Gedung Danadyaksa Cikini, Jl. Cikini Raya No.91A-D, Menteng, Jakarta Pusat
Call Center 134, +62-21-23507011
Para awardee PK-223 Sandu Malole

Berita | 20-02-2024

Pesan Highlight PK-223: Hidup Menjadi Lebih Bermakna Ketika Bisa Berkontribusi Bagi Orang Lain

Penulis
Tony Firman

Fotografer
Dok. Panitia PK

“Apa artinya kita hidup kalau kita tak punya manfaat untuk orang lain? Apa iya kita hidup hanya untuk cari nafkah untuk keluarga, untuk anak, kita nggak mau tahu orang lain itu seperti apa? Kalau itu terjadi maka akan rugi hidup kita?”

Begitulah pesan Menteri Sosial RI @kemensosri, Ibu Tri Rismaharini saat membekali 305 Awardee yang bersiap melanjutkan studinya. Ratusan putra-putri terbaik bangsa ini tergabung dalam Persiapan Keberangkatan Angkatan 223 - Sandu Malole dan telah merampungkan kegiatan PK pada awal Februari lalu. 

Sandu Malole diambil dari Bahasa Rote yang bermakna “Bunyi yang Indah”, mewadahi 305 Awardee yang berasal dari 30 provinsi berbeda dan akan berangkat studi di 37 perguruan tinggi di sembilan negara penjuru dunia. 

Dari 305 awardee yang terkumpul, sebanyak 111 orang di antaranya adalah laki-laki dan 194 orang lainnya adalah perempuan. Ada 178 orang akan melanjutkan studi S2 di Luar Negeri dan 83 orang di Dalam Negeri, 20 orang akan melanjutkan studi S3 di luar Negeri dan 24 orang di Dalam Negeri. 

Ada beragam program beasiswa yang diambil oleh 305 peserta sesuai minat dan latar belakang masing-masing. Terbanyak adalah Beasiswa Reguler dengan 162 orang, Beasiswa PNS/TNI/POLRI sebanyak 81 orang, Beasiswa Prasejahtera sebanyak 28 orang, Beasiswa Daerah Afirmasi sebanyak 24 orang, Beasiswa Parsial dan Beasiswa Putra Putri Papua masing-masing empat orang, serta Beasiswa Penyandang Disabilitas sebanyak dua orang.

Dari demografi program beasiswa tersebut sekaligus menunjukkan upaya inklusif LPDP untuk memberikan layanan dan kesempatan seluas-luasnya kepada putra-putri terbaik bangsa melanjutkan studi S2 dan S3. 

Dalam kesempatan tersebut, jajaran tokoh nasional dari kalangan pejabat eksekutif, birokrasi, bisnis dan keuangan, hingga akademisi turut hadir berbagi pengalaman, inspirasi, dan harapan kepada peserta PK. 

Pakar Hukum Tata Negara Universitas Gadjah Mada, Zainal Arifin Mochtar atau akrab disapa Uceng menyempatkan hadir dan berbagi pengalaman, pandangan akademisi, hingga tantangan yang dihadapi bangsa ini. Ia turut menunggu kembalinya 305 awardee ini dan menjadi agen perbaikan untuk republik tercinta.

Senada, Dewan Pengarah BRIN Tri Mumpuni Wiyanto juga berpesan agar ilmu yang didapat selama menempuh studi harus mampu dibawa pulang untuk membangun negeri.

Hadir jajaran narasumber inspiratif lainnya seperti Dosen Teknik Mesin dan Dirgantara ITB Afriyanti Sumboja, Epidemiolog Dewi Nur Aisyah, dan Tenaga Profesional Lemhanas Dadan Umar Daihani.

LPDP mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada para narasumber, tokoh nasional yang telah menyempatkan hadir pada sesi PK di tengah-tengah kesibukannya. Semoga apa yang Bapak/Ibu sampaikan dapat senantiasa membekali para Awardee, baik di saat studi maupun saat kembali dan berkarya di tengah-tengah masyarakat.