Komoditas pangan nasional selama ini banyak dicukupi dengan cara impor. Pada 2023 total impor pangan Indonesia tembus Rp 107 triliun. Tahun 2022 Foreign Agricultural Service mencatat impor pangan Indonesia sekitar US$ 28 miliar. Ini menunjukkan ketergantungan besar Indonesia pada impor pangan. Ditambah krisis iklim dan lahan serta panen yang rendah telah menjadi tantangan dalam mewujudkan kedaulatan kemandirian pangan. Fenomena tersebut cukup ironis mengingat Indonesia masih dikenal sebagai negara agraris meski sedang berusaha bergerak ke arah industrialisasi. Pemenuhan kedaulatan pangan tentunya juga mendongkrak sektor padat karya sebagai motor penting pertumbuhan ekonomi.
Untuk mengurai permasalahan tersebut, teknologi adalah senjata ampuh dalam mengakselerasi transformasi menuju kemandirian pangan secara penuh. Tema “Teknologi Pangan Berkelanjutan, Solusi Mewujudkan Kemandirian Pangan Nasional” dipilih untuk merangkum 12 penelitian terbaik yang tersaji dalam RISPRO Tech Brief volume 9. Mereka adalah:
- NZEO-SRPlus, Inovasi Pupuk Cerdas untuk Lahan Kritis Indonesia
- BioSilAc, Pupuk Silika Ramah Lingkungan untuk Pertanian di Lahan Rawa
- Humactive, Pupuk Humat Ramah Lingkungan dari Limbah Pabrik Urea dan NPK
- BRE4, Pupuk Hayati Dua Fungsi yang Siap Mengubah Wajah Pertanian Indonesia
- Meningkatkan Produksi Sayuran Segar dengan Integrasi FERADS, NUTRIGADS, dan VEGADS
- Deteksi Kesuburan Tanah Makin Canggih dan Praktis dengan AgriSoil
- Teknologi Pregel Kasava, Jalan Baru Singkong Menuju Pangan Berdaya Saing
- Mocaf Kaya Beta Karoten, Dari Singkong Lokal Naik Kelas jadi Pangan Fungsional
- TIB 4.0, Inovasi Benih Unggul Tebu Guna Swasembada Gula Indonesia
- Dari Manual ke Digital, Menghadirkan Alat Pemanen Sawit Cerdas Berbasis AI
- SiMOSAT, Teknologi Monitoring Ikan Sidat Ramah Lingkungan Pendongkrak Ekonomi
- BIOIMUN, Obat Ikan Untuk Mendukung Kemandirian Nasional
Belasan penelitian ini menghasilkan solusi konkret dalam mengurai hambatan klasik dunia pangan Indonesia, mulai dari lahan kritis, produktivitas rendah, degradasi tanah, desain alat panen, hingga kesehatan ikan budidaya. Penataan dan penguatan sektor pangan inilah yang akan membawa pada kemajuan. Lompatan hanya dapat dicapai melalui teknologi, riset berorientasi solusi, dan kolaborasi terencana dari ekosistem inovasi nasional.
RISPRO Technology Brief atau RTB adalah publikasi majalah riset yang rutin diterbitkan setiap semester oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). RTB berisi laporan hasil kemajuan riset dan inovasi yang telah selesai dibiayai oleh LPDP melalui program Riset Inovatif Produktif (RISPRO).



