Jakarta 16 April 2023 - Dalam semangat meningkatkan sumber daya para pelaku budaya, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud), menggandeng Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) melakukan sosialisasi program beasiswa dan dana riset bagi para insan musik Indonesia. Acara dilangsungkan bersamaan dengan puncak perayaan Hari Musik Nasional ke-20 di Jakarta pada Minggu (16/4) sore.
LPDP diberi mandat mengelola Dana Abadi Kebudayaan yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2022. Dana Abadi Kebudayaan dibentuk sebagai sebagai wujud kehadiran negara dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan riset di bidang seni budaya Indonesia. Dari total 36.200 penerima beasiswa LPDP, baru ada 25 orang yang mengambil program studi musik dengan 20 alumni dan lima lainnya sedang menjalani studi atau persiapan studi.
"Masih sedikit musisi yang memanfaatkannya," ujar Direktur Utama LPDP Andin Hadiyanto. LPDP berharap agar lebih banyak lagi para musisi dan pelaku budaya lainnya yang mengambil beasiswa di bidang musik maupun seni budaya lainnya.
Beasiswa pendidikan yang dapat diambil para pelaku budaya mulai dari S1, S2, S3, vokasi dan program short course. Selain dalam bentuk beasiswa pendidikan, LPDP turut mendanai riset terkait kegiatan kebudayaan termasuk di bidang musik. Riset di bidang musik sangat strategis bagi Indonesia yang syarat kebhinekaan. Termasuk memenuhi tantangan untuk melestarikan keragaman musik-musik etnik atau warisan budaya dari seluruh pelosok nusantara.
Tahun lalu, ada 300 orang yang mendapat beasiswa dari program Pelaku Budaya yang dijalankan oleh Kemendikbud, "Tetapi pendaftarnya mencapai 4.200 orang. Jadi, ini kompetitif" ujar Andin. Ia memastikan bahwa proses kurasi penerima beasiswa melibatkan para reviewer independen dari para pelaku musik untuk menjamin agar beasiswa dapat sesuai target.
LPDP juga berharap PAPPRI dapat melakukan sosialisasi yang lebih menjangkau kepada para anggotanya mengenai program beasiswa LPDP. PAPPRI dapat pula membuat daftar program studi atau universitas yang memiliki kualitas atau akreditasi yang bagus untuk diusulkan kepada LPDP sebagai kandidat kampus tujuan program studi beasiswa.
Musisi Dwiki Dharmawan selaku Sekretaris Jenderal PAPPRI menyambut baik program beasiswa dan riset yang diberikan oleh negara. "Kami siap menjadi mitra atau kolaborator, seperti dalam mensosialisasikan hak warga negara, khususnya bidang seni budaya, untuk meningkatkan kapasitas,” jelasnya. Dwiki menyebut, semua pelaku industri musik termasuk penata suara, cahaya, dan visual punya peluang untuk menggaet beasiswa ini.
Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek Hilmar Farid melihat kerja sama antara LPDP, Kemendikbudristek dan PAPPRI ini sebagai wujud gotong royong kebudayaan untuk memastikan adanya peningkatan sumber daya manusia para pelaku budaya khususnya dalam hal ini di bidang musik. Hilmar Farid turut menyinggung bagaimana para musisi dapat difasilitasi untuk berkreasi dalam bentuk residensi melalui program Dana Indonesiana.
“Dana ini siap digunakan oleh teman-teman musisi yang berkreasi untuk mengembangkan karya-karya mereka dalam bentuk misalnya residensi. Mau tinggal di tempat yang di Indonesia selama enam bulan bisa, mau ke luar negeri selama beberapa waktu juga bisa,” ujar Hilmar Farid dalam sesi konferensi pers di Gedung D Kemendikbudristek.
Meningkatkan Kapasitas Insan Musik Indonesia.
Tidak sedikit para musisi dan pekerja bidang musik yang telah menunggu kesempatan untuk mendapat beasiswa. Penyanyi Once Mekel menuturkan, dengan adanya dukungan terbuka dari pemerintah dalam bentuk beasiswa dan pendanaan riset, diharapkan dapat meningkatkan skill dan pengetahuannya terhadap seni musik.
”Mereka ingin punya kemampuan lebih tinggi karena akan membuka cakrawala penjelajahan seni yang lebih baik. Hal itu juga meningkatkan fleksibilitas dalam berkarya,” ujar pelantun lagu Dealova ini.
Bagi para pelaku musik yang tertarik dapat mengambil program beasiswa LPDP dengan memilih salah satu jalur beasiswa yang ditawarkan, yakni Program Beasiswa Umum (Reguler, PTUD, dan Parsial), Program Beasiswa Targeted, maupun Program Beasiswa Afirmasi (Putra Putri Papua, Daerah Afirmasi, Disabilitas, dan Pra Sejahtera) untuk jenjang S2 dan S3.
Program beasiswa yang ditawarkan Kemendikbudristek adalah Program Beasiswa Pelaku Budaya meliputi jenjang S1, S2, dan S3. Saat ini sudah ada 294 awardee dan 11 orang untuk program non jenjang.
Sementara untuk program riset, para insan musik dapat mengikuti program pendanaan riset LPDP maupun program Dana Indonesiana dari Kemendikbud. Para pengusul program pendanaan riset LPDP maupun Dana Indonesiana wajib mengajukan proposal riset ataupun kegiatannya, yang memuat nilai strategis, target dampak, metode atau cara melaksanakannya, serta kebutuhan dananya.
Baik program beasiswa dan riset untuk pelaku budaya yang diselenggarakan LPDP maupun Kemendikbudristek semuanya menggunakan dukungan pembiayaan dari LPDP. Segala informasi kriteria, persyaratan, dan dokumen dapat dilihat di situs LPDP dan situs Kemendikbud di bagian program terkait.
Acara sosialisasi beasiswa dan riset pelaku budaya dilangsungkan di Gedung D Kemendikbudristek Jakarta. Perayaan HNM ke-20 bertajuk “Musik Indonesia Keren” edisi Ramadhan ini turut menyuguhkan penampilan penyanyi ternama seperti Once Mekel, Novia Bachmid, Sandy Canester, Tony Wenas, dan grup musik Ki Ageng Ganjur.
Sebelumnya, PAPPRI telah melangsungkan roadshow HNM ke-20 ke sejumlah kota seperti Medan, Makassar, Manado, dan Surabaya. Acara dipandu oleh Kamidia Radisti serta budayawan Al-Zastrouw Ngatawi yang memandu jalannya sesi talkshow.



