{"componentChunkName":"component---src-pages-informasi-berita-single-js","path":"/informasi/berita/beri-beasiswa-pelajar-indonesia-lewat-hasil-panen-jagung-di-jepang","result":{"data":{"locales":{"edges":[{"node":{"ns":"common","data":"{\"Welcome to {{siteTitle}}\":\"Selamat Datang di {{siteTitle}}\"}","language":"id"}},{"node":{"ns":"index","data":"{\"Home\":\"Beranda\",\"Selengkapnya\":\"Selengkapnya\",\"Lebih lanjut\":\"Lebih lanjut\",\"Lebih Lanjut\":\"Lebih Lanjut\",\"Lihat Lebih Lanjut\":\"Lihat Lebih Lanjut\",\"Tentang LPDP\":\"Tentang LPDP\",\"Sebaran Penerima Layanan\":\"Sebaran Penerima Layanan\",\"Berita & Pengumuman Terbaru\":\"Berita & Pengumuman Terbaru\",\"Lihat Semua Berita & Pengumuman\":\"Lihat Semua Berita & Pengumuman\",\"Lihat Semua Berita\":\"Lihat Semua Berita\",\"Lihat Live Video\":\"Lihat Live Video\",\"Putar Video\":\"Putar Video\",\"Lihat Sejarah Kami\":\"Lihat Sejarah Kami\",\"Lihat Selengkapnya\":\"Lihat Selengkapnya\",\"Lihat Detail\":\"Lihat Detail\",\"Gedung Danadyaksa Cikini, Jalan Cikini Raya No.91A-D, Menteng, Jakarta Pusat 10330\":\"Gedung Danadyaksa Cikini, Jalan Cikini Raya No.91A-D, Menteng, Jakarta Pusat 10330\",\"Call Center 134, +62-21-23507011\":\"Call Center 134, +62-21-23507011\",\"Tentang\":\"Tentang\",\"Investasi\":\"Investasi\",\"Beasiswa\":\"Beasiswa\",\"Awardee\":\"Awardee\",\"Berita\":\"Berita\",\"Riset\":\"Riset\",\"Testimoni\":\"Testimoni\",\"Grantee\":\"Grantee\",\"Informasi\":\"Informasi\",\"Peta Situs\":\"Peta Situs\",\"Hubungi Kami\":\"Hubungi Kami\",\"Prasyarat\":\"Prasyarat\",\"Penghargaan\":\"Penghargaan\",\"Terbaru\":\"Terbaru\",\"Filter berdasarkan\":\"Filter berdasarkan\",\"Urutkan berdasarkan\":\"Urutkan berdasarkan\",\"FAQ\":\"FAQ\",\"Ikuti Kami\":\"Ikuti Kami\",\"Saran dan Pengaduan\":\"Pengaduan\",\"Informasi dan Bantuan\":\"Informasi dan Bantuan\",\"Website Kementerian Keuangan Lainnya\":\"Website Kementerian Keuangan Lainnya\",\"Website Kemenkeu\":\"Kementerian Keuangan RI\",\"Sekretariat Jenderal\":\"Sekretariat Jenderal\",\"Inspektorat Jenderal\":\"Inspektorat Jenderal\",\"Direktorat Jenderal Anggaran\":\"Direktorat Jenderal Anggaran\",\"Direktorat Jenderal Pajak\":\"Direktorat Jenderal Pajak\",\"Direktorat Jenderal Bea dan Cukai\":\"Direktorat Jenderal Bea dan Cukai\",\"Bea Cukai\":\"Bea Cukai\",\"Direktorat Jenderal Perbendaharaan\":\"Direktorat Jenderal Perbendaharaan\",\"Direktorat Jenderal Kekayaan Negara\":\"Direktorat Jenderal Kekayaan Negara\",\"Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan\":\"Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan\",\"Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko\":\"Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko\",\"Badan Kebijakan Fiskal\":\"Badan Kebijakan Fiskal\",\"Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan\":\"Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan\",\"Halo\":\"Halo\",\"Apa yang ingin Anda lakukan\":\"Apa yang ingin Anda lakukan\",\"Saya ingin mendaftar Beasiswa\":\"Saya ingin mendaftar Beasiswa\",\"Saya ingin mendaftar pendanaan riset\":\"Saya ingin mendaftar pendanaan riset\",\"Pendaftaran Beasiswa\":\"Pendaftaran Beasiswa\",\"Nilai dan Budaya\":\"Nilai dan Budaya\",\"Beranda\":\"Beranda\",\"Berlangganan Newsletter Sekarang!