Gedung Danadyaksa Cikini, Jl. Cikini Raya No.91A-D, Menteng, Jakarta Pusat
Call Center 134, +62-21-23507011
Para pemenang IRIFair 2026 saat penyerahan hadiah apresiasi riset oleh LPDP. Dok LPDP/Tony Firman
Berita

LPDP Beri Dukungan Dana Apresiasi Talenta Riset dan Inovasi Siswa SMA dan Mahasiswa pada IRIFair 2026

Penulis
Tony Firman
Kamis,
24 September 2026

Jakarta, 24 September 2026 - Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan memperkuat dukungan terhadap pengembangan talenta riset dan inovasi nasional melalui penyelenggaraan Indonesia Research and Innovation Fair (IRIFair) 2026. Dalam ajang yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tersebut, LPDP mendukung pendanaan hadiah bagi para pemenang kompetisi dengan total nilai mencapai Rp806 juta.

Antusiasme para penerima penghargaan dari siswa SMA/sederajat hingga mahasiswa begitu terasa saat momen pengumuman pemenang berlangsung. Satu per satu nama pemenang dipanggil ke atas panggung, disambut sorak, tepuk tangan, dan ekspresi kegembiraan dari para peserta yang menanti hasil kompetisi dalam acara puncak IRIFair 2026 yang dilangsungkan di Gedung B.J. Habibie, BRIN Thamrin Jakarta pada Kamis (24/10) siang.

IRIFair 2026 menghadirkan tiga kompetisi berdasarkan jenjang pendidikan. B-BRAVE ditujukan bagi siswa SMA untuk mengembangkan dan mempresentasikan gagasan riset, dengan pemenang ditentukan berdasarkan kualitas dan kreativitas gagasannya. BRINATHON diperuntukkan bagi mahasiswa D4/S1 untuk merancang gagasan penelitian melalui Idea Concept Paper (ICP), yang dinilai dari kualitas, kebaruan, relevansi, dan potensi dampaknya. Sementara itu, B-CREATIVE menyasar mahasiswa S2 untuk mempresentasikan hasil penelitian tesis melalui research pitch, presentasi, dan poster, dengan penilaian mencakup kualitas hasil riset serta kemampuan mengomunikasikannya secara menarik.

Pada kategori B-CREATIVE, hadiah untuk satu klaster mencapai Rp89 juta, yang terdiri atas Rp20 juta untuk juara pertama, Rp15 juta untuk juara kedua, Rp12 juta untuk juara ketiga, serta Rp42 juta yang dibagikan kepada peringkat keempat hingga kesepuluh. Dengan tiga klaster kompetisi, total hadiah B-CREATIVE mencapai Rp267 juta.

Sementara itu, BRINATHON memiliki struktur hadiah yang sama, yaitu Rp89 juta untuk setiap klaster. Dengan empat klaster, total dukungan hadiah untuk kategori ini mencapai Rp356 juta.

Adapun kategori B-BRAVE memiliki nilai hadiah Rp61 juta untuk setiap klaster, terdiri atas Rp15 juta untuk juara pertama, Rp12 juta untuk juara kedua, Rp10 juta untuk juara ketiga, serta Rp24 juta untuk peringkat keempat hingga ketujuh. Dengan tiga klaster, total hadiah yang dialokasikan mencapai Rp183 juta.

Ini sekaligus kali pertama LPDP memberikan apresiasi dalam bentuk hadiah kepada talenta riset dan inovasi pada jenjang siswa SMA hingga mahasiswa melalui ajang IRIFair. Langkah tersebut memperluas spektrum dukungan LPDP terhadap ekosistem talenta nasional sekaligus memperlihatkan pentingnya membangun jalur pengembangan talenta secara berkelanjutan sejak dini.

Kepala BRIN Arif Satria menekankan pentingnya pembangunan talenta sebagai investasi jangka panjang bagi kemajuan Indonesia. Dalam sambutannya pada puncak IRIFair 2026, Arif menggarisbawahi keterkaitan antara kualitas sumber daya manusia, teknologi, dan inovasi dengan kemajuan ekonomi.

“Human capital dan penguasaan teknologi dan inovasi itu dua kata kunci yang kemudian akan menjadi pilar baik kemajuan ekonomi.” ujar Arief.

Arif juga mengingatkan para peserta IRIFair agar tidak sekadar berorientasi pada apa yang telah dilakukan pihak lain. Menurutnya, talenta masa depan perlu memiliki keberanian untuk menghasilkan sesuatu yang baru.

“Kalau kita ingin menjadi leader, maka kita harus fokus pada hal-hal baru.” pungkas mantan Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) ini.

Ia menilai kreativitas, imajinasi, kemampuan belajar, optimisme, dan kepercayaan diri menjadi modal penting bagi generasi muda untuk menghasilkan karya dan inovasi. Para peserta IRIFair, menurut Arif, merupakan bagian dari calon talenta dan calon pemimpin masa depan yang perlu terus mengembangkan potensi tersebut.

Membangun Talent Pipeline sejak Dini

Semangat tersebut sejalan dengan konsep IRIFair 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian Road to Talent Fest Manajemen Talenta Nasional Bidang Riset dan Inovasi.

