Pendaftaran Beasiswa LPDP 2022 Tahap 2 Dibuka
76 Hari
:
7 Jam
:
45 Menit
Gedung Danadyaksa Cikini, Jl. Cikini Raya No.91A-D, Menteng, Jakarta Pusat
Call Center 1500-652
Pendaftaran Beasiswa LPDP 2022 Tahap 2 Dibuka
76 Hari
:
7 Jam
:
45 Menit
Gedung Danadyaksa Cikini, Jl. Cikini Raya No.91A-D, Menteng, Jakarta Pusat
Call Center 1500-652
BerandaBeritaMenjahit Asa untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Awardeestory | 18-01-2022

Menjahit Asa untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Penulis
Dimas Wahyudi

Fotografer
Dokumentasi Awardee

Beberapa waktu lalu, salah seorang #LPDPren membagi kisahnya di Twitter https://twitter.com/sociodesigner/status/1480125578988589057?t=mLUSVMJu5Q6IYZxgFHZ8tQ&s=19  yang sedang menggunakan jasa seorang bapak pengemudi taksi online, sang putra ternyata sedang menempuh studi lanjut di Amerika Serikat. Sang bapak mengungkap bahwa kini putranya sedang berusaha untuk mewujudkan cita-cita memboyong keluarga ke Amerika di hari wisudanya.

Adalah Ilham Nugraha, putra yang dimaksud. Jebolan SBM ITB ini kini sedang studi lanjut S2 di bidang Kebijakan Publik, tak main-main, ia berhasil menembus salah satu kampus Ivy League, Cornell University dengan beasiswa LPDP.

 “Sejak dulu bapak saya memang sopir, dulu bekerja untuk penginapan, sampai pensiun, namun karena masih kuat dan masih ada kebutuhan juga yang harus dipenuhi, akhirnya bekerja lagi sebagai sopir taksi online”.

 Lahir dan tumbuh dalam keadaan ekonomi yang serba pas-pasan bukan jadi halangan. Berkat program Beasiswa Bidikmisi, ia berhasil kuliah di SBM ITB. Sejak S1, cita-cita untuk studi lanjut itu sudah ada, sadar akan adanya biaya pendaftran kampus maupun sertifikat bahasa Inggris yang tak sedikit, ia mulai menyisihkan uang saku beasiswa maupun bekerja sebagai asisten dosen. 

 Ia juga menyisihkan waktu lebih banyak untuk belajar bahasa Inggris secara otodidak, “sumbernya dari mana aja, yang penting gratis, di internet ada banyak sekali, yah karena kalau kursus pasti biaya lagi. Setidaknya butuh waktu 3 tahun sampai uang yang sisihkan itu benar-benar terkumpul untuk tes IELTS dan biaya pendaftran beberapa kampus yang saya tuju”, ungkapnya.

Realitas sosial dengan segala permasalahannya seperti kemiskinan, pendidikan, hingga kebersihan dan kesehatan lingkungan yang ia temui sedari kecil di sekitar tempat tinggalnya di daerah Gedebage, Bandung, membuatnya penasaran dan memotivasinya untuk dapat menawarkan jalan keluar. Hal inilah yang kemudian membawanya studi lanjut di bidang Kebijakan Publik.

Kini, Ilham tergabung dalam Energy Transition Working Group Presidency G20, mempersiapkan segala kebutuhan materi terkait krisis iklim yang akan dibahas saat pertemuan para pemimpin dunia G20 tahun ini di Indonesia. Ia juga menyisihkan waktu untuk bekerja sebagai asisten riset di kampusnya guna mewujudkan keinginannya membawa keluarga ke AS saat ia wisuda nanti.

“Alih-alih menyalahkan keadaan, keterbatasan yang saya alami menyadarkan saya untuk punya usaha dan semangat juang yang lebih daripada orang lain”, pungkasnya.

 #AwardeeStory #DiriuntukNegeri #BeasiswaLPDP #PendidikanuntukKita