\":\"Berlangganan Newsletter Sekarang!\",\"Nikmati berbagai konten menarik dan pengumuman terbaru dari LPDP langsung di inbox kamu.\":\"Nikmati berbagai konten menarik dan pengumuman terbaru dari LPDP langsung di inbox kamu.\",\"Email Anda\":\"Email Anda\",\"Dana Abadi\":\"Dana Abadi\",\"Skema dan Kebijakan\":\"Skema dan Kebijakan\",\"Sumber Dana Abadi\":\"Sumber Dana Abadi\",\"Dana Abadi yang Dititipkan\":\"Dana Abadi yang Dititipkan\",\"Anda Memiliki Pertanyaan?\":\"Anda Memiliki Pertanyaan?\",\"Instrumen dan Portofolio\":\"Instrumen dan Portofolio\",\"Instrumen Investasi\":\"Instrumen Investasi\",\"*Investasi pada instrument berikut bertujuan untuk menjaga kestabilan nominal dana abadi di masa mendatang.\":\"*Investasi pada instrument berikut bertujuan untuk menjaga kestabilan nominal dana abadi di masa mendatang.\",\"Portofolio Pilihan\":\"Portofolio Pilihan\",\"Pendaftaran dan Penjadwalan\":\"Pendaftaran dan Penjadwalan\",\"More\":\"More\",\"Bagikan cerita pengalamanmu bersama LPDP!\":\"Bagikan cerita pengalamanmu bersama LPDP!\",\"Kirim Testimoni\":\"Kirim Testimoni\",\"Masukkan Testimoni Anda\":\"Masukkan Testimoni Anda\",\"Nama\":\"Nama\",\"Tulis title anda\":\"Tulis title anda\",\"Tulis nama anda\":\"Tulis nama anda\",\"Kategori\":\"Kategori\",\"Pilih kategori\":\"Pilih kategori\",\"Tulis pengalaman Anda selama mengikuti program LPDP. Maksimum dalam 400 karakter.\":\"Tulis pengalaman Anda selama mengikuti program LPDP. Maksimum dalam 400 karakter.\",\"Foto dapat berupa file .jpeg, .jpg, .png, atau HEIC dengan maksimum ukuran sebesar 5 Mb.\":\"Foto dapat berupa file .jpeg, .jpg, .png, atau HEIC dengan maksimum ukuran sebesar 5 Mb.\",\"Foto Anda\":\"Foto Anda\",\"Masukkan resume atau CV terbaru Anda\":\"Masukkan resume atau CV terbaru Anda\",\"Visi, Misi, & Fokus\":\"Visi, Misi, & Fokus\",\"Struktur Organisasi\":\"Struktur Organisasi\",\"Dewan Penyantun\":\"Dewan Penyantun\",\"Dewan Pengawas\":\"Dewan Pengawas\",\"Direksi\":\"Direksi \",\"Kebijakan Umum\":\"Kebijakan Umum\",\"Beasiswa Afirmasi\":\"Beasiswa Afirmasi\",\"Beasiswa Targeted\":\"Beasiswa Targeted\",\"Beasiswa Umum\":\"Beasiswa Umum\",\"Beasiswa Kolaborasi\":\"Beasiswa Kolaborasi\",\"Penerima Beasiswa\":\"Penerima Beasiswa\",\"Pendaftaran dan Jadwal\":\"Pendaftaran dan Jadwal\",\"Kebijakan Umum RISPRO\":\"Kebijakan Umum RISPRO\",\"RISPRO Kompetisi\":\"RISPRO Kompetisi\",\"Laporan\":\"Laporan\",\"Laporan Keuangan\":\"Laporan Keuangan\",\"Laporan Tahunan\":\"Laporan Tahunan\",\"Laporan Kinerja\":\"Laporan Kinerja\",\"Laporan Lainnya\":\"Laporan Lainnya\",\"Infografik\":\"Infografik\",\"Daftar Pertanyaan\":\"Daftar Pertanyaan\",\"Manajemen\":\"Manajemen\",\"...Muat Lebih\":\"...Muat Lebih\",\"Selayang Pandang\":\"Selayang Pandang\",\"Persiapan Keberangkatan\":\"Persiapan Keberangkatan\",\"Kebijakan\":\"Kebijakan\",\"Angkatan\":\"Angkatan\",\"Monev Perguruan Tinggi\":\"Monev Perguruan Tinggi\",\"Kontribusi\":\"Kontribusi\",\"RISPRO Invitasi\":\"RISPRO Invitasi\",\"RISPRO Mandatori\":\"RISPRO Mandatori\",\"RISPRO Kolaborasi