Jakarta, 26 November 2025 - Georgetown School of Foreign Service (SFS) Asia Pacific resmi mengesahkan kantor perkuliahannya di Jakarta pada Rabu (26/11) siang. Kampus Georgetown SFS Asia Pacific berlokasi di The Plaza Office Tower, Jakarta. Ini merupakan kampus cabang dari induk Edmund A. Walsh School of Foreign Service Georgetown University di Washington DC, Amerika Serikat.
Hadirnya Georgetown School of Foreign Service (SFS) Asia Pacific tidak bisa dilepaskan dari peran kerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang meluncurkan program Beasiswa LPDP - Georgetown School of Foreign service (SFS) Asia-Pacific Program Master.
Sejak 2024, LPDP dan Georgetown University telah menjalin kemitraan melalui Executive Master’s in Diplomacy and International Affairs (EMDIA). Program Beasiswa LPDP - Georgetown School of Foreign service (SFS) Asia-Pacific kini memasuki tahun kedua, menjadi salah satu skema beasiswa paling strategis dalam mendukung kebutuhan talenta Indonesia di sektor luar negeri, kebijakan publik, keamanan, dan manajemen global.
Mewakili Direktur Utama LPDP, Direktur Investasi Muhammad Oriza menyampaikan sambutan kunci tentang makna kerja sama LPDP–Georgetown bagi Indonesia. Ia mengapresiasi kehadiran Georgetown School of Foreign Service di Jakarta.
“Merupakan sebuah kehormatan berada di sini hari ini pada Peresmian Georgetown School of Foreign Service Asia-Pacific di Jakarta. Sebuah tonggak penting tidak hanya bagi Georgetown, tetapi juga bagi investasi jangka panjang Indonesia dalam kepemimpinan berwawasan global,” ujar Oriza.
Melalui skema co-funding antara LPDP dengan Georgetown SFS Asia Pacific, mahasiswa Indonesia memulai studi di Jakarta, kemudian melanjutkan ke Doha (Qatar campus) dan Washington, D.C. Model pembelajaran multi-kampus inilah yang menjadi nilai tambah utama. Oriza menegaskan bahwa pengalaman global seperti ini dimaksudkan untuk membentuk perspektif kelas dunia.
“Program ini menawarkan jalur akademik yang unik serta diselenggarakan di Jakarta, Washington, D.C., dan Qatar. Perspektif global seperti ini hanya dialami oleh sangat sedikit mahasiswa di seluruh dunia dan kami menitipkan kepercayaan tersebut kepada Anda, para penerima beasiswa kami” tambah Oriza di hadapan para mahasiswa dan tamu undangan.
Puluhan Mahasiswa Telah Bergabung
Hingga 2025, program ini telah menghasilkan 25 alumni batch pertama, dan kini 29 awardee batch kedua sedang menempuh pembelajaran tahap awal di Jakarta. Mereka berasal dari instansi strategis seperti Kementerian Luar Negeri, Kementerian Keuangan, BUMN, hingga lembaga independen seperti KPK.
Para awardee batch 2025 akan melanjutkan perjalanan akademik mereka ke Dubai (Qatar campus) dan Washington, D.C. pada tahun 2026 sebagai bagian dari skema perkuliahan di multi negara sekaligus.
Joel S. Hellman selaku Kepala Edmund A. Walsh School of Foreign Service Georgetown University yang hadir dalam sambutannya mengatakan bahwa pendirian GSAP di Jakarta merupakan langkah nyata dan vital untuk mendukung lahirnya generasi pemimpin global di kawasan Asia Pasifik khususnya Indonesia.
“Kita perlu membekali mereka (generasi muda) dengan ide-ide baru. Kita perlu memberikan pengalaman baru. Karena akan mendapat masalah yang sangat berbeda dari masalah yang kita hadapi saat ini” ujar Hellman.
Peresmian ini dihadiri tokoh-tokoh penting seperti Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, pejabat Kementerian Luar Negeri, Kementerian Investasi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kedutaan Besar Amerika Serikat, dan banyak lagi.



