Gedung Danadyaksa Cikini, Jl. Cikini Raya No.91A-D, Menteng, Jakarta Pusat
Call Center 134, +62-21-23507011
Risprostory

Melakukan Milling, Laser, dan 3D Printing dalam Satu Alat dengan CNC Innostra

Penulis
Tony Firman
Selasa,
8 Agustus 2023

Computer Numerical Control atau dikenal CNC telah menjadi salah satu teknologi terpenting dalam dunia manufaktur modern kiwari. Berbagai komponen barang dalam jumlah besar, cepat, dan presisi di industri manufaktur dihasilkan dari mesin CNC. Gerak-gerak operasional mesin produksi tidak lagi dilakukan dengan tangan manusia. Semuanya dilakukan secara computerize. Bisa dibilang, CNC merupakan mother of machine.

Di Indonesia, kebutuhan akan CNC banyak dipenuhi dengan cara mengimpor. Berawal dari fenoma impor itulah yang membuat Harki Apri Yanto beserta timnya dari Politeknik Astra berinisiatif menciptakan mesin CNC sendiri yang dinamai Innostra.

Berbeda dari mesin CNC pada umumnya yang hanya bisa melakukan satu tindakan, CNC Innostra mampu melakukan tiga fungsi tindakan yaitu milling, laser engraving, dan 3D printing. Inilah yang menjadikan Innostra sebagai mesin CNC 3 in 1 hybrid pertama di Indonesia.“Banyak sekali pemain lokal ataupun impor melakukan hanya untuk satu fungsi. Efeknya, saat mereka mau melakukan fungsi milling, dia harus beli satu mesin. Pada saat dia harus melakukan fungsi laser cutting, dia harus punya satu mesin. Untuk 3D printing, dia harus punya satu mesin. Dalam mesin CNC Innostra, kami desain secara compact, bisa dipakai menjadi tiga fungsi,” ungkapnya saat ditemui di pameran riset LPDP Festival pada Rabu (1/8) siang. Innostar juga memiliki fitur unggulan seperti Advance CNC Technology. Fitur ini bisa menciptakan kualitas produk yang konsisten dan mampu untuk meminimalisir human error

Dari sisi user interface, CNC Innostra dibuat lebih interaktif agar siapapun dapat dengan mudah mengoperasikannya. Mesin CNC berbobot 1,5 ton ini cukup dioperasikan dengan satu orang saja dan tersedia buku manual yang komplit sebagai panduan penggunaan. CNC Innostra juga tampak menyasar pasar sekolah kejuruan ditandai dengan tersedianya menu-menu edukasi yang berhubungan dengan proses operasional mesin.

Siap Dipakai untuk SMK maupun UMKM

Target penjualan CNC Innostra memang difokuskan pada dunia pendidikan terutama sekolah vokasi, baik SMK maupun Politeknik. Lebih lanjut Harki menjelaskan sisi user controller CNC Innostra memungkinkan untuk dipakai sekaligus sebagai modul pembelajaran. Hal ini menurutnya bisa mengubah paradigma bahwa guru SMK tidak selalu hanya mengajar di kelas, tetapi dapat secara interaktif terlibat bersama mesin produknya.

“Ini bisa dengan mesinnya langsung dan siswanya bisa langsung belajar juga. Di sini ada e-course yang bisa di-update terus sesuai dengan kebutuhan dari guru-guru SMK” ujarnya sambil menunjukkan display controller CNC Innostra.

Pihaknya mengaku terus melakukan riset pembaruan untuk bisa menambahkan berbagai konten yang dapat dipakai oleh siswa maupun pengajar.

Tidak hanya itu, Harki dan timnya juga memperhatikan penggunaan CNC Innostra agar bisa dipakai UMKM termasuk pemakaian di luar Jawa. Terlihat dari sistem kelistrikan dan konsumsi dayanya yang diciptakan yang hanya menggunakan satu fasa dan hanya menyedot daya maksimum hingga 2000 watt saja. Hal ini karena lingkup kerja CNC Innostra ini berada di luas 25 cm persegi.