Direktur Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Kementerian PPN/Bappenas Endang Sulastri dalam laporannya menjelaskan bahwa IRIFair menjadi ruang untuk pembinaan, kompetisi, sekaligus pengenalan riset dan inovasi bagi talenta pada tahap awal. Sementara rangkaian Road to Talent Fest memperlihatkan perjalanan talenta menuju pengembangan kapasitas, karier, dan kontribusi yang lebih luas.

“IRI Fair menjadi ruang untuk melakukan pembinaan, kompetisi, dan juga pengenalan riset dan inovasi bagi talenta pada tahap awal.”

Endang menambahkan, pembangunan talenta tidak seharusnya berhenti pada keberhasilan mengikuti kompetisi atau program tertentu. Talenta perlu terhubung dengan kesempatan pendidikan, riset, pengembangan kompetensi, jejaring, hingga jalur karier secara berkelanjutan.

Pandangan tersebut juga tercermin dalam desain Manajemen Talenta Nasional bidang riset dan inovasi. Dalam pemaparannya, Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas Pungkas Bahjuri Ali menjelaskan bahwa pengembangan talenta dimulai dari tahap pra-bibit, termasuk peserta didik dan siswa SMA, kemudian berlanjut pada tahap pembibitan, talenta potensial, hingga talenta unggul.

“Bukan hanya untuk menemukan bibit-bibit tadi, tetapi juga memastikan tidak ada rantai yang putus, jadi bibit yang ada terus ke atas, menuju kontribusi.” ujar Bahjuri.

Sementara itu Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Iptek BRIN Edy Giri Rachman Putra juga menempatkan pendanaan sebagai salah satu unsur penting dalam percepatan pengembangan talenta. Ia menyebut LPDP sebagai salah satu sumber pendanaan yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat ekosistem tersebut.

“Alhamdulillah sekarang kita juga sudah punya LPDP dan itu yang kita bisa manfaatkan semaksimal mungkin untuk penguatan ekosistem investasi kita.” kata Edy Giri.

Dalam pemaparannya, Edy juga menjelaskan bahwa perjalanan talenta dapat dimulai sejak siswa berada pada tahap pra-bibit, kemudian berkembang pada jenjang mahasiswa S1 dan S2, hingga menjadi talenta unggul. Ia menyebut berbagai pihak, termasuk BRIN dan LPDP, memiliki peran dalam menyediakan dukungan pada setiap tahapan tersebut.

Pada tahun ini, IRIFair 2026 dikemas sebagai bagian dari “Road to Talent Fest” Manajemen Talenta Nasional Bidang Riset dan Inovasi. Karena itu, cakupan pesertanya dibuat berjenjang, mulai dari siswa SMA/sederajat, mahasiswa S1/D4, mahasiswa S2, hingga talenta pada jenjang yang lebih lanjut. Sekitar 1.200 talenta dilibatkan dalam rangkaian kegiatan IRIFair 2026.

Rangkaian IRIFair 2026 diselenggarakan di tiga lokasi, yakni Innovation Convention Center (ICC) Cibinong, BRIN Serpong, Tangerang Selatan, serta Kampus BRIN Thamrin, Jakarta Pusat. ICC Cibinong menjadi salah satu lokasi pelaksanaan rangkaian kegiatan pada 21–23 September 2026, sementara BRIN Serpong menjadi lokasi berbagai agenda pengembangan talenta.

Sementara pada pembukaan IRIFair 2026 di ICC BRIN, Cibinong pada Senin (21/10) lalu, Direktur Fasilitasi Riset LPDP Ayom Widipaminto menegaskan bahwa LPDP hadir sebagai bagian dari rantai dukungan berkelanjutan bagi talenta riset, termasuk melalui research funding. 

“LPDP sebagai pengelola Dana Abadi Penelitian ikut serta menjadi bagian dari sebuah ekosistem pengembangan talenta, mulai dari pendidikan, penelitian, pengembangan kapasitas, sampai pada penciptaan dampak,” ujar Ayom dalam sambutannya.

Acara puncak IRIFair 2026 juga dihadiri sejumlah pemangku kepentingan dalam ekosistem talenta riset dan inovasi nasional, antara lain Kepala BRIN Prof. Arif Satria, S.P., M.Si., Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas Pungkas Bahjuri Ali, Direktur Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Kementerian PPN/Bappenas Endang Sulastri, Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi BRIN Edy Giri Rachman Putra, serta perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Hadir pula Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso beserta jajaran LPDP serta para tamu undangan lainnya.

Berita Terkait

Wawan Sunarjo Ditunjuk sebagai Direktur Investasi LPDP

Berita | 15-09-2026

Wawan Sunarjo Ditunjuk sebagai Direktur Investasi LPDP

Beasiswa LPDP Dokter Spesialis RSPPU Tahap 2 Dibuka, Tersedia 107 Kuota di 31 Rumah Sakit Bedah dan Non Bedah

Berita | 14-09-2026

Beasiswa LPDP Dokter Spesialis RSPPU Tahap 2 Dibuka, Tersedia 107 Kuota di 31 Rumah Sakit Bedah dan Non Bedah

LPDP dan LPTNU Resmi Kelola Dana Riset Rp7,5 Milar, Perkuat Ekosistem Riset di Kalangan Perguruan Tinggi NU

Berita | 09-09-2026

LPDP dan LPTNU Resmi Kelola Dana Riset Rp7,5 Milar, Perkuat Ekosistem Riset di Kalangan Perguruan Tinggi NU