Jakarta, 18 April 2026 — Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menggelar kegiatan coaching dan refreshment bagi para reviewer sebagai bagian dari penguatan kualitas proses seleksi beasiswa LPDP selama lima hari dari tanggal 14 sampai 18 April 2026.
Kegiatan ini berlangsung dalam tiga batch dengan total 814 reviewer dihadirkan langsung dari berbagai kota di Indonesia. Latar belakang mereka adalah akademisi, psikolog, profesional, dan dokter spesialis. Dari jumlah tersebut, sebanyak 77 orang merupakan reviewer baru yang mengikuti sesi coaching.
Direktur Utama LPDP, Sudarto, menegaskan bahwa para reviewer diundang bukan sekadar sebagai pewawancara, tetapi sebagai garda terdepan dalam menentukan kualitas generasi penerima beasiswa.
“Bapak-Ibu semua berperan mencetak calon pemimpin Indonesia. Proses wawancara menjadi salah satu saringan utama untuk mendapatkan talenta terbaik,” ujar Sudarto.
Ia menekankan bahwa LPDP tidak hanya mencari kandidat unggul secara akademik, tetapi juga memiliki komitmen kebangsaan yang kuat. Hal ini menjadi krusial di tengah tantangan global dan temuan masih adanya alumni yang belum kembali ke Indonesia.
Sudarto juga menegaskan bahwa seleksi harus mampu menjaring crème de la crème talenta Indonesia, namun tetap inklusif bagi kelompok afirmasi dan mereka yang memiliki keterbatasan akses pendidikan.
Sementara itu, Direktur Beasiswa LPDP, Dwi Larso, menekankan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan pemahaman reviewer terhadap arah baru kebijakan LPDP.
“Kita sudah lama tidak bertemu. Ada ratusan reviewer yang perlu di-refresh dan 77 reviewer baru yang harus di-coaching agar standar seleksi tetap terjaga,” ujar Dwi.
Ia menambahkan, LPDP saat ini bergerak sangat cepat dengan berbagai program baru, termasuk penguatan fokus pada bidang strategis seperti STEM serta keterkaitan dengan kebutuhan industri nasional.
Peran Strategis Reviewer dan Pelatihan Komprehensif oleh Profesional
LPDP menilai peran reviewer semakin strategis karena mereka tidak hanya menilai kemampuan akademik, tetapi juga integritas, kesiapan mental, hingga komitmen kontribusi peserta terhadap Indonesia.
Hal ini sejalan dengan peran Komite Reviewer LPDP yang turut hadir dalam kegiatan ini, termasuk ketuanya, Yanuar Nugroho, yang selama ini dikenal mendorong penguatan tata kelola dan kualitas seleksi berbasis dampak.
Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan intensif oleh para trainer profesional. Materi yang diberikan mencakup teknik wawancara, penilaian karakter, hingga penguatan wawasan kebangsaan dan integritas.
Pendekatan ini dirancang agar proses seleksi LPDP semakin objektif, transparan, dan mampu menjaring kandidat yang tidak hanya cerdas, tetapi juga siap berkontribusi nyata bagi pembangunan nasional.
Melalui kegiatan ini, LPDP berharap seluruh reviewer memiliki standar penilaian yang selaras, sehingga proses seleksi mampu menghasilka



