Gedung Danadyaksa Cikini, Jl. Cikini Raya No.91A-D, Menteng, Jakarta Pusat
Call Center 134, +62-21-23507011
Total penerima Beasiswa LPDP sejak 2013 terbanyak berkuliah di dalam negeri dengan 51 persen dan luar negeri 49 persen. Ada lebih dari 14.000 penerima dari program afirmasi (Prasejahtera, Daerah Afirmasi, Putra-Putri Papua, dan Disabilitas).
Plt Direktur Utama LPDP Sudarto bersama Direktur Beasiswa Dwi Larso (kiri) dan Direktur Fasilitasi Riset Ayom Widipaminto (kanan) saat memberikan paparan pada Media Gathering Kemenkeu 2025 pada Jumat (9/10) di Bogor. Foto oleh Diky Andika.
Berita

LPDP Tegaskan Komitmen Akselerasi SDM Unggul Lewat Dana Abadi di Bidang Pendidikan

Penulis
Tony Firman
Kamis,
9 Oktober 2025

Total penerima Beasiswa LPDP sejak 2013 terbanyak berkuliah di dalam negeri dengan 51 persen dan luar negeri 49 persen. Ada lebih dari 14.000 penerima dari program afirmasi (Prasejahtera, Daerah Afirmasi, Putra-Putri Papua, dan Disabilitas).

Jakarta, 9 Oktober 2025 - Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan menegaskan komitmennya dalam mendukung akselerasi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pengelolaan dana abadi pendidikan, riset, perguruan tinggi, dan kebudayaan yang kini totalnya mencapai Rp154,19 triliun.

Dalam paparan di acara Media Gathering APBN 2026 Kementerian Keuangan, Plt Direktur Utama LPDP, Sudarto, menjelaskan bahwa LPDP berperan sebagai pengelola dana abadi untuk menjamin keberlanjutan pendanaan pendidikan jangka panjang.

“Kita patut bersyukur, sejak 2013 Indonesia sudah membangun dana abadi yang kini totalnya mencapai Rp154,19 triliun. Dari jumlah itu, dana abadi pendidikan mencapai Rp126 triliun, penelitian Rp13 triliun, perguruan tinggi Rp10 triliun, dan kebudayaan Rp5 triliun,” ujar Sudarto di Bogor pada Kamis (9/10) malam.

Sudarto menegaskan bahwa LPDP tidak hanya fokus pada beasiswa, tetapi juga memperkuat ekosistem riset dan inovasi nasional. Dana abadi penelitian, misalnya, kini dikelola bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi serta BRIN untuk mendukung penelitian strategis nasional. Sementara dana abadi perguruan tinggi diarahkan untuk peningkatan peringkat universitas Indonesia di level dunia.

Tahun ini, LPDP memproyeksikan belanja yang lebih besar dari hasil investasi, namun tetap terkendali dengan tata kelola risiko yang ketat. Portofolio investasi LPDP hingga kini mampu mencatatkan imbal hasil rata-rata 7,1 persen per tahun, dengan prinsip kehati-hatian tinggi.

“Kami pastikan tak ada mismatch antara pengelolaan dan pendapatan. LPDP dikelola dengan prinsip good governance dan berorientasi jangka panjang,” jelas Sudarto.

Dalam paparan tersebut, ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi multipihak. LPDP kini bekerja sama dengan berbagai lembaga internasional seperti Bill & Melinda Gates Foundation, Yayasan KBI, dan lembaga riset di Muhammadiyah untuk pendanaan riset dan pendidikan.

“Kami ingin semua pihak ikut chip-in. LPDP terbuka untuk kerja sama publik dan filantropi dalam memperluas akses pendidikan,” katanya.

LPDP dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden 111 Tahun 2012 dengan bentuk Badan Layanan Umum (BLU) yang mengelola Dana Abadi di Bidang Pendidikan. Saat ini LPDP mengelola Dana Abadi di Bidang Pendidikan yang terdiri dari empat klaster, yaitu Dana Abadi Pendidikan (DAP), Dana Abadi Penelitian (DAPL), Dana Abadi Perguruan Tinggi (DAPT), dan Dana Abadi Kebudayaan (DAKB).

Tren Positif Kinerja Layanan LPDP

Kinerja layanan LPDP sejak 2013 terus menunjukkan tren yang membanggakan dengan berhasil menyalurkan ratusan ribu manfaat #UangKita di bidang pendidikan, riset, kegiatan akademik perguruan tinggi, hingga kebudayaan.

