Gedung Danadyaksa Cikini, Jl. Cikini Raya No.91A-D, Menteng, Jakarta Pusat
Call Center 134, +62-21-23507011
Berita

Potensi dan Tantangan Transisi Energi Nasional: Peran Apa yang Bisa Diisi oleh LPDP?

Penulis
Tony Firman dan Dimas Wahyudi
Selasa,
18 Juli 2023

Jakarta, 18 Juli 2023 - Perubahan iklim dan transisi energi telah menjadi agenda pembangunan dunia yang paling mendesak dan ambisius. Paris Agreement yang turut diratifikasi oleh Indonesia turut berimplikasi pada perlunya tindakan nyata dalam mitigasi, adaptasi, dan dukungan pendanaan terkait perubahan iklim. Ditambah, Indonesia sendiri telah berkomitmen untuk mencapai net zero emission pada tahun 2060.

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) turut berperan mendukung agenda transisi energi terbarukan. Caranya adalah dengan menempatkan portofolio investasi Dana Abadi melalui obligasi berwawasan lingkungan atau green bonds yang diterbitkan emiten dan penerbitan obligasi tematik oleh pemerintah.

Dengan begitu, bisa dipastikan investasi LPDP akan selalu mendukung ekosistem keuangan berkelanjutan dan proyek strategis nasional khususnya pada isu transisi energi. Investasi LPDP juga selalu mendukung inisiatif penerapan konsep ESG & SDGs di Indonesia.

“Indonesia saat ini sudah harus bertransisi dari fossil fuels ke renewable energy. Fossil fuels disamping jumlahnya terbatas, juga kurang ramah lingkungan” ujar Direktur Utama LPDP, Andin Hadiyanto saat membuka Seminar Investasi bertajuk "Peran LPDP dalam Mendukung Transisi Energi Nasional" pada Selasa (18/07) 2023. 

Hasil investasi yang dikelola LPDP melalui Dana Abadi telah memberikan manfaat pada pemberian beasiswa magister dan doktor di dalam dan luar negeri. LPDP sudah memberangkatkan lebih dari puluhan ribu anak bangsa sejak pertama kali membuka layanan beasiswa pada 2013 silam. Para lulusan inilah yang diharapkan mampu menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) untuk pengelolaan energi terbarukan di masa mendatang.

Acara Seminar Investasi bertema pendanaan transisi energi ini mengundang representasi dari para partner strategis yang selama ini berkolaborasi dengan LPDP dalam menjalankan proses bisnis yang mengarah pada energi terbarukan. Mereka antara lain adalah Asian Development Bank (ADB), PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), dan PT Pertamina (Persero) untuk memperbincangkan terkait proyek energi hijau dalam tataran pendanaan dan tata kelola.

Pada gelaran Seminar Investasi ini, LPDP turut mengundang representasi dari para partner strategis yang selama ini membersamai dan berkolaborasi dengan LPDP dalam menjalankan proses bisnis yang mengarah pada energi terbarukan. Mereka adalah Andrew Fransiscus, Senior Program Officer, Asian Development Bank (ADB); Edwin Syahruzad, Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI); dan Direktur Utama, PT Pertamina (Persero) yang diwakili oleh Emma Sri Martini, Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero). 

Kolaborasi Pendanaan Menuju Energi Baru Terbarukan (EBT)

Bicara pendanaan energi terbarukan di Indonesia, tidak bisa dilepaskan dari ADB yang dipilih pemerintah untuk turut menjalankan mekanisme transisi energi. ADB merupakan institusi keuangan internasional yang berkomitmen mendukung pembiayaan di bidang perubahan iklim dan transisi energi di kawasan Asia Pasifik. Senior Program Officer ADB, Andrew Fransiscus menilai dukungan LPDP pada isu-isu transisi energi khususnya melalui instrumen investasi telah berjalan di atas rel yang benar. Pasalnya, kawasan Asia dan Pasifik sejauh ini berkontribusi lebih dari 50 persen dari global greenhouse dan gas emission dan angkanya akan terus bertumbuh.

“ADB sendiri telah berfokus dalam pemberian dukungan pendanaan untuk mempercepat penutupan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) atau mendukung pembangunan investasi clean energy maupun transaksi terhadap perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang energi terbarukan.” ujar Andrew menjelaskan. 

