengejar impiannya studi lanjut, di tahun 2017 ia mencoba melamar berbagai beasiswa namun hanya mendapat penolakan bahkan dari 7 program beasiswa yang berbeda. Tak berhenti menyerah, ia kembali mencoba di tahun 2018 dan berhasil menjadi Awardee LPDP.

Ia juga harus berjuang mencukupi skor IELTS, siang malam ia belajar, tak jarang ia juga menangis dalam ibadahnya, namun hasil tesnya masih kurang 0,5 poin dari yang disyaratkan kampus yaitu 7,0. Dengan semangat terus membara, Ia terus belajar untuk melengkapi skor IELTS. Sempat terancam tak bisa lanjut, pengalaman kontribusinya mendampingi program kanker pada pekerjaan sebelumnya membuat kampus memberikan Nisa keringanan.


Kini ia bekerja sebagai konsultan di WHO pada program vaksinasi COVID-19, imunisasi rutin, surveilans dan bertugas untuk Provinsi Banten. Ia dan keluarga juga tetap hidup dalam kesederhanaan, sang Ayah juga masih menikmati kegiatannya sebagai driver ojek online. Ia berpesan untuk selalu mengusahakan yang terbaik untuk mimpi dan cita-cita, percaya, dan menikmati proses, kesuksesan hanya untuk yang tidak menyerah.



#AwardeeStory #DiriuntukNegeri #Beasiswa #LPDP