Gedung Danadyaksa Cikini, Jl. Cikini Raya No.91A-D, Menteng, Jakarta Pusat
Call Center 134, +62-21-23507011
Para penerima 26 proposal terpilih dalam program RISPRO Invitasi Berkemajuan. Dok Panitia
Berita

20 Miliar Pendanaan Riset LPDP dan Muhammadiyah, Hasilkan 26 Proposal Riset Siap Tepat Guna

Penulis
Tony Firman
Kamis,
19 Februari 2026

Yogyakarta, 19 Februari 2026 – Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) bersama Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PP Muhammadiyah) secara resmi mengawali kolaborasi strategis pendanaan riset bersama bertajuk RISPRO Invitasi Berkemajuan.

Program RISPRO Invitasi Berkemajuan memperoleh dukungan pendanaan senilai Rp20 miliar melalui skema pooling fund, dengan kontribusi setara masing-masing Rp10 miliar dari LPDP dan Muhammadiyah. 

Kesepakatan kerja sama ditandai dengan agenda “Penandatanganan Perjanjian Pendanaan Riset dan Kegiatan Peningkatan Kapasitas Penerima Manfaat RISPRO Invitasi Berkemajuan” yang berlokasi di Gedung A Ar Fachrudin Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Kamis (19/2) sore.

Adapun skema pooling fund merupakan mekanisme penghimpunan dana yang berasal dari berbagai sumber (seperti swasta, donatur, atau filantropi) ke dalam satu wadah bersama untuk membiayai penelitian atau inovasi tertentu secara terstruktur dan berkelanjutan. 

Muhammadiyah melalui Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah menjadi organisasi pertama yang melakukan kerja sama ini bersama LPDP. Diharapkan langkah ini memantik organisasi dari unsur masyarakat lainnya yang turut bergabung dalam kolaborasi pendanaan riset bersama LPDP.

Direktur Fasilitasi Riset LPDP Ayom Widipaminto mengatakan bahwa pihaknya terus mendorong pendanaan riset dari sumber-sumber lain khususnya melalui filantropi dan organisasi lainnya. Hal ini dinilai strategis karena turut menaikkan level daya saing global yang diukur dari Indeks Inovasi Global (GII) di bidang riset.

“Harapannya upaya-upaya untuk menggerakkan ekosistem tertarget seperti Muhammadiyah dan industri tertarget lainnya benar-benar bisa menggerakkan dan memastikan keluaran hasil riset itu bisa digunakan” ujar Ayom.

Selain itu acara ini sekaligus menandai dimulainya pelaksanaan 26 proposal riset terpilih dari pendanaan bersama antara LPDP dan Diktilitbang Muhammadiyah. Berbagai proposal dari banyak perguruan tinggi ini secara khusus diarahkan untuk menghasilkan teknologi tepat guna serta produk hilirisasi yang akan diterapkan langsung melalui jejaring luas Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).

Diharapkan hasil riset para peneliti mampu memperkuat ekosistem AUM di seluruh Indonesia, mulai dari unit bisnis pendidikan, layanan kesehatan di Rumah Sakit, hingga penguatan kapasitas kelompok tani binaan.

"Dengan lebih dari 160 perguruan tinggi dan ratusan rumah sakit, ekosistem Muhammadiyah menjadi 'laboratorium hidup (living lab)' yang ideal untuk proses sandboxing. Pendanaan bersama ini memastikan hasil riset benar-benar di hilirisasi, digunakan, dan dirasakan manfaatnya secara konkret oleh masyarakat melalui unit-unit amal usaha," tambah Ayom.

Seleksi Ketat Hasilkan 26 Proposal Unggulan

Setelah melalui rangkaian seleksi ketat sejak September hingga Desember 2025, terpilih 26 proposal dari 13 universitas yang direkomendasikan untuk dapat didanai. Meskipun diinisiasi bersama Muhammadiyah, namun program ini bersifat inklusif dengan melibatkan kampus di luar jaringan perguruan tinggi Muhammadiyah, seperti Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), dan sebagainya.

Adapun fokus riset yang didanai mencakup lima tema strategis:

  1. Ketahanan Pangan dan Pertanian
  2. Transisi Energi, Material, dan Manufaktur
  3. Kesehatan
  4. Rekayasa dan Teknologi Digital
  5. Sosial, Ekonomi (Hijau & Biru), dan Humaniora’

Melalui pemanfaatan teknologi tepat guna, hilirisasi hasil penelitian, dan publikasi internasional, skema riset ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, kemandirian penguasaan berbagai teknologi kunci serta mendorong daya saing Indonesia di level global, sehingga di tahun 2045 Indonesia dapat mewujudkan cita-cita Indonesia Emas.

Ketua Majelis Diktilitbang PPM Bambang Setiaji menekankan pentingnya aspek moral dan kemanfaatan luas dari program ini. Beliau berharap kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada angka-angka pendanaan, tetapi pada hasil yang menyentuh masyarakat.

“Kolaborasi ini harus dijaga dengan penuh integritas agar kepercayaan publik dan amanah riset tetap terpelihara. Kami berharap riset-riset yang dijalankan melalui program ini dapat memberi manfaat nyata, bukan hanya bagi ekosistem Muhammadiyah, tetapi juga untuk kemajuan Indonesia,” kata Bambang Setiaji.

Kegiatan ini diharapkan menjadi praktik baik dalam kolaborasi pendanaan riset termasuk dari sumber dana non-APBN untuk mencapai target belanja R&D nasional sebesar minimal 1% dari PDB yang saat ini yang masih berada di angka 0,24% hingga 0,28%. Pola kerja sama antar sektor di bidang riset juga menjadi wujud nyata komitmen dalam mempercepat transformasi menuju ekonomi berbasis inovasi (innovation-driven economy).

Selain seremoni penandatanganan kontrak pendanaan secara tripartit, para Periset juga mendapatkan pembekalan intensif mengenai kebijakan pencairan dana, prosedur pelaporan, hingga mekanisme monitoring dan evaluasi. Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap proyek penelitian berjalan transparan, akuntabel, dan selesai tepat waktu.

Berita Terkait

Narasi Kuat, Reputasi Meningkat: LPDP Borong 6 Piala PRIA 2026

Berita | 20-02-2026

Narasi Kuat, Reputasi Meningkat: LPDP Borong 6 Piala PRIA 2026

Sosialisasi Beasiswa LPDP 2026 di UKI Toraja, Dorong Agar Semakin Banyak Putra Putri Toraja yang Mendaftar

Berita | 13-02-2026

Sosialisasi Beasiswa LPDP 2026 di UKI Toraja, Dorong Agar Semakin Banyak Putra Putri Toraja yang Mendaftar

Saat Sejarah Bertemu Harapan, Sosialisasi Beasiswa LPDP Dihadiri 200 Lebih Putra Putri Banda Neira

Berita | 11-02-2026

Saat Sejarah Bertemu Harapan, Sosialisasi Beasiswa LPDP Dihadiri 200 Lebih Putra Putri Banda Neira