Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap 2 Tahun 2026 Dibuka!
21 Hari
:
11 Jam
:
56 Menit
Gedung Danadyaksa Cikini, Jl. Cikini Raya No.91A-D, Menteng, Jakarta Pusat
Call Center 134, +62-21-23507011
Pembukaan FFP 2024
Berita

Festival Film Purbalingga (FFD), Menonton Layar Tanjleb Merayakan Sinema Masyarakat Banyumas Raya

Penulis
Tony Firman
Kamis,
18 Juli 2024

Jakarta, 18 Juni 2024 - Kemeriahan Festival Film Purbalingga (FFP) 2024 kembali mewarnai Banyumas Raya. Ini adalah kali ke-18 FFP hadir sebagai hajatan film tahunan sejak pertama kali bergulir pada tahun 2007 silam.

Geliat keberlanjutan FFD makin kokoh ketika sejak 2022 komunitas FFP ini mendapat hibah Dana Abadi Kebudayaan (DAKB) yang dikelola dan salurkan oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Yayasan Gairah Sinema Muda sebagai penerima manfaat yang menggulirkan program Pengembangan Organisasi Festival Film Purbalingga mendapat dana hibah DAKB sebesar Rp2.75 miliar untuk dua tahun masa pendanaan sejak 2023.

Balai Desa Kalikajar, Kecamatan Kaligondang, Purbalingga menjadi titik pembuka gelaran FFP 2024 pada Sabtu (29/06) lalu. Ditandai pemukulan alat musik tradisi Cengklung, diikuti semburan kembang api, dan sahutan tepuk tangan serta sorak ratusan warga.

FFD selalu menjadi hajatan masyarakat Banyumas Raya karena program Layar Tanjleb dilangsungkan lima kabupaten Banyumas Raya (Kabupaten Purbalingga, Banyumas, Cilacap, Banjarnegara, dan Kebumen).

Layar Tanjleb masing-masing digelar di 35 titik desa dan kelurahan, terdiri dari program Layar Tanjleb Mandiri dan Besar. Tak ayal desa-desa seketika menjadi ramai dan memunculkan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) bergerak.

Peserta Layar Tanjleb di FFD ini diikuti oleh desa-desa yang sudah menjadi langganan sebelumnya maupun desa baru yang memutuskan bergabung. Baru pada pekan terakhir pekan terakhir nanti, Layar Tanjleb dilangsungkan di hall Bioskop Misbar Purbalingga.

Tidak sehari dua hari, FFP dilangsungkan selama tiga pekan mulai dari tanggal 29 Juni hingga 27 Juli 2024. Berbagai program acara pemutaran film, pelatihan, diskusi, dan kompetisi berlangsung silih berganti.

Direktur FFP Nanki Nirmanto menyatakan, FFP sebagai terminal pembangunan ekosistem perfilman di Banyumas Raya berkomitmen menghadirkan film yang berkualitas bagi masyarakat.

”Harapannya, melalui film dapat mengedukasi masyarakat agar paham serta bangga dengan kebudayaan dan tradisi yang dimiliki,” ungkapnya dalam siaran pers yang diterima LPDP.

Gelaran FFP melibatkan komunitas Sangkanparan Cilacap, Art Film Pictures Banjarnegara, dan Hompimpaa Banyumas dan dukungan dari LPDP dan Ditjen Kebudayaan Kemdikbudristek.

Penyaluran dan pemanfaatan DAKB ini sekaligus wujud kehadiran pemerintah dalam penguatan ekosistem seni kebudayaan nasional. Setiap individu maupun komunitas pelaku budaya di seluruh penjuru nasional dapat memanfaatkan fasilitas hibah ini.

LPDP di bawah Kementerian Keuangan bertindak sebagai pengelola dan penyalur DAKB atau juga disebut Dana Indonesiana oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Ditjen Kebudayaan Kemdikbudristek). Ditjen Kebudayaan adalah selaku Program Management Office (PMO) yang melakukan sosialisasi, pendaftaran, seleksi hingga penetapan penerima manfaat Dana Indonesiana.

Berita Terkait

Ada Kelonggaran Syarat Bahasa, Penghapusan Personal Statement, hingga Penambahan Universitas Unggulan di Beasiswa LPDP Tahap 2 Tahun 2026

Berita | 03-07-2026

Ada Kelonggaran Syarat Bahasa, Penghapusan Personal Statement, hingga Penambahan Universitas Unggulan di Beasiswa LPDP Tahap 2 Tahun 2026

LPDP Perkuat Budaya Integritas dan Anti Penyuapan Bersama Mitra dan Pemangku Kepentingan

Berita | 01-07-2026

LPDP Perkuat Budaya Integritas dan Anti Penyuapan Bersama Mitra dan Pemangku Kepentingan

Wujudkan Layanan Inklusif, LPDP Hadirkan Fitur Ramah Disabilitas di Seluruh Laman Website

Berita | 30-06-2026

Wujudkan Layanan Inklusif, LPDP Hadirkan Fitur Ramah Disabilitas di Seluruh Laman Website