Gedung Danadyaksa Cikini, Jl. Cikini Raya No.91A-D, Menteng, Jakarta Pusat
Call Center 134, +62-21-23507011
Webinar Sosialisasi Beasiswa LPDP Tahap 2 2025
Berita

Sosialisasi Beasiswa LPDP Tahap 2 Tahun, Mengenal Program Prioritas LPDP, Beasiswa Bundling dan Non-Bundling

Penulis
Tony Firman
Jumat,
18 Juli 2025

Jakarta, 17 Juli 2025 - Proses Seleksi Beasiswa LPDP Tahap 2 masih dibuka sampai 31 Juli 2025. Pada tahap ini terdapat program prioritas LPDP termasuk beasiswa bundling, non-bundling dan co-funding atau kemitraan. Semuanya dijelaskan dalam program webinar bertajuk “Sosialisasi Beasiswa LPDP Tahap 2 & Program Prioritas Tahun 2025” yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube LPDP.

Dana Abadi di Bidang Pendidikan yang dikelola LPDP saat ini telah mencapai 154 triliun rupiah. Angkanya naik tiga kali lipat dalam kurun lima tahun terakhir. Pemanfaatan terbesar dari imbal hasil investasinya adalah pada penyaluran beasiswa dan mendapat antusiasme besar dari anak bangsa yang ingin mengakses dana beasiswa pendidikan.

Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso memaparkan ada tiga kebijakan utama LPDP yang sedang digulirkan sebagai arah prioritas tahun ini, yaitu penguatan Beasiswa Afirmasi, peningkatan program studi STEM, dan perluasan Beasiswa Co-Funding.

Komitmen LPDP untuk terus menghadirkan beasiswa yang inklusif ditunjukkan dengan penguatan Beasiswa Afirmasi. Terdapat penambahan daftar daerah afirmasi dari semula 96 menjadi 127 kabupaten dan juga penambahan delapan perguruan tinggi dalam negeri di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, dan Papua guna meningkatkan akses. Program pengayaan bahasa secara gratis dan sejumlah kemudahan persyaratan lainnya juga masih tetap berlaku bagi para peserta yang lolos pada program Beasiswa Afirmasi.

Rendahnya jumlah lulusan STEM di Indonesia telah menjadi sorotan dalam beberapa tahun terakhir. Bayang-bayang krisis lulusan STEM berkualitas harus dimitigasi guna memastikan kemajuan bidang teknologi, pangan, energi, material dan lainnya dapat dikejar. LPDP sebagai penyedia Beasiswa S2 dan S3 turut mendukung dengan menargetkan 65 persen penerima beasiswa LPDP tahun ini adalah untuk rumpun studi STEM.

“Mungkin tidak akan pernah 100 persen (diarahkan ke STEM) karena kita tetap membutuhkan non-STEM (sosial humaniora) yang mendukung kemajuan STEM ke depan” ujar Dwi Larso.

Tren pendaftar beasiswa LPDP tiap tahunnya terus menunjukkan peningkatan pesat terutama pasca COVID-19 tahun 2020, dari 15.466 pendaftar di 2021 terus menukik naik hingga 52.842 pendaftar di tahun 2024. Sedangkan jumlah yang lolos seleksi tertinggi pernah menyentuh angka 9.358 awardee pada 2023.

Tentu ini adalah kabar baik karena menunjukkan adanya antusiasme besar dari generas muda anak bangsa para calon pemimpin yang mau mengakses pendidikan tertinggi dan terbaik. Sedangkan selama ini alokasi hasil investasi dari Dana Abadi di Bidang Pendidikan tertinggi tetap untuk membiayai layanan beasiswa, baik yang diselenggarakan oleh LPDP maupun kolaborasi dengan kementerian lainnya, degree dan non-degree.

Diperlukan langkah strategis guna melalui diversifikasi pendanaan beasiswa melalui skema kerjasama co-funding. Setidaknya telah ada 17 beasiswa kerjasama co-funding antara LPDP dengan pihak luar negeri dalam beberapa tahun terakhir. Dengan begitu akan ada lebih banyak lagi jumlah anak bangsa yang mendapat kesempatan beasiswa.

“Kita mencari cara kreatif untuk bermitra dengan perguruan tinggi luar negeri dengan negara-negara lain untuk meningkatkan jumlah beasiswa yang bisa kita berikan. Caranya adalah co-funding. LPDP membayar setengahnya, atau sepertiga, mereka membayar setengah atau dua pertiga dari seluruh ongkos.” papar Dwi Larso.

