Gedung Danadyaksa Cikini, Jl. Cikini Raya No.91A-D, Menteng, Jakarta Pusat
Call Center 134, +62-21-23507011
Ilustrasi Statement of Purpose LPDP
Serba-serbi

Memaksimalkan Penulisan Statement of Purpose Agar Lebih Menarik

Penulis
Tony Firman
Kamis,
6 Juni 2024

Sudah sampai mana penulisan Statement of Purpose kamu?

Kamu yang sedang berburu LoA tentunya tidak asing dengan esai tentang Statement of Purpose atau Personal Statement. Esai ini memberi kesempatan bagi kamu sebagai pelamar untuk menyampaikan alasan tentang mengapa kampus tujuan kamu harus menerimamu sebagai mahasiswa di sana.

Menyusun Statement of Purpose tak bisa sembarangan. Di sinilah tempat kamu meyakinkan jurusan dan kampus tujuanmu agar mau menerimamu. Mengkorelasikan latar belakang, minat studi, pengalaman, prestasi hingga tujuan dan motivasi memilih kampus dan program studi.

Keterampilan menulis sangat diperlukan di sini. Tapi ada sejumlah hal yang berpotensi membuat esai kamu kurang menarik atau keliru. Berikut diantaranya;

  1. Tidak Menjadi Diri Sendiri Apabila kamu berpikir bahwa esai yang ditulis isinya ditujukan untuk menjadi apa yang kampus cari, cobalah ubah paradigma itu. Bisa jadi kampus justru ingin melihat seluk beluk kamu secara jujur. Kamu bisa membuat esai secara jujur mengenai segala kemampuan dirimu terkait topik yang dilamar. Kejujuran sangat diperlukan di sini saat kamu menulis dan menjelaskan. Jangan sampai ketidakjujuranmu atau saat menyampaikan hal-hal besar menjadi sekedar hiperbola. Jadilah dirimu sendiri dengan mendemonstrasikan kemampuanmu, wawasan, dan ketertarikanmu dengan topik yang akan diambil.
  2. Menulis terlalu umum Selalu ingat bahwa kamu bukanlah satu-satunya yang mengirim esai demi dapat diterima di jurusan idamanmu. Karenanya, kamu ditantang untuk menghadirkan sesuatu yang berbeda dengan tetap menjadi diri sendiri. Tonjolkan kelebihanmu yang tentunya harus berkorelasi dengan jurusan yang dituju. Kamu bisa menggali contoh-contoh esai terkait dan atau bisa berkonsultasi dengan para awardee/alumni yang telah lolos.
  3. Tidak ditulis dengan efektif Esai harus ditulis dengan efektif dan efisien. Hindari pengulangan pembahasan yang tidak perlu. Susun kalimat yang lengkap dan mudah dimengerti, tidak terlalu kaku namun juga tidak berlebihan menggunakan bahasa informal. Kamu juga perlu memperhatikan pertanyaan atau format tertentu dari kampus apabila mereka memintanya.
  4. Mintalah feedback dari orang lain Sebelum memutuskan untuk submit personal statement,, tidak ada salahnya mengirimkannya kepada rekan atau yang berkompeten untuk menilai tulisanmu. Feedback yang diberikan dapat membuat esai kamu semakin bagus dan layak dikirim.

Yuk, semangat berlatih menulis, membuat esai. Jangan ragu untuk banyak membaca sebagai sumber informasi dan memperkaya kosakata apabila kamu menemukan banyak kesulitan saat akan menulis esai.