“Itu infrastruktur untuk 3 fasa itu sangat mahal dan susah izinnya. Sehingga kami setelah mendapat survei, banyak sekali kita lakukan survei market, kita melihat mendorong agar pengembangan mesin CNC dimulai dari yang satu fasa dulu. Jadi listriknya yang kita pakai adalah 220 satu fasa, dengan maksimum daya itu 2000 Watt.” ujar 

Harki yang merupakan dosen sekaligus Kepala Lembaga Pengembangan Produk dan Penerapan Teknologi (LP3T) ASTRAtech ini tak menampik untuk mengembangkan CNC Innostra berdaya besar dengan tiga fasa misalnya. Pengalaman mengembangkan mesin oleh PT Astra Otopart dan Winteq dirasa sudah mampu untuk memenuhi permintaan tersebut. Terlebih setelah dipamerkan di LPDP Festival 2023 banyak perusahaan yang tertarik dengan CNC Innostra. 

Pendanaan RISPRO untuk Innostra

Riset dan pengembangan CNC Innostra sudah berjalan panjang. Menurut Tony Harley Silalahi selaku Direktur Politeknik Astra, pengembangan Innostra dilakukan sejak 2014. Serangkaian proses panjang dalam perjalanannya menghasilkan kolaborasi seperti menggandeng rekanan industri manufaktur PT Astra Otoparts Tbk – WINTEQ pada 2018 dan termasuk menerima hibah dari Kemenristek-DIKTI-BRIN serta Kementerian Keuangan melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Kesuksesan produksi mesin CNC Innostra tentu saja tidak luput dari dukungan LPDP melalui skema pendanaan riset RISPRO Kompetisi. Sejak tahun 2020 hingga saat ini, LPDP telah memberikan dukungan pendanaan riset kepada Politeknik Astra berjudul “Komersialisasi Mesin CNC dengan Kemampuan Multifungsi (milling, laser cutting, 3D printing) untuk Mengurangi Import.”

Produk CNC Innostra memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang telah melampaui standar, yaitu sebesar 43,06 persen dan akan terus meningkatkan nilainya. Dengan TKDN yang telah melampaui standar nasional, diharapkan Innostra dapat memenuhi kebutuhan (demand) dari sektor industri dan sektor pendidikan vokasi.

Guna mendorong peningkatan kandungan lokal, CNC Innostra memiliki komponen yang bisa diproduksi secara lokal, salah satunya adalah dust cover sebagai penghalang debu agar tidak masuk ke bagian-bagian yang penting di mesin CNC. Teknologi dust cover yang memakai prinsip gerak teleskopik ini dapat diserahkan ke UKM agar bisa diduplikasi dan diproduksi untuk menyuplai komponen CNC Innostra.

Pada Rabu (26/7) bertempat di Kampus Politeknik Astra Cikarang, CNC Innostra telah secara resmi diluncurkan ke publik. Acara peluncuran mesin CNC Innostra ini dihadiri oleh banyak pihak yang terlibat selama riset hingga produksi mesin CNC Innostra termasuk dihadiri Direktur Fasilitasi Riset LPDP Wisnu Sardjono Soenarso.

Mesin CNC Innostra akan dipasarkan oleh WINTEQ yang bekerjasama dengan PT Ometraco Samanta. Keduanya menargetkan penjualan mesin ini di lembaga pendidikan dan pemerintahan. PT Ometraco Arya Samanta pun akan menjadi distributor untuk menjual produk CNC Innostra dan SPM (Special Purpose Machine) kepada lembaga pemerintahan.

Berita Terkait

Mayoritas Tanah Pertanian Indonesia Rusak, Guru Besar UMM Tawarkan Solusi Ampuh dan Menguntungkan

Risprostory | 03-10-2025

Mayoritas Tanah Pertanian Indonesia Rusak, Guru Besar UMM Tawarkan Solusi Ampuh dan Menguntungkan

Tumbuh Tanpa Rasa Takut, Ketika Anak Menyuarakan Lara Hati di Kids Biennale Indonesia 2025

Risprostory | 18-09-2025

Tumbuh Tanpa Rasa Takut, Ketika Anak Menyuarakan Lara Hati di Kids Biennale Indonesia 2025

Mengubah Sinema, Merangkul Semua: Kisah Bioskop Berbisik dari Forum Sineas Banua

Risprostory | 07-08-2025

Mengubah Sinema, Merangkul Semua: Kisah Bioskop Berbisik dari Forum Sineas Banua