Gorontalo, 16 Januari 2024 - Di wilayah Teluk Tomini yang terkenal akan keindahan alam dan kekayaan lautnya, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan hadir di Gorontalo menyapa anak-anak terbaik yang merindukan pendidikan tinggi.
Seminar Pembukaan Beasiswa LPDP 2024 dilangsungkan di Universitas Negeri Gorontalo. Menyapa, menjalin ikatan dalam memperkenalkan lebih dekat tentang beasiswa S2 dan S3 yang dibiayai penuh oleh pemerintah.
LPDP terus berharap dan mendorong agar ada lebih banyak lagi penerima beasiswa dari luar Jawa. Pasalnya, sejak pertama kali LPDP dibuka, para penerima beasiswa masih didominasi oleh putra-putri yang berasal dari Pulau Jawa.
Kepala Divisi Hukum dan Komunikasi M. Lukmanul Hakim mengatakan, pendaftar beasiswa LPDP dari luar Jawa jumlahnya masih jauh dari harapan meski sudah dibuka berbagai program khusus dengan syarat yang lebih mudah.
Selain program Beasiswa Reguler yang bisa diikuti oleh umum, terdapat program Beasiswa Daerah Afirmasi yang dapat diikuti oleh masyarakat yang tempat tinggalnya berada dalam daftar Daerah Afirmasi.
Di Sulawesi, wilayah yang masuk daftar daerah afirmasi adalah Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Toja Una-Una. Para pendaftar Beasiswa Daerah Afirmasi akan mendapat kemudahan persyaratan seperti batas usia magister maksimal hingga 47 tahun dan doktor 50 tahun, skor Toefl ITP dan IPK minimal yang rendah.
Tidak hanya itu, para penerima Beasiswa Daerah Afirmasi akan mendapat bantuan spesial berupa program Pengayaan Bahasa yang turut dibiayai penuh oleh LPDP guna mendapatkan skor sertifikat bahasa Inggris yang memenuhi persyaratan kampus. Untuk mengetahui lebih detail persyaratan Beasiswa Daerah Afirmasi, dapat membuka tautan berikut ini.
“Inilah menjadi concern perhatian dari LPDP bagaimana informasi tersebar dulu supaya menstimulasi pendaftar lebih banyak dan kita juga berharap penerima beasiswa akan lebih banyak. Sehingga pemerataan pendidikan dan level kualitas pendidikan akan merata di seluruh Indonesia.” ujar M. Lukmanul Hakim di Gedung Rektorat Lt. 4 Universitas Gorontalo pada Selasa (16/1) pagi.
Sementara itu Direktur Fasilitasi Riset LPDP Wisnu Sardjono Soenarso yang hadir memberikan paparan pembuka turut menyinggung tentang masih sangat sedikitnya rakyat Indonesia yang menyelesaikan pendidikan magister dan doktor. Bahkan bila ditotal belum ada satu persen dari penduduk Indonesia di usia produktif yang tamat S2 dan S3 atau hanya 0,49 persen saja.
“Awardee LPDP itu baru 10 ribu orang. Harapannya di 2045 nanti jumlah ideal S2 dan S3 itu secara nasional adalah 20 juta atau 9,8 persen. LPDP tentunya tidak mengambil semua, tapi kita berharap targetnya awardee LPDP itu 30.000 orang di tahun 2045” papar Wisnu.
Kegiatan seminar beasiswa ini dihadiri lebih dari 350 orang secara daring dan 200 orang secara luring. Para peserta pejuang pencari beasiswa datang dari berbagai wilayah di Sulawesi seperti Provinsi Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara dan Gorontalo.
Untuk mendukung tercapainya visi Indonesia Maju 2045, salah satu prasyarat yang perlu dipenuhi adalah tercapainya SDM yang berkualitas. Dalam hal ini, LPDP berkontribusi untuk memperkuat kualitas SDM Indonesia melalui dukungan pendidikan kelas terbaik dunia.
LPDP memberikan kesempatan kepada seluruh anak bangsa untuk mengembangkan kompetensi pendidikan melalui beasiswa yang inklusif. LPDP membuka Pendaftaran Beasiswa Tahap I pada 12 Januari 2024 dan Tahap II di 19 Juni 2024. Anda bisa mengunjungi situs resmi lpdp.kemenkeu.go.id untuk mengetahui berbagai program beasiswa lengkap dengan persyaratannya.
Seminar dan sosialisasi pembukaan beasiswa LPDP 2024 juga diberikan dalam bentuk daring di YouTube LPDP RI dan secara luring di berbagai kota di Indonesia. Di awal tahun ini LPDP hadir memberikan seminar pembukaan di Kota Palangka Raya, Kota Batam, Kota Kefamenanu, Kota Manokwari dan Kota Gorontalo.
Rangkaian seminar ini tentunya sebagai pembuka dari sosialisasi yang terus dilakukan LPDP sepanjang tahun untuk mengenalkan program-program beasiswa LPDP kepada masyarakat.(ar/ton)



