Jakarta, 7 Januari 2025 - Dukungan kuat Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) terhadap pengembangan sistem kesehatan nasional ditunjukkan dengan telah beroperasinya Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) di Cawang, Jakarta Timur.
Direktur Utama LPDP Sudarto didampingi Direktur Beasiswa Dwi Larso dan Direktur Fasilitasi Riset Ayom Widipaminto hadir memenuhi undangan peninjauan fasilitas Clinical Research Unit (CRU) pada Rabu (7/1) siang.
Jajaran petinggi RSPON mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan LPDP dalam menyediakan Program Beasiswa Pendidikan Doktor Praktisi guna mempersiapkan RSPON sebagai National Neuroscience Institute (NNI).
“Pusat-pusat layanan prioritas ini terintegrasi, mulai dari penanganan stroke dan rehabilitasi hingga Alzheimer dan autisme dalam layanan pediatri guna memastikan perawatan holistik sepanjang siklus kehidupan. Kami menyediakan layanan perawatan umum, asesmen kesehatan, serta melalui pengujian genetik, kami mempersonalisasi pengobatan bagi setiap pasien.” papar dr. Yuli Felistia, Sp.N., M.Res selaku kepala CRU RSPON.
Hubungan LPDP dengan RSPON resmi terjalin setelah dimulainya kerjasama pada 2022 yang mengatur Program Beasiswa Pendidikan Doktor Praktisi untuk Kesiapan Pengembangan dan Transformasi RSPON Menjadi National Neuroscience Institute (NNI).
Pada tahun pertama pembukaan Pendidikan Doktor Praktisi di 2022 telah ada 21 dokter penerima beasiswa yang menjalankan studi dengan satu diantaranya sudah alumni. Disusul pada 2023 sebanyak enam dokter penerima, dan 2024 satu orang dokter.
Tujuan dari perjanjian ini adalah menjadi landasan bagi penyelenggaraan program Pendidikan Doktor Praktisi, dengan tujuan meningkatkan kualitas sumber daya para dokter dalam rangka mendukung pengembangan RSPON menjadi National Neuroscience Institute (NNI).
Para jajaran RSPON dalam kesempatan ini juga menyampaikan usulan kerja sama spesifik lanjutan seperti sejumlah program spesialisasi yang langka, program fellowship, dan kebutuhan riset berbasis CRU.
Setelah paparan dan diskusi hangat, acara dilanjutkan dengan room tour fasilitas yang ada di RSPON dan didampingi dengan sejumlah dokter penerima beasiswa LPDP yang sedang bertugas di sana.
RSPON sendiri telah diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 2 September 2025 lalu. Presiden mengapresiasi fasilitas modern dan peralatan kesehatan canggih yang dimiliki RS PON, yang disebut kualitasnya tidak kalah dengan rumah sakit luar negeri.
Dengan hadirnya gedung RSPON yang baru ini, layanan kesehatan otak dan saraf di Indonesia diharapkan semakin maju. Masyarakat dapat memperoleh penanganan yang lebih cepat, tepat, dan berkualitas tanpa harus berobat ke luar negeri.



