Jakarta, 27 Juli 2023 – Indonesia masih menghadapi tantangan terkait kesiapan para lulusan perguruan tinggi dalam mendukung hiliriasi industri serta rentahnya jumlah entrepreneur dibanding negara maju. Pemerintah telang mencanangkan visi Indonesia Emas 2045. Sejumlah lembaga pemeringkat terkemuka menempatkan Indonesia menjadi negara dengan kekuatan ekonomi di peringkat 10 sampai lima besar di dunia.
Tahun 2045 adalah tonggak penting bagi bangsa Indonesia untuk menjadi salah satu bangsa maju di dunia saat tepat berusia 100 tahun kemerdekaan. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk menggali berbagai tantangan agar kondisi perekonomian nasional dapat sesuai dengan yang dicanangkan di masa mendatang. Sebagai respons atas tantangan ini, LPDP berinisiatif untuk menyelenggarakan seminar beasiswa bertajuk “Indonesia Maju 2045: Sumber Daya Manusia, Industrialisasi & Kewirausahaan” pada Kamis (27/7) di Hotel Aryaduta, Menteng, Jakarta Pusat.
"Kita akan mendengarkan banyak ide, dan silahkan bapak ibu berdiskusi sehingga kita bisa berkontribusi bagi kemajuan pengembangan SDM khususnya dalam rangka menghadapi 100 tahun kemerdekaan Indonesia." kata Direktur Fasilitasi Riset LPDP Wisnu Sardjono Soenarso saat memberikan sambutan pembuka acara.
Perlunya Industrialisasi dan Kewirausahaan
Deputi Bappenas Bidang Ekonomi Amalia Adiningrat sebagai narasumber pertama membeberkan kondisi perekonomian Indonesia yang masih meninggalkan masalah. Status ekonomi Indonesia tetap berada di posisi middle income trap selama 30 tahun terakhir sehingga tidak kunjung bisa dikatakan sebagai negara maju. Untuk melaju menjadi negara dengan high income economy diperlukan proses industrialisasi yang sangat kuat dan kokoh demi mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi.
“Untuk kita bisa menjadi maju, maka industrialisasi adalah kunci untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Ini yang tadi saya katakan bahwa indonesia sudah 30 tahun terjebak dalam negara berpendapatan menengah, dan untuk kita bisa menjadi maju kita harus tumbuh perekonomiannya 6 sampai 7 persen.” ujar Amalia Adiningrat.
Proses industrialisasi tentunya dimulai dengan mempersiapkan SDM unggul terutama dalam menyikapi bonus demograsi yang ada. Pemenuhan kebutuhan pendidikan hingga perguruan tinggi adalah langkah yang perlu diambil dalam rangka mengisi kebutuhan industri dan kewiruasahaan. Sejalan, riset inovasi dibutuhkan agar Indonesia menjadi negara maju sekaligus menjadi inkubator pembukaan industri dan kewirausahaan.
Perguruan tinggi turut serta menjadi roda penggerak reindustrialisasi di Indonesia. Menurut Arif Satria selaku Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), kampus harus menghadirkan inovasi guna mendukung industrialisasi dan menggali skill yang sekiranya berkembang di masa depan. Hal ini juga perlu dukungan peran kampus sebagai inkubator technopreneur untuk menumbuhkan kewirausahaan.
Arif juga menyinggung persaingan antar kampus di masa mendatang tidak terjadi karena telah berganti rival. Kampus menjadi bersaing dengan micro credential atau lembaga sertifikasi kompetensi yang terafiliasi dengan pekerjaan terkait.
“Persaingan masa depan kampus itu bukan sesama universitas, tapi saingannya adalah Google yang punya Google Career Certificate dan industri lain yang punya microcredential,” papar Arif. Menurut Arif, hal itu terjadi karena ada ketidakpuasan industri terhadap output dari perguruan tinggi. Apabila kampus lambat merespon fenomena ini, bukan tidak mungkin akan semakin banyak dan umum industri yang memilih tenaga kerja dari lulusan bersertifikat daripada perguruan tinggi.
Tantangan Penyerapan Tenaga Kerja Lulusan Perguruan Tinggi
Kondisi lulusan perguruan tinggi yang menganggur telah menjadi fenomena tersendiri dalam beberapa tahun terakhir. Data Kementerian Ketenagakerjaan tahun 2022 mencatat, sebanyak 13,33 persen lulusan perguruan tinggi berstatus pengangguran.
"Dari sisi presentasi, ini semua tentu tantangan yang besar. Kita harapkan perguruan tinggi bisa menjadi driving force dalam pertumbuhan ekonomi bangsa," ujar Nizam selaku Dirjen Kemendikbudristek saat memaparkan materi. Selain itu, jumlah wirausaha di Indonesia adalah yang paling rendah di Asia Tenggara, yaitu 3,47 persen dari total penduduk Indonesia.
Lebih lanjut Nizam mengatakan, Kemendikbudristek sejauh ini tidak tinggal diam. Untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan dari para wirausahawan, diluncurkan Program Wirausaha Merdeka pada tahun 2022. Program ini bertujuan untuk memberikan wadah bagi mahasiswa untuk belajar dan membekali sebagai wirausahawan.
Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso memaparkan bahwa tingginya angka pengangguran di kalangan lulusan perguruan tinggi karena industrialisasi dan kewirausahaan yang masih kurang. Padahal, menurutnya mayoritas mahasiswa ingin berbisnis. "75 persen dari mahasiswa ingin punya bisnis dalam masa kerjanya. Hanya 25 persen yang inginnya kerja, kerja, kerja. Ini yang harus difasilitasi. Kalo engga kita merugi. Ada orang-orang keren sudah ingin tapi lembaga pendidikannya tidak memfasilitasi." ujarnya.
LPDP terus berperan menjawab tantangan dengan membiayai banyak program yang mendorong ke arah kemandirian kewirausahaan. "Sejak 2021, LPDP membiayai banyak program yang dijalankan Kemendikbudristek juga di Kementerian Agama. Jumlahnya belasan pilihan program sejak 2021 termasuk kampus merdeka, vokasi, non-degree itu banyak sekali yang dibiayai LPDP. Angkanya mencapai 4,6 triliyun kita anggarkan untuk 2023." papar Dwi Larso.
LPDP juga berupaya menyediakan ahli-ahli di bidang hilir untuk memenuhi kebutuhan industri melalui Beasiswa Kewirausahaan dengan tujuan sekolah-sekolah entrepreneur terbaik dunia serta membuka program beasiswa kerja sama pendukung hilirsasi industri salah satunya di pertambangan nikel dan kobalt.
Acara yang merupakan bagian dari rangkaian LPDP Festival 2023 ini dihadiri oleh 300 orang dari berbagai kalangan. Menghadirkan sederet narasumber yang ahli di bidangnya masing-masing. Mereka adalah Dirjen Diktiristek Kemendikbudristek, Deputi Bappenas Bidang Ekonomi, Direktur Beasiswa LPDP, VP of Innovation & Enterprise NUS Singapore, Rektor IPB dan banyak lagi. Seminar ini disiarkan langsung di kanal YouTube LPDP RI dan diputar kembali untuk menyimak jalannya acara secara penuh.