Internasional\":\"RISPRO Kolaborasi Internasional\",\"Daftar Grantees\":\"Daftar Grantees\",\"Kisah Inpiratif RISPRO\":\"Kisah Inpiratif RISPRO\",\"Karir\":\"Karir\",\"Berita Terbaru\":\"Berita Terbaru\",\"Semua\":\"Semua\",\"Lihat FAQ\":\"Lihat FAQ\",\"Call Center\":\"Call Center\",\"Alamat Kantor\":\"Alamat Kantor\",\"Lihat Lokasi\":\"Lihat Lokasi\",\"Atau hubungi dan follow kami di media sosial\":\"Atau hubungi dan follow kami di media sosial\",\"Hari\":\"Hari\",\"Jam\":\"Jam\",\"Menit\":\"Menit\",\"Apa yang ingin Anda lakukan?\":\"Apa yang ingin Anda lakukan?\",\"Saya Ingin...\":\"Saya Ingin...\",\"Pengelolaan Alumni\":\"Pengelolaan Alumni\",\"org\":\"org\",\"judul\":\"judul\",\"Afirmasi dan Targeted\":\"Afirmasi dan Targeted\",\"Riset Didanai\":\"Riset Didanai\",\"Terimakasih atas Testimoni Anda\":\"Terimakasih atas Testimoni Anda\",\"Pengajuan testimoni Anda sudah berhasil terkirim dan akan melalui proses editorial oleh tim kami.\":\"Pengajuan testimoni Anda sudah berhasil terkirim dan akan melalui proses editorial oleh tim kami.\",\"Waktu\":\"Waktu\",\"s.d. selesai\":\"s.d. selesai\",\"Disiarkan Melalui\":\"Disiarkan Melalui\",\"Penulis\":\"Penulis\",\"Fotografer\":\"Fotografer\",\"Kelolaan Dana Abadi Lainnya\":\"Kelolaan Dana Abadi Lainnya\",\"Navigasi\":\"Navigasi\",\"SELEBIHNYA\":\"SELEBIHNYA\",\"TUTUP\":\"TUTUP\",\"Periode Pendaftaran\":\"Periode Pendaftaran\",\"Jadwal Saat Ini\":\"Jadwal Saat Ini\",\"Video Tutorial\":\"Video Tutorial\",\"Unduhan\":\"Unduhan\",\"DAFTAR\":\"DAFTAR\",\"Cari Periset, Judul Riset, Institusi, atau Fokus di sini...\":\"Cari Periset, Judul Riset, Institusi, atau Fokus di sini...\",\"Ketua Riset\":\"Ketua Riset\",\"Institusi\":\"Institusi\",\"Fokus Riset\":\"Fokus Riset\",\"Tahun Kontrak\":\"Tahun Kontrak\",\"Tujuan Persiapan Keberangkatan\":\"Tujuan Persiapan Keberangkatan\",\"Video PK\":\"Video PK\",\"Cari Nama Angkatan\":\"Cari Nama Angkatan\",\"Jumlah Peserta\":\"Jumlah Peserta\",\"Tanggal Pelaksanaan\":\"Tanggal Pelaksanaan\",\"Pengayaan Bahasa\":\"Pengayaan Bahasa\",\"Cari di sini...\":\"Cari di sini...\",\"Bergabung dengan Kami\":\"Bergabung dengan Kami\",\"Kontrak\":\"Kontrak\",\"Semua Tipe\":\"Semua Tipe\",\"Cari Posisi...\":\"Cari Posisi...\",\"Keterangan Umum\":\"Keterangan Umum\",\"Dengar Pengalaman Mereka\":\"Dengar Pengalaman Mereka\",\"Lokasi\":\"Lokasi\",\"Kode\":\"Kode\",\"Tipe Pekerjaan\":\"Tipe Pekerjaan\",\"Lamar Sekarang\":\"Lamar Sekarang\",\"Posisi Sudah Terisi\":\"Posisi Sudah Terisi\",\"Tentang Pekerjaan\":\"Tentang Pekerjaan\",\"Apa yang Akan Anda Kerjakan\":\"Apa yang Akan Anda Kerjakan\",\"Persyaratan\":\"Persyaratan\",\"Cara Mendaftar\":\"Cara Mendaftar\",\"Dokumen yang Dibutuhkan\":\"Dokumen yang Dibutuhkan\",\"Tahapan Seleksi\":\"Tahapan Seleksi\",\"Mengapa LPDP\":\"Mengapa LPDP\",\"Syarat Penerima Program\":\"Syarat Penerima Program\",\"Mengapa Bergabung Bersama Kami\":\"Mengapa Bergabung Bersama Kami\",\"Tujuan\":\"Tujuan\",\"Lihat Panduan\":\"Lihat Panduan\",\"Panduan Lainnya\":\"Panduan Lainnya\",\"Saya ingin menghubungi LPDP\":\"Saya ingin menghubungi LPDP\",\"Form Pendaftaran Business Competition\":\"Form Pendaftaran Business Competition\",\"Form Pendaftaran\":\"Form Pendaftaran\",\"Data Pribadi\":\"Data Pribadi\",\"Pilih salah satu\":\"Pilih salah satu\",\"Masukan bukan email yang valid!