Layaknya melamar pekerjaan di sejumlah instansi, keberadaan surat rekomendasi menjadi bagian yang disyaratkan ketika kamu ingin mendaftar kampus tujuan atau mencari LoA. Surat rekomendasi adalah dokumen yang menjelaskan kualifikasi, karakter, dan kemampuan secara akademik maupun profesional sebagai calon penerima beasiswa.
Beda kampus bisa jadi beda detail persyaratan. Maka yang pertama harus kamu perhatikan adalah persyaratan mengurus surat rekomendasi yang diminta kampus. Beberapa diantaranya seperti;
- Jumlah surat rekomendasi yang diminta kampus tujuan
- Ketentuan pemberi surat rekomendasi apakah dari atasan di tempat kerja, dari akademisi atau keduanya
- Ketentuan format penulisan surat rekomendasi
Surat rekomendasi diberikan oleh orang lain yang mengerti kamu. Mereka adalah yang mengenal dan mampu menjelaskan potensimu saat di bangku kuliah atau di tempat kerja. Pemberi rekomendasi bisa dari supervisor di tempat kerja atau magang, dosen pembimbing skripsi atau tesis, tokoh masyarakat atau tokoh organisasi yang memang mengenal kinerjamu.
Lalu, bagaimana cara meminta surat rekomendasi? Pertanyaan ini mungkin muncul saat kamu masih kebingungan untuk memulai mengurus surat rekomendasi. Terlebih kalau kamu dihadapkan dengan sejumlah pilihan. Berikut yang bisa jadi pertimbangan kamu dalam memilih pemberi surat rekomendasi;
- Pilih pemberi rekomendasi dengan bijak, yaitu orang yang benar-benar mengenal kamu, yang tahu kelebihan dan potensi pada dirimu. Jangan hanya terpatok pada nama besar si pemberi rekomendasi saja.
- Mintalah dengan sopan, mengawali dengan menyapa dan memperkenalkan diri apabila diperlukan. Jelaskan maksud dan tujuan serta apa yang perlu mereka lakukan dengan surat rekomendasi yang kamu minta.
- Pertimbangkan pemberi rekomendasi yang punya kesediaan waktu. Di beberapa kampus, tidak jarang surat rekomendasi berupa tautan formulir atau membuat akun untuk login. Pastikan dan mintalah izin kesediaan waktu terlebih dahulu untuk memastikan kesediaan waktu mereka.
- Berikan informasi pengantar yang cukup seperti ringkasan diri, tujuan akademik atau penelitian, alasan memilih program studi atau kampus tujuan. Hal-hal seperti ini dibutuhkan dan memudahkan mereka untuk memberi rekomendasi dengan relevan dan persuasif.
- Jangan meminta rekomendasi secara mendadak, mengisi surat rekomendasi membutuhkan waktu. Pemberi rekomendasi tentunya memiliki banyak kegiatan dan kesibukan. Bahkan dalam banyak kasus, calon mahasiswa mempersiapkan waktu satu hingga tiga bulan untuk meminta surat rekomendasi.
- Ucapkan terima kasih menjadi penutup sekaligus penting. Mengingat mereka telah bersedia menjadi pengisi rekomendasi, turut mendukung kamu dan telah meluangkan waktunya.
Jika kampus tidak memberi format khusus untuk recommendation letter, kamu bisa menulis dengan urutan seperti berikut;

Di atas hanyalah salah satu contoh referensi format penulisan recommendation letter. Kamu bisa mencari tahu referensi dari sumber-sumber terpercaya lainnya atau bertanya pada rekanan yang punya pengalaman dalam mengurus berkas ini.
Nah, para pejuang LoA, sudah sampai mana surat rekomendasi kamu sekarang? Yuk persiapkan sebaik mungkin.
