Gedung Danadyaksa Cikini, Jl. Cikini Raya No.91A-D, Menteng, Jakarta Pusat
Call Center 134, +62-21-23507011
Penerima Nurtanio Award
Berita

Profesor Aerodinamika ITB Raih Nurtanio Award 2024, Wujud Nyata Dukungan LPDP Terhadap Kemajuan Ilmuwan

Penulis
Tony Firman
Selasa,
26 November 2024

Jakarta, 26 November 2024 - Nurtanio Award kembali digelar tahun ini oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Profesor bidang Aerodinamika dari Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (FTMD ITB), Ir. Lavi Rizki Zuhal, Ph.D berhasil menyabet Nurtanio Award 2024.

Lavi dikenal berkat minat besarnya pada penelitian tentang pertemuan antara mekanika fluida, mekanika padat, dan ilmu komputasional dengan aplikasi khusus pada bidang teknik dirgantara.

Ia menjelaskan bahwa tantangan dalam bidang rekayasa dirgantara telah bergeser. Apabila dahulu berfokus pada perancangan wahana yang dapat bergerak cepat, kini telah mengarah pada isu ramah lingkungan.

“Salah satu alternatif untuk menjawab tantangan tersebut adalah dengan mengambil inspirasi aliran yang dijumpai di alam. Aliran jenis ini adalah aliran tak tunak (non-steady flow) yang didominasi oleh pembangkitan dan interaksi vortex yang sangat kompleks.” terang Wakil Dekan Bidang Akademik dan Ketua Kelompok Keahlian Dinamika Fluida dan Propulsi di FTMD ITB ini.

Orasi ilmiah saat pengukuhan guru besar pada Mei lalu berjudul "Metodologi Analisis Aliran Fluida Kompleks" juga membahas tentang tantangan di bidang aerodinamika fluida dengan kebutuhan energi ramah lingkungan saat ini.

Selain itu terdapat pemberian Kuliah Ilmiah Nurtanio Pringgoadisuryo Memorial Lecture tahun 2024 yang disampaikan oleh Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, Ph.D. Jos, akrab disapa, aktif sebagai peneliti di bidang penginderaan jauh di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BBPT) Jakarta.

Jos mengelola laboratorium penginderaan jarak jauh Josaphat Microwave Remote Sensing Laboratory (JMRSL), Pusat Penginderaan Jarak Jauh Center for Environmental Remote Sensing (CEReS), Universitas Chiba, Jepang sejak 2005.

Telah banyak penghargaan dari berbagai penelitian yang Jos dapatkan. Produktivitas penelitian tercatat dengan karya 17 buku serta 1.000 makalah dan jurnal yang berhasil dibuatnya sejauh ini.

Penghargaan diberikan langsung oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko kepada Prof Lavi dan Prof Jos di hadapan para tamu undangan. Penerima Nurtanio Award berhak mendapat hadiah uang tunai sebesar Rp400 juta dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Sementara orasi ilmiah Nurtanio Pringgoadisuryo Memorial Lecture mendapat Rp25 juta.

Adapun Nurtanio Award adalah bagian dari Program Apresiasi Talenta Riset dan Inovasi sejak 2023 yang resmi menggandeng LPDP untuk pemberian dukungan dana.

Dalam sambutannya setelah penyerahan Nurtanio Award dan Memorial Lecture, Laksana mengatakan bahwa kegiatan apresiasi talenta seperti ini merupakan bagian puncak dari skema manajemen talenta nasional.

Laksana turut menyinggung tentang riset inovasi di sektor kedirgantaraan dan antariksa yang merupakan bagian dari fokus BRIN untuk terus melakukannya bersama talenta anak bangsa.

“Bapak ibu sekalian acara ini terselenggara berkat dukungan dari pemerintah dan khususnya LPDP, juga Komisi X sebagai mitra kami saat ini di DPR. Jadi tentu acara ini harus terus diselenggarakan. Karena apresiasi itu akan memberikan motivasi dan prospek yang tidak boleh hilang. Kalau hilang akan memunculkan masalah bagi generasi penerus.” ujar Laksana.

Nurtanio Award merupakan salah satu bentuk apresiasi kepada insan, tokoh, ilmuwan, dan pakar (perusahaan, industri, akademisi, dan profesional) yang sudah menghasilkan berbagai prestasi dan inovasi yang luar biasa, serta menaruh perhatian khusus dalam dunia penerbangan dan antariksa di Indonesia.

Penggunaan nama “Nurtanio” dimaksudkan untuk mengenang jasa pengabdian Marsekal Muda TNI (Anm.) Nurtanio Pringgoadisuryo sebagai perintis industri kedirgantaraan Indonesia, sekaligus sosok pembuat pesawat pertama all metal dan fighter Indonesia bernama Sikumbang dan membuat pesawat lain bernama Kunang-kunang, Belalang, dan Gelatik.

Sedangkan Nurtanio Pringgoadisuryo Memorial Lecture adalah kegiatan keilmuan dalam bentuk orasi Ilmiah pada bidang penerbangan dan antariksa yang disampaikan oleh insan, tokoh, ilmuwan, dan pakar (perusahaan, industri, akademisi, profesional) yang menaruh perhatian khusus serta telah banyak memberikan inspirasi dan pemikirannya dalam pengembangan ilmu pengetahuan (IPTEK) dan teknologi, khususnya pada bidang penerbangan dan antariksa di Indonesia.

 

Berita Terkait

LPDP Pastikan Dukungan Penuh Dana Indonesiaraya, Ingin Tingkatkan Partisipasi Pelaku Budaya di Daerah 3T

Berita | 05-05-2026

LPDP Pastikan Dukungan Penuh Dana Indonesiaraya, Ingin Tingkatkan Partisipasi Pelaku Budaya di Daerah 3T

LPDP Danai Riset Bestari Saintek  dan Semesta tahun 2026 untuk Perkuat Hilirisasi Riset dan Kolaborasi Lintas Sektor

Berita | 04-05-2026

LPDP Danai Riset Bestari Saintek dan Semesta tahun 2026 untuk Perkuat Hilirisasi Riset dan Kolaborasi Lintas Sektor

LPDP Buka 6 Program Beasiswa Co-Funding di Empat Negara, Peluang Lebih Besar bagi Calon Pendaftar

Berita | 20-04-2026

LPDP Buka 6 Program Beasiswa Co-Funding di Empat Negara, Peluang Lebih Besar bagi Calon Pendaftar