\":\"Masukan bukan email yang valid!\",\"Silakan masukan email Anda!\":\"Silakan masukan email Anda!\",\"Kirim\":\"Kirim\",\"Submit\":\"Submit\",\"Saya ingin berbicara dengan CSOnline LPDP\":\"Saya ingin berbicara dengan CS Online LPDP\"}","language":"id"}}]}},"pageContext":{"data":{"id":{"news_category":"Awardeestory","title":"Beri Beasiswa Pelajar Indonesia lewat Hasil Panen Jagung di Jepang","slug":"beri-beasiswa-pelajar-indonesia-lewat-hasil-panen-jagung-di-jepang","image":"https://lpdp.kemenkeu.go.id/storage/information/news/article/image/image_1688470130.jpg","content":"<p style=\"text-align:justify\">Belajar di negeri Sakura sambil berwirausaha carikan dana beasiswa. Itulah yang dilakukan para mahasiswa Indonesia di Hiroshima, Jepang. Di tengah kesibukan berkuliah, Persatuan Pelajar Indonesia di Hiroshima (PPIH) masih menyempatkan berkontribusi untuk sesama anak bangsa lewat pemberian beasiswa kepada siswa siswi di Indonesia.</p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\">Beasiswa Anak Negeri (BAN) yang diinisiasi oleh PPIH dimulai sejak tahun 2017. Pemberian beasiswa ini diperuntukan untuk anak-anak Sekolah Menengah Atas (SMA) kelas 10 dan 11 yang memiliki keterbatasan ekonomi dan berprestasi secara akademik. Masing-masing anak yang terpilih kemudian menerima bantuan dana sebesar satu juta rupiah per tahunnya. Tentu nominal ini sudah turut berkontribusi meringankan beban perekonomian keluarga.&nbsp;</p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\">Dari pertama kali dibentuk, sumber dana beasiswa didapat dari iuran para mahasiswa anggota PPIH yang notabene sebenarnya banyak berstatus penerima beasiswa juga. Rata-rata per tahun ada 10 sampai 20 anak yang diterima mendapat beasiswa. Bila dibagi ke tiap anggota PPIH, rata-rata mereka menyisihkan uang sekitar 100 ribu rupiah.</p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\">Namun, bagi Maman Alimansyah yang menjabat sebagai Ketua PPIH periode 2022-2023, ia terpikir bahwa harus ada skema pendanaan selain hanya mengandalkan iuran dari anggota PPIH. Pasalnya, kondisi finansial para mahasiswa di negeri orang juga terbatas. Di sisi lain, program pemberian beasiswa kepada anak-anak SMA tentunya adalah tindakan kontribusi yang bagus dan patut dipertahankan.</p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\">Maman yang merupakan awardee LPDP bersama rekan-rekan PPIH kemudian berpikir untuk melakukan kegiatan usaha yang keuntungannya dapat disisihkan sebagai dana beasiswa. Diskusi panjang dan melakukan sejumlah riset hingga akhirnya&nbsp; menemukan sumber dana paling potensial yaitu dengan menjual jagung di Jepang.</p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\"><strong>Berjualan Jagung Hasilkan Untung Beasiswa</strong></p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\">Maman berpikir bahwa menjual barang yang pastinya selalu dibutuhkan dan diminati adalah jalan paling pintas untuk hasilkan putaran ekonomi. Jagung diketahui adalah salah satu makanan pokok di Jepang setelah nasi. Mereka kemudian melakukan kerjasama dengan Wakai Farm, sebuah perusahaan pertanian lokal Jepang yang sanggup menanam dan memanen jagung.