Yogyakarta, 1 Juni 2024 - Bagi masyarakat di Padukuhan Kanutan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, hari Sabtu tanggal 1 Juni kemarin bukan sekedar peringatan tahunan Hari Lahir Pancasila saja. Lebih dari itu, sekelompok pelaku budaya setempat merayakannya dengan menggelar seni pertunjukan Merti Wayang Beber.
Merti Wayang Beber Pancasila adalah produk budaya unggulan dari Museum Wayang Beber Sekartaji yang ada di padukuhan tersebut. Prosesi pembukaan Wayang Beber dilakukan oleh Indra Suroinggeno selaku pengelola Museum Wayang Beber Sekartaji di Kanutan. Terdapat sejumlah ritual budaya dan doa khas pertunjukan Wayang Beber.
Ini adalah tahun kedua bagi Museum Wayang Beber Sekartaji untuk mengadakan Merti Wayang Beber Pancasila, sebuah upaya yang dilakukan dalam melestarikan kesenian khas nusantara sekaligus sebagai bagian dari membangun ekosistem wisata berbasis kearifan lokal.
Wayang Beber Pancasila merupakan seni pertunjukan budaya dari Museum Wayang Beber Sekartaji. Dibuat oleh Indra Suroinggeno pada tahun 2018 untuk merayakan keberagaman budaya nusantara.
Tentunya ada alasan kuat mengapa Wayang Beber di sini menggunakan kata Pancasila. Terinspirasi dari nilai luhur Kakawin Sutasoma dan fakta bahwa di dusun Kanutan dihuni oleh penduduk dari berbagai kepercayaan.
“Jadi disini kan latar belakang masyarakatnya berbeda-beda, ada yang Muslim, Katolik, Protestan, Budha dan sebagainya. Nah kami berinisiatif bagaimana caranya agar masyarakat bisa berbaur, ya salah satunya dengan budaya” ungkap Indra.
Maka tidak heran bila Wayang Beber Pancasila berisi perjalanan bagaimana Pancasila lahir berdasarkan cerita Sutasoma. Kini Wayang Beber Pancasila menjadi salah satu masterpiece di Museum Sekartaji yang setiap tahun selalu diritualkan dalam Merti Wayang Beber Pancasila.
“Tahun ini ada sekitar 150-an seniman yang terlibat dalam acara Merti Wayang Beber Pancasila. Mereka terbagi dalam berbagai kegiatan mulai dari ritual, kirab hingga pengisi acara pentas seni. Selain itu juga ada 40 stand UMKM yang turut berpartisipasi,” ujar Indra.
Kegiatan ini berlangsung dari pukul tujuh pagi sampai pukul dua dini hari dengan antusiasme warga yang tinggi.
“Saya selaku Kepala Museum Wayang Beber Sekartaji mengucapkan terimakasih pada Kemendikbud Ristek dan LPDP yang ikut andil dalam kegiatan ini, tentunya saya juga berharap ini bukan jadi kerjasama yang pertama, melainkan menjadi gerbang pembuka kerjasama lainnya, mengingat museum memiliki visi dan misi yang hampir sama dengan dua lembaga tersebut yaitu memberikan pendidikan pada masyarakat tentang upaya melestarikan warisan-warisan nusantara.
Pementasan seni Merti Wayang Beber Pancasila ini adalah bagian dari pemanfaatan penyaluran Dana Abadi Kebudayaan yang dikelola LPDP kepada Museum Wayang Beber Sekartaji sebagai penerima manfaat. Setidaknya Museum Wayang Beber Sekartaji menerima sekitar Rp918,3 juta hibah Dana Abadi Kebudayaan atau Dana Indonesiana untuk kategori Dukungan Institusional bagi Organisasi Budaya.
Jika tahun lalu acara Merti Wayang Beber Pancasila hanya diselenggarakan secara sederhana, namun tahun ini dengan sokongan Dana Abadi Kebudayaan, kegiatan ini dirangkai dengan berbagai acara lainnya seperti lomba mewarnai wayang, pentas seni hingga pameran UMKM.
Kepala Subdivisi Evaluasi Hasil Riset LPDP, Sulis Gigih Prayogo dalam sambutannya mengatakan bahwa Dana Indonesiana merupakan Dana Abadi Kebudayaan yang diperuntukan untuk menyokong berbagai kegiatan seni kebudayaan.
“Ini merupakan bagian dari kerjasama antara Kementerian Pendidikan Kebudayaan dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan berdasarkan amanah undang-undang. Salah satu penerima manfaat tahun ini adalah Museum Wayang Beber Sekartaji, semoga dana ini dikelola dengan baik dan mampu bermanfaat untuk kemajuan pelestarian kebudayaan yang dilakukan oleh museum” tuturnya.
LPDP bertindak sebagai pengelola dan penyalur Dana Abadi Kebudayaan atau juga disebut Dana Indonesiana ini. Bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud), mereka bertindak selaku program management office untuk mengawal sosialisasi, pendaftaran, seleksi hingga penetapan penerima manfaat.
Para pelaku budaya bisa pergi ke situs danaindonesiana.kemdikbud.go.id untuk informasi dan persyaratan lebih lengkapnya guna mendapatkan Dana Abadi Kebudayaan dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemajuan budaya.



