Gedung Danadyaksa Cikini, Jl. Cikini Raya No.91A-D, Menteng, Jakarta Pusat
Call Center 134, +62-21-23507011
Para mahasiswa Universitas Banda Naira saat antusias mengikuti Sosialisasi Beasiswa LPDP. Foto oleh Dimas Wahyudi.
News

Saat Sejarah Bertemu Harapan, Sosialisasi Beasiswa LPDP Dihadiri 200 Lebih Putra Putri Banda Neira

Penulis
Dimas Wahyudi
Rabu,
11 Februari 2026

Banda Neira, Selasa 11 Februari 2026 - Pada akhir Januari 1942, sebuah pesawat Catalina milik militer Belanda menjemput dua tokoh pendiri bangsa, Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir, yang kala itu berstatus sebagai tahanan politik kolonial di Banda Naira. Bergegas menuju pesawat, keduanya dipindahkan ke tempat pengasingan berikutnya.

Mereka tidak berangkat sendiri. Turut serta empat anak angkat yang masih berusia di bawah delapan tahun: Lily, Mimi, dan Ali. Keterbatasan kursi pesawat membuat anak tertua tidak dapat ikut serta. Ia harus menyusul dengan penuh kesulitan pada pertengahan 1942. Kelak, anak itu dikenal luas sebagai tokoh radio, diplomat, sejarawan, pemikir, sekaligus pejuang bangsa: Des Alwi Abubakar.

Dari kantong pribadinya, Hatta menyekolahkan Des Alwi di sekolah radio di Surabaya. Meski awalnya ia tidak sepenuhnya memahami alasan diarahkan ke dunia radio, pengetahuan inilah yang kemudian berperan penting dalam menyebarkan kabar melemahnya kekuatan Jepang di penghujung Perang Asia Pasifik. Informasi tersebut menjadi salah satu momentum yang mempercepat kesadaran kolektif bangsa menuju kemerdekaan.

Sejak dahulu, pendidikan telah menjadi penggerak utama perubahan. Semangat Bung Hatta itulah yang kini diejawantahkan melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Dalam momentum pembukaan Seleksi Beasiswa LPDP Tahap 1 Tahun 2026, LPDP hadir secara langsung di tanah kelahiran Des Alwi, Banda Neira, untuk menyapa dan menyebarkan kabar baik mengenai Beasiswa LPDP kepada generasi muda. Kegiatan Seminar Pembukaan Beasiswa LPDP digelar di Universitas Banda Naira pada Senin (10/2/2026) dan dilanjutkan di Kantor Kecamatan Banda pada Selasa (11/2/2026).

Begitu meriah penuh antusias. Sebanyak 200 mahasiswa dan pemuda memenuhi Gedung Societeit Harmony, gedung bersejarah peninggalan Belanda, yang berada di lingkungan Universitas Banda Naira. Dalam sambutannya, Wakil Rektor II Universitas Banda Naira, Munira Ohorella, yang mewakili Rektor Dr. Muhammad Farid, menegaskan bahwa kehadiran LPDP di Banda harus dimaknai secara akademik dan historis. 

“Pembangunan manusia unggul tidak boleh terpusat, tetapi harus berangkat dari wilayah-wilayah pinggiran yang merupakan pusat sejarah bangsa,” ujarnya.

Dalam paparannya, Kepala Divisi Rekrutmen dan Seleksi Beasiswa LPDP, Andar Ramona Sinaga, menyampaikan kebijakan terbaru seleksi Beasiswa LPDP beserta persyaratannya secara komprehensif. Ia menjelaskan bahwa meskipun skema seleksi kini lebih menekankan pada dampak kontribusi dan pengabdian di masa depan, keberpihakan kepada kelompok afirmasi, termasuk masyarakat Banda yang masuk dalam wilayah afirmasi itu tetap terbuka lebar.

Keberpihakan LPDP terhadap masyarakat kelompok afirmasi juga terwujud dari fasilitas tambahan yang membedakannya dengan kelompok non-afirmasi seperti Pengayaan Bahasa selama tiga sampai enam bulan. Syarat dan ketentuan juga dibuat lebih adil seperti IPK minimal lebih rendah, usia maksimal lebih tinggi, hingga penghapusan syarat sertifikat bahasa Inggris untuk tujuan kampus dalam negeri. Semua dilakukan guna membuka ruang gerak masyarakat afirmasi namun tetap memperhatikan kualitasnya agar dapat berkuliah sampai tuntas. 

Acara ini juga menghadirkan alumni penerima Beasiswa LPDP, putra daerah bernama Aditya Putra Basir yang lulusan Universitas Diponegoro (UNDIP). Ia kini menjadi staf pengajar di Fakultas Perikanan Universitas Banda Naira. Dalam sesi motivational talk, ia menegaskan bahwa tidak ada lagi alasan bagi anak-anak Banda untuk melewatkan kesempatan ini.

“Dulu, di era saya, saya harus ke Ambon hanya untuk mencari informasi tentang Beasiswa LPDP. Sekarang, LPDP bahkan sudah datang langsung ke Banda,” tutur Basir.

Seminar Pembukaan Beasiswa LPDP kemudian dilanjutkan keesokan harinya di Kantor Kecamatan Banda. Sekitar 50 peserta hadir, terdiri atas aparatur sipil negara (ASN), tenaga kesehatan, pendidik, serta masyarakat umum. Camat Banda, Handayani Hasanusi, menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. 

“Kami berharap terjalin kolaborasi yang baik dan terstruktur antara LPDP dan Kecamatan Banda dalam menjawab tantangan masa depan,” tutupnya.

Relate Articles

Narasi Kuat, Reputasi Meningkat: LPDP Borong 6 Piala PRIA 2026

Berita | 20-02-2026

Narasi Kuat, Reputasi Meningkat: LPDP Borong 6 Piala PRIA 2026

20 Miliar Pendanaan Riset LPDP dan Muhammadiyah, Hasilkan 26 Proposal Riset Siap Tepat Guna

Berita | 19-02-2026

20 Miliar Pendanaan Riset LPDP dan Muhammadiyah, Hasilkan 26 Proposal Riset Siap Tepat Guna

Sosialisasi Beasiswa LPDP 2026 di UKI Toraja, Dorong Agar Semakin Banyak Putra Putri Toraja yang Mendaftar

Berita | 13-02-2026

Sosialisasi Beasiswa LPDP 2026 di UKI Toraja, Dorong Agar Semakin Banyak Putra Putri Toraja yang Mendaftar