</p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\"><img alt=\"\" src=\"https://lpdp.kemenkeu.go.id/storage/photos/shares/Ceremony petik panen (2).jpg\" style=\"height:450px; width:600px\" /></p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\">&ldquo;Sekitar di bulan Desember 2022 itu kita matangkan konsep. Akhirnya memilih jagung varietas putih untuk ditanam dengan harga nanti yang kita jual per satu jagungnya 300 yen atau 30 ribu rupiah. Nanti 150 yen untuk Wakai Farm dan 150 yen untuk beasiswa. Jadi saya hitung-hitung untuk memperoleh sekitar 20 juta harus ada sekitar 800 jagung yang terjual gitu,&rdquo; ungkap Maman yang saat ini sedang menempuh pendidikan doktor di Hiroshima University.</p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\">Jagung varietas putih dipilih karena sejumlah pertimbangan yang menguntungkan, diantaranya rasa jagung putih lebih manis dari jagung kuning pada umumnya. Di Jepang, level kemanisan memiliki batas maksimal di angka 21. Dari hasil pengujian, jagung putih menunjukkan tingkat kemanisan di angka 18. Berbeda dari jagung kuning yang tingkat manisnya di angka 15 sampai 16. Jagung putih juga jarang diproduksi oleh petani di Jepang. Jadi, menjual jagung putih adalah suatu peluang.</p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\">PPIH dan Wakai Farm menyepakati kontrak dua sampai tiga kali panen jagung per tahun. PPIH bertindak melakukan promosi dan penjualan jagung yang ternyata berjalan sesuai harapan. Antusiasme pembeli tidak hanya dari PPI Hiroshima, tetapi juga seluruh anggota PPI Jepang dan warga lokal.&nbsp;</p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\">&ldquo;Satu kali panen saja sudah terjual lebih dari 850 jagung. Jadi kita kaget juga. Tidak sampai tiga kali panen, cuma satu kali sudah terpenuhi (targetnya) begitu.&rdquo; ujar mahasiswa doktor di Hiroshima University ini.</p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\">Wakai Farm yang banyak mempekerjakan petani lokal pun tahu dengan kerja-kerja yang dilakukan oleh PPI Hiroshima dengan menjual untung jagung untuk mendanai beasiswa pelajar di Indonesia. Wakai Farm justru diuntungkan mulai dari harga beli yang masih sangat layak hingga mendapat sorotan dari sejumlah media lokal Jepang.</p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\"><strong>Tuai Hasil Positif, Berharap Terus Berlanjut</strong></p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\">Bisa dibilang skema kontrak kerja sama untuk pendanaan beasiswa ini merupakan warisan dari Maman Alimansyah di masa kepemimpinannya sebagai Ketua PPIH. Inisiasi yang disambut baik mulai dari petani lokal dan publik Jepang.</p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\">&ldquo;Saya coba berpikir karena kita mahasiswa juga menghadapi keterbatasan finansial, jadi kita coba sambil membeli jagung itu sambil memberikan iuran gitu. Jadi memang inisiasi di kepengurusan kami,&rdquo; ujar pria yang juga bekerja di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan ini.