Adapun data lengkapnya per 30 September 2025 adalah sebagai berikut:

  • 55.814 orang Penerima Beasiswa LPDP: S2 40.520 orang, S3 11.844 orang, Non-Degree 57, Dokter Spesialis 3.393 orang dokter spesialis.
  • 578.554 orang Penerima Beasiswa Kolaborasi Kemendikbudristek (2021 - 2024): 574.878 orang dengan Degree 24.967 orang, Non-Degree 549.911 orang, Kemdiktisaintek 2025 (1.076 orang dengan Degree 495 orang, Non-Degree 581 orang). Kemendikdasmen 2025 (2.600 orang, Degree: 0 Orang, Non-Degree: 2.600 orang).
  • 40.252 orang Penerima Beasiswa Kolaborasi Kemenag (Tahun 2022 - 2024): Degree 11.462 orang, Non-Degree: 28.790 orang. Tahun 2025 sedang dalam proses seleksi.
  • 3.660 Proyek Riset Didanai termasuk program kolaborasi (Kemdiktisaintek, Kemenag, dan BRIN). Proyek yang telah selesai sebanyak 1.794 proyek, on-going 1.866 proyek.
  • 23 Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) telah menghasilkan 7.935 Publikasi, 1.849 Visiting Professor, 576 Postdoc Fellowship, 6.800 Student Exchange.
  • 962 Penerima Manfaat Dana Abadi Kebudayaan (DAKB) berbentuk perorangan, komunitas, lembaga. Telah terselenggara 829 program publik dengan sekitar 28.472 pelaku budaya yang terlibat, 421 karya/kreasi baru berupa film dokumenter, film animasi, musik, dan lainnya.

Program Beasiswa LPDP S2 dan S3 yang dikelola secara mandiri oleh LPDP sejak 2013 telah menunjukkan proporsi yang ideal dengan 51 persen berkuliah di dalam negeri dan 49 persen lainnya di luar. Ini menunjukkan keberpihakan besar LPDP sekaligus mendorong anak bangsa yang melanjutkan studi di dalam negeri.

Keseimbangan antara daya dukung anggaran dan antusiasme pendaftar yang terus melonjak terus dipastikan dijaga Untuk diketahui, jumlah pendaftar beasiswa LPDP setiap tahun meningkat signifikan. Tahun 2024, pendaftar telah mencapai 78.596 ribu orang. Kuota penerimaan tetap sekitar 4.000 orang per tahun,

Saat ini LPDP sedang memperluas kerjasama pendanaan bersama universitas dan lembaga mitra internasional guna memastikan layanan beasiswa terbaik. Hingga 2025, LPDP telah menjalankan 23 program beasiswa co-funding dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga mitra global.

“Skema co-funding menjadi terobosan kami di tengah keterbatasan anggaran. Melalui kerja sama pendanaan bersama universitas luar negeri maupun lembaga donor, kita bisa melipatgandakan peluang tanpa membebani APBN,” jelasnya.

Sementara itu peminat studi rumpun STEM (Science, Technology, Engineering, dan Mathematics) pada penerima Beasiswa LPDP terus menunjukkan tren kenaikan. Dimulai dari 2013 sampai 2022 yang mencatat 36 persen, menjadi 67 persen di tahun 2025. Angka kenaikan ini sejalan dengan besarnya peminat Beasiswa LPDP dalam kurun lima tahun terakhir.

Beasiswa LPDP bisa diikuti oleh seluruh Warga Negara Indonesia dalam rangka peningkatan taraf pendidikan tinggi wujud dari kehadiran negara. Tetapi aspek keadilan harus ditegakkan. 

Untuk memastikan keadilan akses, LPDP terus memperluas program afirmasi hingga menjangkau 127 kabupaten/kota di daerah tertinggal dan perbatasan, termasuk Papua dan 3T. Hingga kini, lebih dari 14.000 penerima afirmasi telah dibiayai, lengkap dengan dukungan pelatihan pra-studi seperti bahasa dan kesiapan akademik.

“Ada yang disebut minority destructive, inovator sebagai motor pembangunan. Tidak perlu majority, tapi kalau ada sedikit orang yang memang benar-benar bisa menjadi inovator, itu akan berdampak baik kepada pembangunan. Sehingga kami selalu berprinsip bahwa ‘let’s get one percent of our’” ujar Sudarto.

Kegiatan bertajuk “Media Gathering APBN 2026: Kupas Tuntas APBN 2026, Indonesia Mandiri, Tangguh, dan Sejahtera”  ini dihadiri oleh 26 media nasional cetak dan elektronik dengan 52 wartawan. LPDP sebagai satuan kerja non eselon di bawah Kementerian Keuangan hadir memberikan pemaparan materi.

Berita Terkait

LPDP Kumpulkan 814 Pewawancara untuk Coaching dan Perkuat Kualitas Seleksi

Berita | 20-04-2026

LPDP Kumpulkan 814 Pewawancara untuk Coaching dan Perkuat Kualitas Seleksi

200 Mahasiswa President University Antusias Ikuti Sosialisasi Beasiswa Akselerasi Magister LPDP

Berita | 15-04-2026

200 Mahasiswa President University Antusias Ikuti Sosialisasi Beasiswa Akselerasi Magister LPDP

Beasiswa Akselerasi Magister, Peluang Emas S1 Lanjut S2 dan Sejumlah Pertanyaan yang Muncul

Berita | 10-04-2026

Beasiswa Akselerasi Magister, Peluang Emas S1 Lanjut S2 dan Sejumlah Pertanyaan yang Muncul