Gedung Danadyaksa Cikini, Jl. Cikini Raya No.91A-D, Menteng, Jakarta Pusat
Call Center 134, +62-21-23507011
Gelaran Disafest 2024 di Alun-alun Trenggalek
Berita

Disabilitas Fest: Merayakan Perbedaan, Menghapus Sekat

Penulis
Tony Firman
Kamis,
15 Agustus 2024

Trenggalek, 11 Agustus 2024 - Sebuah gelaran budaya ramah disabilitas telah digelar. Bukan di kota besar dan terkenal, tetapi semangat besar inklusi itu hadir di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.

Disabilitas Festival atau Disafest adalah wadah apresiasi bertemunya para pelaku seni budaya penyandang disabilitas dari berbagai daerah. Tujuannya tak lain adalah merekatkan jalinan kesetaraan hubungan sosial, menghapus jarak dan stigma antara penyandang disabilitas dengan masyarakat pada umumnya.

Berpusat di Alun-alun Trenggalek, ada banyak kegiatan yang terselenggara selama dua hari penyelenggaraan tanggal 9 sampai 10 Agustus 2024 kemarin. Para penyandang disabilitas terlibat dalam pemutaran film, bedah buku, games, pameran, serta pagelaran budaya seperti tari, karawitan, ketoprak, akustik, hadrah, pantomim dan lainnya.

Gelaran Disafest dikerjakan oleh Yayasan Penyandang Disabilitas Naeema Trenggalek. Yayasan ini dibangun dan dibina oleh Taryaningsih, perempuan disabilitas kaki, sebagai wadah khusus untuk para penyandang disabilitas yang ingin bangkit.

Taryaningsih, seorang perempuan yang terlahir dengan keadaan kurang sempurna pada bagian kaki mendirikan Yayasan Naeema, yang didirikan khusus untuk para penyandang disabilitas yang ingin bangkit.

“Pagelaran budaya ini sangat berbeda, sangat unik, karena tidak hanya menampilkan teman-teman disabilitas, tapi ini kolaborasi dengan non-disabilitas… Ada juga pagelaran hasil karya. Ada 20 stand karya teman-teman disabilitas, baik barang maupun jasa, yang ada di Alun-alun Kota Trenggalek.” papar Taryaningsih saat ditemui di rumahnya.

Contoh nyata kekompakan terjalin apik di gelaran Disafest saat pementasan ketoprak. Para penyandang disabilitas dan yang tidak bersinergi memainkan lakon masing-masing dalam ketoprak termasuk menggunakan bahasa isyarat.

Suksesnya Disafest 2024 tak luput dari peran Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) sebagai penyalur manfaat Dana Abadi Kebudayaan (DAKB) kepada yayasan ini. Dana lebih dari Rp560 juta rupiah diterima oleh Yayasan Naeema termasuk untuk menyelenggarakan Disafest 2024 dengan persiapan beberapa bulan sebelumnya serta kebutuhan di dalamnya.

LPDP di bawah Kementerian Keuangan bertindak sebagai pengelola keuangan dan penyalur DAKB. Sementara program hibah kepada pelaku seni budaya dilakukan oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek dengan nama Dana Indonesiana.

Hadirnya LPDP juga sekaligus wujud kehadiran pemerintah dalam penguatan seni budaya nasional yang dapat dimanfaatkan oleh setiap individu atau komunitas di seluruh penjuru nasional.

Tenggar, Potret Dusun Ramah Disabilitas

Selama ini stigma masyarakat menempatkan disabilitas ke dalam kelas “tidak mampu, tidak normal, dan cacat”, lalu kemudian mengeksklusinya sebagai warga kelas dua. Sebagian masyarakat enggan melakukan aktivitas bersama dengan disabilitas karena dinilai merepotkan, dianggap tidak produktif dan tergantung kepada pihak lain.

Namun ini tidak terjadi di dusun Tenggar, Kabupaten Trenggalek Jawa Timur. Potret di mana kehidupan inklusfi antara warga disabilitas dengan yang tidak tergambar akur dan berbaur bergotong-royong di kawasan perumahan ini.

Disabilitas yang tinggal di dusun ini beragam, mulai dari disabilitas sensorik, fisik, intelektual dan mental. Mereka berkarya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Ada yang membatik, menjahit, melukis, membuat kerajinan, membuat makanan khas Trenggalek, nyinden, menari, membuka jasa pijat tunanetra, salon, membuka toko kelontong, percetakan sampai ada juga yang menawarkan jasa ojek.

Masyarakat non disabilitas di lingkungan ini sangat mengapresiasi usaha atau profesi disabilitas. Mereka ikut memasarkan hasil karya disabilitas dan menggunakan jasa-jasa mereka. Tanpa diminta, masyarakat non disabilitas di kawasan ini belajar berkomunikasi dengan disabilitas rungu wicara, dengan menggunakan isyarat-isyarat sederhana.

Tidak cuma itu, dukungan akses mobilitas disabilitas untuk beraktivitas juga hadir di dusun ini. Terdapat guiding block untuk disabilitas netra dan ditambah jalur khusus disabilitas pemakai kursi roda yang menghubungkan rumah disabilitas dengan yang tidak.

Ada campur tangan Tari yang turut mendorong terbentuknya kawasan perumahan ramah disabilitas. Semangat inklusifnya adalah melihat disabilitas tidak sekedar hadir sebagai pelengkap, tapi mereka juga ikut berpartisipasi, berkarya mengekspresikan berbagai potensi yang dipunya.

Berita Terkait

LPDP Kumpulkan 814 Pewawancara untuk Coaching dan Perkuat Kualitas Seleksi

Berita | 20-04-2026

LPDP Kumpulkan 814 Pewawancara untuk Coaching dan Perkuat Kualitas Seleksi

200 Mahasiswa President University Antusias Ikuti Sosialisasi Beasiswa Akselerasi Magister LPDP

Berita | 15-04-2026

200 Mahasiswa President University Antusias Ikuti Sosialisasi Beasiswa Akselerasi Magister LPDP

Beasiswa Akselerasi Magister, Peluang Emas S1 Lanjut S2 dan Sejumlah Pertanyaan yang Muncul

Berita | 10-04-2026

Beasiswa Akselerasi Magister, Peluang Emas S1 Lanjut S2 dan Sejumlah Pertanyaan yang Muncul