</p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\">Masa keketuaan PPIH memang hanya setahun saja. Namun, awardee LPDP angkatan PK-157 ini ingin memastikan agar program kerjasama pendanaan beasiswa ini dapat terus berlanjut di kepemimpinan selanjutnya. Dirinya optimis dapat memberikan masukan arahan kepada ketua baru saat nanti menjabat sebagai Dewan Pengawas PPI.</p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\"><img alt=\"\" src=\"https://lpdp.kemenkeu.go.id/storage/photos/shares/Poster Jagung di kebun Wakai.jpg\" style=\"height:338px; width:600px\" /></p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\">Berwirausaha dan mengelola program kegiatan adalah salah satu aksi kontribusi yang bisa dilakukan para awardee LPDP saat berkuliah di luar negeri. Tak perlu menunggu lulus, kerja-kerja pengabdian bisa dilakukan selagi ada kesempatan dan peluang. Kemampuan berwirausaha pun jelas menjadi terasah sembari menebar manfaat bagi orang lain.&nbsp;</p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\">&ldquo;<em>Entrepeneur</em> itu kita bagaimana mengolah ide, sesuatu yang baru, dan mendatangkan benefit bagi dirinya sendiri, bagi bangsa sendiri, dan bangsa lain pada umumnya,&rdquo; ujar Maman yang mengambil studi International Economic Development Program ini.</p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\">Tidak menutup kemungkinan kedepan PPIH&nbsp; akan menambah jumlah penerima beasiswa bila hasil untung terus meningkat. Bahkan, Maman dan para anggota PPIH lainnya sedang menjajaki kemungkinan untuk merambah ke penjualan hasil pertanian lainnya yang potensial.</p>","created_at":"04-07-2023","is_highlight":"0","photographer_name":"Dok. Maman Alimansyah","writer_name":"Tony Firman"},"en":{"news_category":"Awardeestory","title":"Beri Beasiswa Pelajar Indonesia lewat Hasil Panen Jagung di Jepang","slug":"beri-beasiswa-pelajar-indonesia-lewat-hasil-panen-jagung-di-jepang","image":"https://lpdp.kemenkeu.go.id/storage/information/news/article/image/image_1688470130.jpg","content":"<p style=\"text-align:justify\">Belajar di negeri Sakura sambil berwirausaha carikan dana beasiswa. Itulah yang dilakukan para mahasiswa Indonesia di Hiroshima, Jepang. Di tengah kesibukan berkuliah, Persatuan Pelajar Indonesia di Hiroshima (PPIH) masih menyempatkan berkontribusi untuk sesama anak bangsa lewat pemberian beasiswa kepada siswa siswi di Indonesia.</p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\">Beasiswa Anak Negeri (BAN) yang diinisiasi oleh PPIH dimulai sejak tahun 2017. Pemberian beasiswa ini diperuntukan untuk anak-anak Sekolah Menengah Atas (SMA) kelas 10 dan 11 yang memiliki keterbatasan ekonomi dan berprestasi secara akademik. Masing-masing anak yang terpilih kemudian menerima bantuan dana sebesar satu juta rupiah per tahunnya. Tentu nominal ini sudah turut berkontribusi meringankan beban perekonomian keluarga.&nbsp;</p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\">Dari pertama kali dibentuk, sumber dana beasiswa didapat dari iuran para mahasiswa anggota PPIH yang notabene sebenarnya banyak berstatus penerima beasiswa juga. Rata-rata per tahun ada 10 sampai 20 anak yang diterima mendapat beasiswa. Bila dibagi ke tiap anggota PPIH, rata-rata mereka menyisihkan uang sekitar 100 ribu rupiah.