Jakarta, 2 Oktober 2026 — Ajang tahunan yang ditunggu-tunggu telah tiba. The Future Fest (TFF) 2026 resmi dibuka bertempat di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan pada Jumat (2/10) siang. TFF mempertemukan awardee dan alumni LPDP dengan dunia industri, institusi pendidikan, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan pengembangan talenta.
Mengusung tema “Indonesian Rising, Globally Leading”, TFF 2026 menjadi ruang untuk memperluas jejaring, membuka peluang kolaborasi, dan mendorong talenta Indonesia menerjemahkan pengetahuan serta pengalaman global menjadi kontribusi di dalam negeri.
TFF 2026 adalah salah satu program pengabdian dari Mata Garuda, komunitas penerima beasiswa dan alumni LPDP, yang dirancang sebagai platform yang mempertemukan ekosistem pendidikan, beasiswa, pengembangan talenta, industri, pemerintah, serta calon talenta masa depan Indonesia. Penyelenggaraan TFF 2026 juga melibatkan kolaborasi dengan Mata Garuda Jawa Tengah, Mata Garuda Jawa Timur dan Mata Garuda DI Yogyakarta.
TFF 2026 diawali dengan rangkaian kegiatan pre-event, seperti Scholarship Run, Future Talks Series Webinar, Connecting Forum yang mempertemukan Universitas Mancanegara dengan LPDP, Beasiswa Garuda dan SMA Unggulan Garuda, serta LPDP Awardee Summit, yang diikuti oleh puluhan ribu talenta muda Indonesia dari berbagai latar belakang pendidikan dan profesi.
Ketua Umum Mata Garuda, Wahyu Bagus Yuliantok mengatakan TFF dirancang untuk menjawab pertanyaan penting yang muncul setelah para penerima beasiswa menyelesaikan pendidikan: bagaimana membawa pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh untuk berkontribusi di Indonesia.
“Setelah lulus muncul pertanyaan baru hari ini. Setelah saya kembali, kita mau berkontribusi di mana? Dan pertanyaan inilah yang ingin kita bantu jawab pada kegiatan hari ini,” ujar Bagus.
Menurutnya, keberagaman pengalaman dan keahlian para talenta muda Indonesia merupakan modal yang besar ketika dipertemukan dalam satu jejaring. Karena itu, Mata Garuda akan terus memfasilitasi para talenta untuk saling mengenal, membangun jejaring, saling belajar, serta menemukan peluang kontribusi bersama.
Hal ini menjadi penting untuk mengakselerasi pencapaian Visi Indonesia Emas 2045 dan Indonesia bisa terus tumbuh, memiliki daya saing dan mengambil peran terbaik di tengah dunia yang berkembang sedemikian cepat dan pesat.
Dari Pendidikan menuju Ekosistem Talenta
Direktur Utama LPDP Yon Arsal yang hadir memberi sambutan mengatakan bahwa TFF memiliki makna lebih luas dari sekadar forum silaturahmi alumni. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang konsolidasi talenta yang telah mendapatkan kesempatan belajar di dalam maupun luar negeri.
Yon menegaskan bahwa investasi LPDP tidak berhenti pada pembiayaan pendidikan dan perolehan gelar. Talenta yang dibangun melalui beasiswa diharapkan mampu menjawab kebutuhan pembangunan dan tantangan Indonesia ke depan.
Karena itu, LPDP terus memperkuat perannya dalam membangun ekosistem investasi SDM yang berkelanjutan melalui continuous talent pipeline, termasuk dengan mempertemukan awardee dan alumni dengan kebutuhan industri strategis.
“Tidak hanya mengisi lapangan pekerjaan, kami juga di LPDP mendorong teman-teman awardee dan alumni ini untuk membuka lapangan pekerjaan,” kata Yon. Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui pengembangan program kewirausahaan dan kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi.
Perspektif mengenai perubahan dunia kerja juga menjadi bagian dari pembukaan TFF melalui keynote speech dari Menteri Ketenagakerjaan Yassierli yang hadir. Ia menyoroti perubahan cepat akibat teknologi dan AI serta pentingnya talenta membangun kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri.
Setelah pembukaan di Jakarta, rangkaian TFF berlanjut melalui pameran pendidikan dan beasiswa di Pullman Central Park Jakarta pada 3 Oktober, The Westin Surabaya pada 4 Oktober, dan Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada 6 Oktober 2026. Pada ketiga kota tersebut, LPDP menghadirkan seminar beasiswa dan aktivasi booth untuk memperluas akses informasi mengenai peluang pendidikan dan beasiswa.



