Gedung Danadyaksa Cikini, Jl. Cikini Raya No.91A-D, Menteng, Jakarta Pusat
Call Center 134, +62-21-23507011
rtb
Berita

Navigasi Biru Nusantara: Mengawal Kedaulatan Maritim Lewat Hilirisasi Riset di RTB Vol. 10

Penulis
Tony Firman
Sabtu,
8 Agustus 2026

Jakarta, 8 Agustus 2026 - Sudah puluhan tahun lagu “Nenek Moyangku Seorang Pelaut” karya Ibu Sud mengiringi masa kecil banyak orang Indonesia. Liriknya sederhana, mudah diingat, hingga membentuk keyakinan kolektif bahwa laut adalah jati diri bangsa kita, bangsa Indonesia. 

Warisan aktivitas maritim layaknya arus laut yang tak pernah diam menetap, ia tidak bisa berhenti sebagai catatan sejarah. Tantangan abad ke-21 hadir mulai dari energi, keamanan laut, persaingan ekonomi, hingga pertahanan negara. 

Semangat itu yang menjadi benang merah penyusunan majalah RISPRO Technology Brief (RTB) vol 10 kali ini yang mengusung tema “Navigasi Biru: Inovasi Teknologi, Harmonisasi Ruang, dan Kedaulatan Ekonomi Maritim.” Edisi perdana untuk tahun 2026 ini merangkum deretan inovasi mutakhir yang lahir dari rahim para peneliti Indonesia dengan fokus pada eksplorasi dan penjagaan wilayah perairan.

RTB hadir bukan sebagai etalase jurnal hasil penelitian semata. Tujuan besarnya sangat jelas: riset anak bangsa yang didanai sepenuhnya oleh LPDP melalui Dana Abadi Penelitian (DAPL) ini tidak boleh berhenti dan membeku hanya pada lembar-lembar paper penelitian.

Hasil riset ini harus bermuara pada pemanfaatan nyata. Berbagai purwarupa dan inovasi ini didorong agar siap diproduksi massal, terserap oleh kebutuhan operasional industri, dan mampu menjadi landasan kuat bagi pemangku kebijakan dalam mengambil keputusan.

Membedah Inovasi Maritim di RTB Vol. 10

Edisi ke-10 ini membedah delapan hasil riset unggulan yang menjawab langsung tantangan nyata di ruang maritim, pesisir, dan danau. Berikut rangkumannya:

