Gedung Danadyaksa Cikini, Jl. Cikini Raya No.91A-D, Menteng, Jakarta Pusat
Call Center 134, +62-21-23507011
Direktur Fasilitasi Riset Ayom Widipaminto saat memberi sambutan dan launching buku Meretas Batas pada acara Vocationomics
News

Peluncuran Hasil Penelitian Program Ekosmira, Meretas Batas Membentuk Peta Jalan Masa Depan Ekonomi Daerah

Penulis
Tony Firman
Rabu,
4 Desember 2024

Jakarta, 3 Desember 2024 - Dukungan penuh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) terhadap pengembangan potensi daerah memasuki babak kemajuan baru dengan diluncurkannya buku berisi kumpulan hasil penelitian berbasis policy brief.

Buku tersebut diberi judul “Meretas Batas:Bergerak Bersama Membentuk Peta Masa Depan” yang resmi diluncurkan dalam acara bertajuk Vocationomics: Pendidikan Vokasi untuk Ekonomi Indonesia Maju pada Selasa (2/11) siang di kawasan Jakarta Barat.

Meretas Batas berisi tentang rangkuman cerita penelitian dari 20 konsorsium perguruan tinggi vokasi nasional yang dikemas dalam bahasa populer dengan menggandeng TEMPO Institute. Ia membahas semua sekat yang memisahkan ekonomi dari sektor-sektor lain, seperti politik, sosial, budaya, dan agama, termasuk pendidikan yang telah dilakukan oleh masing-masing kampus vokasi.

Dinukil dari sinopsis buku yang ditulis Tempo Institute, penelitian oleh 20 konsorsium vokasi ini berhasil menghidupkan angka-angka mati dan menautkan temuan kemanusiaan ke dalam wajah ekonomi bangsa.

Banyak temuan yang selama ini tak nampak dalam analisis ekonomi berhasil dimunculkan dalam penelitian. Misalnya temuan keluhan tentang tersendatnya proses regenerasi seperti anak muda yang tidak mau lagi turun ke sawah atau perkebunan dengan alasan stigma pekerjaan yang tidak membanggakan atau kendala sinyal yang jadi alasan angkatan muda enggan terjun. Sementara di daerah lain ditemukan dampak budaya gotong-royong yang dipandang positif justru memanjakan angkatan kerja muda, menurunkan etos kerja dan daya juang mereka.

Penelitian yang dilakukan 20 konsorsium vokasi ini adalah program Ekosistem Kemitraan Berbasis Potensi Daerah (Ekosmira) yang diselenggarakan oleh Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Mitras DUDI) Kemendikbudristek.

Program Ekosmira punya tujuan strategis untuk menyelaraskan potensi daerah dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), sekaligus menjadikan pendidikan vokasi sebagai katalisator perubahan.

Bergulirnya program Ekosmira tidak lepas dari peran dukungan LPDP melalui Dana Abadi Pendidikan (DAP) yang disalurkan secara tepat sasaran. LPDP telah mengalokasikan dana sebesar Rp90 miliar untuk program Ekosmira selama tiga tahun sejak 2023.

Pada tahun pertama inilan telah dihasilkan 27 policy paper berisi rencana tenaga kerja dan inovasi berbasis potensi daerah yang sekaligus terangkum di dalam buku Meretas Batas. Selain itu juga hasil kajian tersebut telah diserahkan kepada pemerintah daerah sebagai rujukan RPJMD dan RPJPD.

Direktur Fasilitasi Riset LPDP Ayom Widipaminto yang hadir dalam acara Vocationomics mengatakan bahwa pendanaan dari LPDP merupakan wujud nyata dukungan negara dalam kolaborasi multipihak untuk memajukan daerah dengan memaksimalkan peran dan fungsi sekolah vokasi.

“Konsorsium ini merupakan wujud nyata kolaborasi multipihak: perguruan tinggi, pemerintah daerah, dunia usaha, dan dunia industri. Melalui kolaborasi ini, kita tidak hanya membangun SDM unggul, tetapi juga memperkuat ekosistem inovasi yang berbasis pada kearifan lokal dan kebutuhan spesifik daerah.” ujar Ayom di hadapan para tamu undangan dan hadirin.

LPDP bersama Mitras DUDI telah menyusun dua program Katalisator Kemitraan Berdikari yaitu Skema Emas (Ekonomi, Mandiri, dan Sejahtera) yang merupakan jejaring kemitraan riset Perguruan Tinggi Penyelenggara Pendidikan Vokasi (PTPPV) masyarakat di daerah yang menghasilkan produk tepat guna untuk menyelesaikan masalah lokal, meningkatkan produktivitas, dan menambah nilai jual komoditas unggulan.

Kedua, bernama Skema Berlian (Berdaya saing, Efektif dan Berkelanjutan), yaitu jejaring kemitraan riset PTPPPV dengan industri untuk menghasilkan inovasi atau teknologi yang menjadi bagian dari rantai pasok industri.

Lebih lanjut LPDP telah menyiapkan dana sebesar Rp40 miliar yang siap disalurkan kepada para pengusul proposal yang dinyatakan lulus seleksi pada kedua program yang digulirkan Mitras DIDU tersebut.

“Oleh karena itu, pada kesempatan yang baik ini, kami menghimbau kepada para dosen di lingkungan Perguruan Tinggi Vokasi untuk dapat mengirimkan proposal terbaiknya, yang mengusulkan inovasi berdasarkan rekomendasi dari hasil riset Ekosmira.” ujarnya.

Acara Vocationomic ini dihadiri oleh jajaran penting seperti Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek (periode 2022-2024), Majelis Akreditasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), Direktur Tempo Institute, para insan pendidikan vokasi, industri, dan komunitas lainnya.

Relate Articles

LPDP Kumpulkan 814 Pewawancara untuk Coaching dan Perkuat Kualitas Seleksi

Berita | 20-04-2026

LPDP Kumpulkan 814 Pewawancara untuk Coaching dan Perkuat Kualitas Seleksi

200 Mahasiswa President University Antusias Ikuti Sosialisasi Beasiswa Akselerasi Magister LPDP

Berita | 15-04-2026

200 Mahasiswa President University Antusias Ikuti Sosialisasi Beasiswa Akselerasi Magister LPDP

Beasiswa Akselerasi Magister, Peluang Emas S1 Lanjut S2 dan Sejumlah Pertanyaan yang Muncul

Berita | 10-04-2026

Beasiswa Akselerasi Magister, Peluang Emas S1 Lanjut S2 dan Sejumlah Pertanyaan yang Muncul