Andrew memaparkan, climate financing ADB di Indonesia pada tahun 2022 sudah mencapai 670 juta dolar. Terbagi menjadi 530 juta dolar untuk mitigasi dan 140 juta dolar untuk adaptasi. Selain itu, per 1 Juli 2023, ADB menetapkan bahwa 100 persen operasi sovereign (pendanaan ke pemerintah) harus sesuai dengan komitmen pemerintah setempat saat meratifikasi Paris Agreement.

Direktur Utama PT SMI, Edwin Syahruzad yang hadir sebagai narasumber kedua pertama-tama memberikan apresiasi inisiasi Kerangka Kerja Sama bersama LPDP yang sempat disepakati akhir Mei lalu. Kesepakatan yang mencakup kerja sama investasi, pengembangan kapasitas SDM, pendanaan riset, dan penjajakan penyaluran dana filantropi ini telah berjalan dan memasuki babak baru dengan ditandatanganinya Perjanjian Pendahuluan Rencana Penerbitan Instrumen Investasi yang sekaligus dilakukan di sela-sela kegiatan ini. 

Sebagai perusahaan pembiayaan infrastruktur di bawah Kementerian Keuangan, PT SMI terus mengalami transformasi orientasi pembiayaan termasuk kini ke sektor pembangunan green energy. Hal ini tak lepas dari status PT SMI yang ditunjuk menjadi country platform untuk Energy Transition Mechanism (ETM) termasuk pengelolaan pendanaan dari ADB.

“Saya rasa perubahan iklim atau climate change itu adalah isu pembangunan dan bahkan isu kemanusiaan yang paling besar dalam abad ini, tentunya di samping pandemi. Karena itulah kami membentuk divisi pembiayaan yang mengedepankan aspek berkelanjutan “ ujar Edwin.

Keterbukaan Pertamina Terhadap Energi Berkelanjutan

Paparan terakhir datang dari Direktur Utama PT Pertamina (Persero) yang diwakili Direktur Keuangan PT Pertamina, Emma Sri Martini. Ia menjelaskan bahwa semua negara saat ini dihadapkan dengan tantangan energi untuk menyeimbangkan tiga aspek sekaligus yaitu kebijakan ketahanan energi, kelestarian lingkungan, dan keterjangkauan harga. Di sisi lain, Indonesia sendiri dinilai memiliki potensi sumber daya alam yang besar untuk bisa melakukan proyek transisi energi terbarukan.

“Ini adalah area-area yang perlu dilakukan riset dari segi teknologi peningkatan SDM dan ini menjadi area kolaborasi yang diharapkan bisa dieksplor lebih lanjut dengan LPDP salah satunya ada dana riset” ujar Emma menjelaskan.

Seluruh proses bisnis LPDP yaitu investasi, pendanaan riset, dan beasiswa dinanti oleh PT Pertamina dalam mengawal usaha transisi energi nasional. Pertamina membutuhkan para ahli yang mendukung digitalisasi seperti cyber security, cloud computing and networking, AI & ML, big data, blockchain,  dan para ahli di bidang spesifik migas seperti CCUS (Carbon Capture, Utilization, and Storage), petrochemical engineering, sustainability, renewable energy, EOR/IOR Engineering, integrated reservoir model, dan sebagainya. 

Seminar Investasi yang dilaksanakan di CGV Grand Indonesia ini merupakan rangkaian dari gelaran LPDP Festival 2023. Ratusan tamu undangan hadir memadati kursi bioskop CGV serta memantik antusiasme dalam sesi tanya jawab. Acara yang dimoderatori oleh Marializia Hasni ini disiarkan langsung di kanal YouTube LPDP RI dan dapat diputar kembali untuk menyimak jalannya sesi acara secara penuh.

Berita Terkait

LPDP Kumpulkan 814 Pewawancara untuk Coaching dan Perkuat Kualitas Seleksi

Berita | 20-04-2026

LPDP Kumpulkan 814 Pewawancara untuk Coaching dan Perkuat Kualitas Seleksi

200 Mahasiswa President University Antusias Ikuti Sosialisasi Beasiswa Akselerasi Magister LPDP

Berita | 15-04-2026

200 Mahasiswa President University Antusias Ikuti Sosialisasi Beasiswa Akselerasi Magister LPDP

Beasiswa Akselerasi Magister, Peluang Emas S1 Lanjut S2 dan Sejumlah Pertanyaan yang Muncul

Berita | 10-04-2026

Beasiswa Akselerasi Magister, Peluang Emas S1 Lanjut S2 dan Sejumlah Pertanyaan yang Muncul