</p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\">Namun, bagi Maman Alimansyah yang menjabat sebagai Ketua PPIH periode 2022-2023, ia terpikir bahwa harus ada skema pendanaan selain hanya mengandalkan iuran dari anggota PPIH. Pasalnya, kondisi finansial para mahasiswa di negeri orang juga terbatas. Di sisi lain, program pemberian beasiswa kepada anak-anak SMA tentunya adalah tindakan kontribusi yang bagus dan patut dipertahankan.</p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\">Maman yang merupakan awardee LPDP bersama rekan-rekan PPIH kemudian berpikir untuk melakukan kegiatan usaha yang keuntungannya dapat disisihkan sebagai dana beasiswa. Diskusi panjang dan melakukan sejumlah riset hingga akhirnya&nbsp; menemukan sumber dana paling potensial yaitu dengan menjual jagung di Jepang.</p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\"><strong>Berjualan Jagung Hasilkan Untung Beasiswa</strong></p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\">Maman berpikir bahwa menjual barang yang pastinya selalu dibutuhkan dan diminati adalah jalan paling pintas untuk hasilkan putaran ekonomi. Jagung diketahui adalah salah satu makanan pokok di Jepang setelah nasi. Mereka kemudian melakukan kerjasama dengan Wakai Farm, sebuah perusahaan pertanian lokal Jepang yang sanggup menanam dan memanen jagung.</p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\">&ldquo;Sekitar di bulan Desember 2022 itu kita matangkan konsep. Akhirnya memilih jagung varietas putih untuk ditanam dengan harga nanti yang kita jual per satu jagungnya 300 yen atau 30 ribu rupiah. Nanti 150 yen untuk Wakai Farm dan 150 yen untuk beasiswa. Jadi saya hitung-hitung untuk memperoleh sekitar 20 juta harus ada sekitar 800 jagung yang terjual gitu,&rdquo; ungkap Maman yang saat ini sedang menempuh pendidikan doktor di Hiroshima University.</p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\">Jagung varietas putih dipilih karena sejumlah pertimbangan yang menguntungkan, diantaranya rasa jagung putih lebih manis dari jagung kuning pada umumnya. Di Jepang, level kemanisan memiliki batas maksimal di angka 21. Dari hasil pengujian, jagung putih menunjukkan tingkat kemanisan di angka 18. Berbeda dari jagung kuning yang tingkat manisnya di angka 15 sampai 16. Jagung putih juga jarang diproduksi oleh petani di Jepang. Jadi, menjual jagung putih adalah suatu peluang.</p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\">PPIH dan Wakai Farm menyepakati kontrak dua sampai tiga kali panen jagung per tahun. PPIH bertindak melakukan promosi dan penjualan jagung yang ternyata berjalan sesuai harapan. Antusiasme pembeli tidak hanya dari PPI Hiroshima, tetapi juga seluruh anggota PPI Jepang dan warga lokal.&nbsp;</p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\">&ldquo;Satu kali panen saja sudah terjual lebih dari 850 jagung. Jadi kita kaget juga. Tidak sampai tiga kali panen, cuma satu kali sudah terpenuhi (targetnya) begitu.