Dikemas dalam Skema Beasiswa Bundling

Beasiswa Prioritas memang secara spesifik menyasar pada bidang-bidang tertentu yang saat ini dibutuhkan bangsa seperti area green blue digital economy yang di dalamnya mencakup rumpun studi STEM dan sejumlah studi sosial humaniora. Untuk meningkatkan daya tawar dan kesempatan yang lebih besar, diluncurkanlah skema Beasiswa Bundling yang pertama kali diperkenalkan tahun lalu.

Skema Beasiswa Bundling memberi keuntungan ganda. Peserta bisa mendaftar dua jalur sekaligus di waktu yang bersamaan yaitu pilihan pertama pada Beasiswa Prioritas Kemitraan dan pilihan kedua pada salah satu skema Beasiswa Reguler (Afirmasi, Targeted, atau Umum). Dengan begitu peluang diterima bisa jadi lebih besar karena memiliki dua kesempatan sekaligus pada proses seleksi.

Pada Seleksi Beasiswa LPDP Tahap Dua yang dibuka saat ini, tersedia empat program Beasiswa Prioritas yang masuk dalam skema Beasiswa Bundling, yaitu ke Nanyang Technological University (NTU) dan National University of Singapore (NUS) di Singapura, University of New South Wales (UNSW) di Australia, dan University of Dundee di Inggris.

Kepala Divisi Rekrutmen dan Seleksi LPDP Andar Ramona Sinaga menjelaskan bahwa alur seleksi tetap sama yaitu melewati Seleksi Administrasi, Seleksi Bakat Skolastik (bagi yang belum mendapat LoA) dan terakhir Seleksi Substansi atau wawancara.

“Misal sudah lulus di co-funding (Beasiswa Bundling) dan dapat LoA, maka diluluskan beasiswa kemitraan dan wajib diambil. Namun kalo tidak dapat LoA atau pada akhirnya kuotanya terbatas, maka hasil Seleksi Substansi dapat diproses kembali ke salah satu program Beasiswa Reguler yang telah dipilih” terang Mona.

Sementara itu ada juga Program Prioritas namun Non-Bundling. Sesuai dengan namanya, program beasiswa ini tidak masuk dalam skema paket bundling sehingga dapat mendaftar sendiri sesuai periode pendaftaran yang tersedia. Seperti yang tersedia saat ini dengan dibukanya pendaftaran Beasiswa LPDP - King’s College London Singhasari hingga 24 Juli mendatang.

Secara umum, rata-rata LPDP membuka pendaftaran beasiswa reguler sebanyak dua kali dalam setahun. Dengan adanya program Beasiswa Prioritas Non-Bundling, muncul banyak pilihan beasiswa baru di luar beasiswa reguler. Pintu pendaftaran terbuka bagi peserta yang gagal pada tahap seleksi beasiswa reguler.

Akhirnya, setiap calon penerima ditantang untuk mengenali peluang yang paling sesuai dengan latar belakang, minat, dan kontribusi yang ingin diraih untuk diri sendiri maupun bangsa. Diperlukan pemahaman mendalam tentang mekanisme seleksi dan prioritas program yang tersedia di sepanjang tahun.

“Sekarang tantangan atau bolanya ada di Anda semua. Manfaatkan kesempatan dan persiapkan seleksi ini dengan sebaik-baiknya… Jadi nanti yang diterima kita yakin adalah best of the best yang harapan kita bisa mendapatkan amanah untuk memajukan bangsa ini.”terang Dwi Larso dalam penutupnya.

Untuk mengetahui segala informasi dan persyaratan lengkap terkait masing-masing program beasiswa tersedia di situs resmi LPDP RI pada bagian menu Beasiswa dan submenu Beasiswa Targeted untuk berbagai program Beasiswa Prioritas skema bundling maupun non-bundling.

Bagi yang ingin menyimak penjelasan lebih rinci dari para narasumber LPDP, tayangan ulang webinar “Sosialisasi Beasiswa LPDP Tahap 2 & Program Prioritas Tahun 2025” juga tersedia di kanal YouTube resmi LPDP RI.

Berita Terkait

LPDP Kumpulkan 814 Pewawancara untuk Coaching dan Perkuat Kualitas Seleksi

Berita | 20-04-2026

LPDP Kumpulkan 814 Pewawancara untuk Coaching dan Perkuat Kualitas Seleksi

200 Mahasiswa President University Antusias Ikuti Sosialisasi Beasiswa Akselerasi Magister LPDP

Berita | 15-04-2026

200 Mahasiswa President University Antusias Ikuti Sosialisasi Beasiswa Akselerasi Magister LPDP

Beasiswa Akselerasi Magister, Peluang Emas S1 Lanjut S2 dan Sejumlah Pertanyaan yang Muncul

Berita | 10-04-2026

Beasiswa Akselerasi Magister, Peluang Emas S1 Lanjut S2 dan Sejumlah Pertanyaan yang Muncul