Jakarta, 25 Juni 2026 – Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menyambut hangat sebanyak 2.753 peserta yang lolos Beasiswa LPDP Tahap I Tahun 2026 melalui webinar penyambutan dan pengarahan yang terselenggara pada Rabu (25/6) siang.
Webinar daring ini adalah kegiatan rutin yang menjadi titik awal bagi para peserta yang telah dinyatakan lulus seleksi substansi untuk memahami tahapan lanjutan sebelum resmi menjadi penerima beasiswa.
Seleksi Beasiswa LPDP Tahap 1 2026 mencatatkan 32.794 pendaftar dari berbagai skema beasiswa. Sederet proses seleksi mulai dari Seleksi Administrasi, Seleksi Bakat Skolastik (SBS), hingga Seleksi Substansi semuanya berlangsung sangat kompetitif hingga terjaring 2.753 peserta yang dinyatakan lulus atau sekitar delapan persen dari total pendaftar.
Data LPDP menunjukkan dari 2.753 peserta tersebut, sebanyak 1.460 orang akan menempuh studi di perguruan tinggi dalam negeri dan 1.293 orang di luar negeri. Berdasarkan jenjang pendidikan, penerima terdiri atas 1.230 mahasiswa magister, 688 mahasiswa doktor, serta 335 peserta program dokter spesialis dan subspesialis. Dari sisi gender, komposisinya relatif berimbang, yakni 1.391 laki-laki dan 1.362 perempuan.
LPDP juga mempertahankan komitmennya terhadap pemerataan akses pendidikan melalui berbagai skema afirmasi. Porsi penerima dari kelompok afirmasi, termasuk penyandang disabilitas, putra-putri Papua, daerah afirmasi, dan masyarakat prasejahtera, tetap dipertahankan di atas 25 persen dari total penerima beasiswa.
Kepala Divisi Rekrutmen dan Seleksi Beasiswa LPDP Andar Ramona Sinaga dalam sambutannya turut kembali menegaskan arah kebijakan pengembangan talenta nasional yang semakin berfokus pada bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) serta industri strategis.
Proporsi penerima beasiswa di bidang STEM memang terus meningkat sejak dilakukan penajaman pad 2023 dari yang mencapai 67 persen kini tahun 2026 meningkat mencapai 74 persen termasuk memperhitungkan program dokter spesialis.
Pendekatan tersebut merupakan bagian dari strategi LPDP dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mendukung agenda pemerintahan terkait hilirisasi industri, transformasi ekonomi, penguatan riset, serta pencapaian visi Indonesia Emas 2045.
Menjunjung Integritas dan Komitmen Membangun Negeri
Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso dalam sambutannya mengingatkan bahwa keberhasilan lolos seleksi bukan sekadar pencapaian akademik. Inilah awal dari tanggung jawab yang lebih besar sebagai penerima amanah dana negara. Beasiswa LPDP bersumber dari dana publik termasuk terdapat pajak masyarakat sehingga setiap penerima memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan manfaat kembali kepada bangsa.
"Kami berharap kepribadian atau karakter kalian juga naik level. Jangan cuma menganggap lulus seleksi beasiswa LPDP, tetapi ingat bahwa tanggung jawab kalian juga lebih besar. Dengan adanya reward ini, ada juga greater responsibility. Kalian memiliki tanggung jawab karena memperoleh privilege untuk kuliah S2 dan S3 dengan biaya negara," ujarnya.
Dwi Larso juga meluruskan pandangan bahwa penerima beasiswa LPDP tidak boleh berkarier di luar negeri. LPDP memberikan ruang bagi para penerima untuk memperkaya pengalaman profesional di tingkat global, termasuk bekerja di organisasi internasional maupun membangun jejaring internasional. Namun demikian, seluruh penerima tetap wajib memenuhi ketentuan administratif yang berlaku, termasuk kewajiban kembali ke Indonesia sesuai ketentuan beasiswa.
"Kalau LPDP memberikan syarat 2N itu adalah syarat administratif, penuhi itu. Sebelum Anda lulus, mencari pengalaman atau membuka bisnis di luar negeri misalnya selama dua tahun, atau Anda kerja di UN, kerja di World Bank, kerja di ADB, ya silakan. Tapi cinta Anda kepada Indonesia harus abadi. Anda boleh berada di mana pun, tetapi cinta Anda kepada Indonesia adalah borderless. Itu namanya cinta sejati," ujar Dwi.
Diterangkan pula bahwa Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki integritas tinggi. Investasi negara melalui LPDP akan memberikan dampak maksimal apabila para penerima beasiswa mampu menjaga kejujuran, profesionalisme, dan nilai-nilai etika dalam setiap peran yang dijalankan setelah menyelesaikan studi.
"Indonesia bisa menyatakan Sumpah Pemuda tahun 1928 karena sebelumnya banyak putra bangsa belajar ke luar negeri.... Saat ini pun Indonesia membutuhkan orang-orang terdidik untuk membawa bangsa maju." tutupnya.
Hingga 31 Mei 2026, LPDP telah memiliki 58.749 penerima beasiswa sejak program ini berjalan pada 2013. Dari jumlah tersebut, 34.334 orang telah menyelesaikan studi dan menjadi alumni, sementara 18.728 orang masih menjalani pendidikan. Sebagian besar alumni telah berkontribusi di sektor publik maupun sektor privat, memperkuat berbagai bidang strategis pembangunan nasional.
Selain memberikan pengarahan mengenai tahapan administrasi, webinar juga memuat penjelasan mengenai kewajiban dan larangan calon penerima, mekanisme perubahan perguruan tinggi atau program studi, ketentuan perolehan LoA Unconditional, program pengayaan bahasa bagi peserta afirmasi, hingga persiapan keberangkatan menuju perguruan tinggi tujuan.



