Jakarta, 26 Agustus 2026 - Ada yang berbeda dari kegiatan Fall 2026 Orientation mahasiswa Georgetown SFS Asia Pacific (GSAP) yang diadakan di Kampus GSAP di The Plaza Office Tower Jakarta pada Rabu (26/8/2026) pagi.
Dari total 34 mahasiswa baru yang mengikuti orientasi, sebanyak 11 orang adalah angkatan pertama dari Program Akselerasi Magister yang bermitra dengan Georgetown University di Washington, D.C.
Ini kali pertama Program Akselerasi Magister 1+1 memasuki tahap pelaksanaan dalam kemitraan LPDP dengan Georgetown University. Program tersebut menjadi skema full scholarship yang memungkinkan 11 mahasiswa tersebut menempuh satu tahun tahap internasionalisasi sarjana di GSAP, Jakarta, kemudian melanjutkan satu tahun pendidikan magister di Georgetown University, Washington, D.C.
Kesebelas angkatan perdana Program Akselerasi Magister itu masing-masing empat mahasiswa Universitas Bina Nusantara dan Universitas Indonesia dan tiga dari Universitas Presiden dan telah memegang LoA di Georgetown University.
Pada tahun pertama, peserta Program Akselerasi Magister menjalani tahap internasionalisasi sarjana di GSAP Jakarta. Berdasarkan hasil evaluasi akademik pada tahap tersebut, peserta yang direkomendasikan akan melanjutkan studi magister selama satu tahun di Georgetown University, Washington, D.C. Gelar sarjana tetap diterbitkan oleh perguruan tinggi asal di Indonesia, sedangkan gelar magister diterbitkan oleh Georgetown University.
Direktur Utama LPDP Yon Arsal dalam sambutannya mengatakan, Program Akselerasi Magister merupakan inisiatif baru yang dirancang untuk memperluas akses mahasiswa Indonesia terhadap pendidikan tinggi berkelas dunia sejak masih berada pada jenjang sarjana.
“Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa sarjana untuk memperoleh pengalaman akademik internasional hingga satu tahun, dengan kemungkinan untuk melanjutkan langsung ke program magister di universitas yang sama.” ujar Yon dalam sambutannya.
LPDP memberikan pendanaan penuh untuk masa studi maksimal 24 bulan yang mencakup satu tahun tahap internasionalisasi sarjana dan satu tahun pendidikan magister. Pendanaan meliputi komponen biaya pendidikan dan pendukung lainnya yang tercantum dalam rincian program.
Untuk tahap awal, kerja sama mencakup tiga program studi di Georgetown University, yaitu Master of Science in Foreign Service (MSFS), Master of Arts in Asian Studies (MASIA), dan Master of Arts in Security Studies untuk kerja sama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia.
Tahun Ketiga MDIA, Program Kemitraan Memasuki Babak Baru
Peluncuran angkatan pertama Program Akselerasi Magister berlangsung bersamaan dengan penerimaan kohor ketiga Beasiswa LPDP - Georgetown SFS Asia Pacific Program Master. Sebanyak 23 mahasiswa baru akan menempuh jenjang Master in Diplomacy and International Affairs (MDIA) yang sudah didukung LPDP sejak 2024.
Total dukungan kerjasama LPDP dan GSAP ini telah mendukung 77 penerima beasiswa termasuk angkatan kali ini. Yon menyebut kemitraan terus berkembang untuk memberikan lebih banyak kesempatan kepada mahasiswa Indonesia memperoleh pendidikan berkelas dunia, memperluas perspektif, dan membangun jejaring internasional.
Sementara itu Rektor GSAP Yuhki Tajima dalam kesempatan yang sama menekankan bahwa pendidikan pada masa perkembangan teknologi dan kecerdasan artifisial tidak lagi cukup dipahami sebagai proses mengumpulkan pengetahuan.
Menurutnya, pendidikan harus membantu manusia menggunakan sistem pengetahuan untuk memahami persoalan yang paling penting dan menciptakan kemungkinan-kemungkinan baru.
Program kerja sama GSAP-LPDP, kata Yuhki, dirancang untuk membangun human capacity dan melahirkan policy entrepreneur, para individu yang mampu mengembangkan solusi, gagasan, dan komunitas untuk mentransformasi sistem. Pendekatan pembelajaran dilakukan dengan membangun intuisi mendalam melalui keterlibatan langsung terhadap persoalan kebijakan di dunia nyata.
“Pendidikan tidak akan mudah dan tidak selalu nyaman,” menjadi salah satu pesan yang disampaikan Yuhki kepada mahasiswa. Menurutnya, rasa tidak nyaman kerap menjadi tanda bahwa seseorang sedang berada dalam proses belajar dan mempertanyakan kembali keyakinan yang selama ini dipegang.
Sementara itu, Dean Georgetown University School of Foreign Service (SFS) Dr. Joel S. Hellman menilai Jakarta memiliki posisi strategis sebagai ruang pembelajaran dan inovasi kebijakan, terutama di tengah semakin pentingnya suara kawasan ASEAN dalam percakapan global.
Ia berharap mahasiswa dapat menjadikan Indonesia sebagai fondasi untuk belajar dan berkreasi, kemudian membawa pengalaman tersebut ke ruang-ruang global lainnya. Program di Jakarta, menurutnya, menawarkan perspektif baru untuk memahami perubahan dunia dan memikirkan cara menghadapi persoalan-persoalan besar.
Investasi Publik, Pentingnya Tanggung Jawab bagi Indonesia
Di hadapan 34 mahasiswa penerima Beasiswa LPDP ini menjadi kesempatan LPDP melalui Direktur Utama menyampaikan penekanan bahwa beasiswa yang sedang didapat ini adalah wujud investasi publik yang melekat tanggung jawab memajukan tanah air.
“Kesempatan yang Anda peroleh disertai dengan tanggung jawab. Pendidikan Anda didukung oleh dana publik, yang merupakan investasi dari rakyat Indonesia untuk masa depan Anda,” ujar Yon.
Ia mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal. Menggali sari ilmu dari ruang kelas maupun peluang riset, magang, jejaring profesional, serta interaksi dengan para praktisi.
Harapan untuk investasi sumber daya manusia di masa depan tentu selain kapasitas diri yang membesar juga mampu memperkuat institusi tempat para alumni bekerja dan menjadikan bangsa ini semakin maju dan kompeten.
LPDP didirikan dengan dana awal endowment sebesar Rp1 triliun dan kini telah mencapai Rp195,81 triliun. Dana abadi yang bersifat sustainable tersebut kemudian dikelola dengan imbal hasil yang dipakai untuk membiayai beasiswa, riset, hingga kegiatan kebudayaan.
Orientation ini menjadi penanda dimulainya tahun akademik 2026/2027 bagi mahasiswa tiga program yang berjalan di GSAP, yakni Master in Diplomacy and International Affairs (MDIA), Asia Pacific Accelerated Master (1+1), dan Georgetown Semester in Jakarta.
Acara berlangsung hangat dengan dihadiri langsung oleh Plt Direktur Utama LPDP Yon Arsal, Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso, Direktur Keuangan dan Umum Albertus Kurniadi bersama jajaran lainnya serta Rektor Georgetown SFS Asia Pacific Yuhki Tajima beserta jajarannya.