&rdquo; ujar mahasiswa doktor di Hiroshima University ini.</p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\">Wakai Farm yang banyak mempekerjakan petani lokal pun tahu dengan kerja-kerja yang dilakukan oleh PPI Hiroshima dengan menjual untung jagung untuk mendanai beasiswa pelajar di Indonesia. Wakai Farm justru diuntungkan mulai dari harga beli yang masih sangat layak hingga mendapat sorotan dari sejumlah media lokal Jepang.</p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\"><strong>Tuai Hasil Positif, Berharap Terus Berlanjut</strong></p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\">Bisa dibilang skema kontrak kerja sama untuk pendanaan beasiswa ini merupakan warisan dari Maman Alimansyah di masa kepemimpinannya sebagai Ketua PPIH. Inisiasi yang disambut baik mulai dari petani lokal dan publik Jepang.</p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\">&ldquo;Saya coba berpikir karena kita mahasiswa juga menghadapi keterbatasan finansial, jadi kita coba sambil membeli jagung itu sambil memberikan iuran gitu. Jadi memang inisiasi di kepengurusan kami,&rdquo; ujar pria yang juga bekerja di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan ini.</p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\">Masa keketuaan PPIH memang hanya setahun saja. Namun, awardee LPDP angkatan PK-157 ini ingin memastikan agar program kerjasama pendanaan beasiswa ini dapat terus berlanjut di kepemimpinan selanjutnya. Dirinya optimis dapat memberikan masukan arahan kepada ketua baru saat nanti menjabat sebagai Dewan Pengawas PPI.</p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\">Berwirausaha dan mengelola program kegiatan adalah salah satu aksi kontribusi yang bisa dilakukan para awardee LPDP saat berkuliah di luar negeri. Tak perlu menunggu lulus, kerja-kerja pengabdian bisa dilakukan selagi ada kesempatan dan peluang. Kemampuan berwirausaha pun jelas menjadi terasah sembari menebar manfaat bagi orang lain.&nbsp;</p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\">&ldquo;<em>Entrepeneur</em> itu kita bagaimana mengolah ide, sesuatu yang baru, dan mendatangkan benefit bagi dirinya sendiri, bagi bangsa sendiri, dan bangsa lain pada umumnya,&rdquo; ujar Maman yang mengambil studi International Economic Development Program ini.</p>\r\n\r\n<p style=\"text-align:justify\">Tidak menutup kemungkinan kedepan PPIH&nbsp; akan menambah jumlah penerima beasiswa bila hasil untung terus meningkat. Bahkan, Maman dan para anggota PPIH lainnya sedang menjajaki kemungkinan untuk merambah ke penjualan hasil pertanian lainnya yang potensial.</p>","created_at":"04-07-2023","is_highlight":"0","photographer_name":"Dok. Maman Alimansyah","writer_name":"Tony Firman"}},"language":"id","i18n":{"language":"id","languages":["id","en"],"defaultLanguage":"id","generateDefaultLanguagePage":false,"routed":false,"originalPath":"/informasi/berita/beri-beasiswa-pelajar-indonesia-lewat-hasil-panen-jagung-di-jepang","path":"/informasi/berita/beri-beasiswa-pelajar-indonesia-lewat-hasil-panen-jagung-di-jepang"}}},"staticQueryHashes":["2587593488","3120664252","3218363658","596699432","696143187"]}