Manado, 12 Juli 2024 - LPDP terus memastikan informasi beasiswa S2 dan S3 dapat dijangkau publik Indonesia dan dimanfaatkan seluas-luasnya. Sebanyak 180 orang memenuhi Aula Lantai 4 Gedung Rektorat Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Manado pada Jumat (12/07).
Mereka datang berbondong-bondong dengan satu tujuan, menyimak paparan Seminar Pembukaan Seleksi Beasiswa LPDP Tahap 2 yang dibawakan langsung oleh Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso dan Direktur Investasi LPDP Muhammad Oriza.
Kehadiran LPDP di Kota Manado mendapat apresiasi hangat dari Rektor UNSRAT, Prof Dr Ir Oktovian Berty Alexander Sompie MEng.
“Beasiswa LPDP diharapkan akan memberikan kesempatan luar biasa bagi para mahasiswa yang berprestasi untuk mengembangkan potensi mereka lebih jauh lagi” ujarnya.
Tak hanya didominasi oleh civitas akademika UNSRAT, hadir pula anggota TNI, PNS, POLRI, dan masyarakat umum. 2. Letda Rifai dari TNI AD yang saat ini bertugas di Manado ikut hadir di antara para peserta.
Dirinya mengaku baru pertama kali mendengar tentang LPDP. Terbukanya informasi ini ia apresiasi, sebab pendidikan tinggi jadi salah satu syarat yang menunjang karier mereka di masa depan.
“Saya lihat LPDP ini tentu akan banyak manfaatnya, dan itu bakal menunjang untuk karier kita ke depan, apalagi dari kita yang bakal menjadi unsur-unsur pimpinan”, pungkas lulusan Akademi Militer ini.
Menyapa Miangas Untuk Pertama Kalinya
Perjalanan tim LPDP terus bergerak ke utara hingga mendarat di Miangas, Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud untuk yang pertama kalinya. Di tapal batas pulau terluar wilayah Indonesia ini, LPDP menyebar informasi dan motivasi kepada masyarakat setempat untuk membangun mimpi akan pendidikan tinggi dan bisa menjemputnya dengan fasilitas beasiswa LPDP.

Ada sekitar 50 orang menghadiri acara sosialisasi yang digelar di balai warga (14/07) dan dihadiri pula oleh Camat Miangas Olita Papalapu. Dwi Larso mengenalkan program LPDP yang tentu masih dirasa asing oleh sebagian besar masyarakat Miangas.
Menurut penuturan Olita , ada sekitar 10 anak muda yang saat ini mengenyam pendidikan tinggi di Manado. Ia menyampaikan harapannya agar anak-anak tersebut dapat melanjutkan studi dengan beasiswa LPDP. Sebab bila berkaca dari latar belakang ekonomi keluarga mereka di Miangas terasa sangat sulit untuk mengakes pendidikan tinggi lanjutan.
Salah satu peserta seminar, Yopie Lupa juga mengharapkan pendayagunaan kontribusi alumni LPDP dapat pula sampai di pulau terluar seperti Miangas ini.
“Saya berharap di Miangas ini ada pula dokter dan fasilitas kesehatan, sebab saya kehilangan anak saya karena selama sakit belum pernah mendapat penanganan dokter”, ungkapnya.
Masukan dari masyarakat ini menjadi basis penting bagi LPDP untuk merumuskan kebijakan beasiswa yang lebih berpihak dan mendorong alumni untuk berkontribusi menghadirkan pemerataan manfaat kepada seluruh masyarakat Indonesia.