  • iStow (Kemandirian Perangkat Lunak Keselamatan Kargo): Dikembangkan oleh tim Dr.-Ing Setyo Nugroho dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, iStow adalah inovasi peranti lunak stowage planning. Sistem ini secara real-time menghitung stabilitas kapal peti kemas dan kargo demi menekan kerugian, sekaligus melepaskan ketergantungan industri maritim nasional dari dominasi software asing.
  • Senjata Turret Karya Anak Bangsa: Dr. Edwar Yazid bersama BRIN dan PT Sembada Karya Mandiri menciptakan prototipe senjata Turret (Remote Controlled Weapon System) untuk kapal laut. Diperkuat dengan pergerakan mekanik dua sumbu dan teknologi kecerdasan buatan, sistem ini mampu mengunci serta menembak target dengan presisi mutlak meski kapal diombang-ambing ombak laut.
  • Shallow Water Mapper: Tim pimpinan Dr. Eng. Masita Dwi Mandini Manessa dari Universitas Indonesia merevolusi pemetaan batimetri. Menggunakan citra satelit multispektral, teknologi ini bisa membaca dan memetakan topografi dasar laut dangkal secara otomatis tanpa perlu menurunkan kapal untuk survei lapangan yang mahal dan berisiko merusak terumbu karang.
  • Fish-Mon (Mata Digital Penumpas IUU Fishing): Berusaha menghentikan kebocoran tangkapan ikan, Dr. Eng. Muhammad Arif Budiyanto merancang sistem kamera berbasis AI yang dipasang di dek kapal nelayan. Sistem ini mendeteksi jenis, jumlah, dan titik koordinat ikan yang ditangkap secara instan guna mencegah manipulasi kuota dan memberantas illegal fishing.
  • Inversi Radar X-Band: Dr. Andreas Wijaya menghadirkan inovasi yang menyulap radar navigasi kapal biasa (X-Band) menjadi alat pembaca kedalaman laut dalam sekejap. Membaca riak ombak melalui perhitungan algoritma khusus, sistem ini sangat krusial untuk mencegah pendangkalan alur pelabuhan dan menjaga infrastruktur migas lepas pantai.
  • MOMENTS (Menyelamatkan Ekosistem Mangrove): Melalui riset Monitoring Mangrove ExteNT & Services, Prof. Mohammad Basyuni memetakan "titik kritis" (tipping point) pada ekosistem pesisir. Dengan menggabungkan teknologi pemantauan satelit dan pengembangan tambak silvofishery, riset ini menawarkan langkah antisipatif sebelum mangrove benar-benar rusak parah tanpa mengorbankan ekonomi petambak.
  • FOCPP (Listrik dari Arus Selat Haya): Menjawab tantangan energi bersih di pulau kecil, Wulfilla Maxmilian Rumaherang merancang Floating Ocean Current Power Plant berteknologi ducted turbine dengan bantalan magnetik. Turbin tanpa friksi pelumas ini sukses diuji di Maluku, terbukti mampu mempercepat aliran air dan menghasilkan pasokan listrik yang andal dari arus pasang surut laut.
  • Harmoni Ekologi dan Ekonomi di Maninjau & Toba: Dua penelitian terpisah dari Prof. Dr. Ir Hafrijal Syandri MS (Danau Maninjau) dan Dr. Ir Manuntun Parulian Hutagaol MSc (Danau Toba) menghadirkan resolusi cerdas. Menengahi konflik antara pariwisata dan limbah Keramba Jaring Apung (KJA), mereka menyusun kebijakan pembatasan kuota berbasis daya dukung sains dan menghadirkan solusi teknologi tambak ramah lingkungan (bioflok & resto edukasi apung) agar masyarakat pesisir tetap sejahtera.

Hadirnya RTB Volume 10 sekaligus pembuktian sekaligus undangan terbuka bagi masyarakat luas, sektor swasta, dan kementerian terkait. Panggung inovasi telah dibangun dan kelayakan teknis telah tervalidasi di lapangan.

Kini, saatnya kita berkolaborasi memastikan karya-karya brilian ini benar-benar diimplementasikan. Mengetahui bahwa anak bangsa mampu menciptakan teknologi tinggi harusnya menjadi katalis untuk bangga dan percaya diri. Mari jadikan produk-produk riset ini sebagai pijakan utama kita dalam menavigasi masa depan, mewujudkan industri kelautan yang berdaulat secara teknologi di negeri sendiri!

Unduh RISPRO Tech Brief vol 10 dan simak edisi lainnya di sini.

Berita Terkait

Gelar CoP Industri Kreatif untuk Tingkatkan Masa Depan Ekonomi Kreatif, LPDP Hadirkan Tokoh Perfilman dan Sastra

Berita | 06-08-2026

Gelar CoP Industri Kreatif untuk Tingkatkan Masa Depan Ekonomi Kreatif, LPDP Hadirkan Tokoh Perfilman dan Sastra

Sosialisasi Beasiswa LPDP Hadir di Berbagai Pelosok Negeri, Membuka Jalan Talenta Daerah Menuju Kampus Top Dunia

Berita | 30-07-2026

Sosialisasi Beasiswa LPDP Hadir di Berbagai Pelosok Negeri, Membuka Jalan Talenta Daerah Menuju Kampus Top Dunia

PK-278 LPDP di Asrama Haji, Wamenkeu Juda Agung Tekankan Bonus Demografi Harus Dimenangkan SDM Unggul

Berita | 18-07-2026

PK-278 LPDP di Asrama Haji, Wamenkeu Juda Agung Tekankan Bonus Demografi Harus Dimenangkan SDM Unggul