Jakarta, 24 Januari 2024 - Ada yang berbeda dari kegiatan Persiapan Keberangkatan awardee Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) pada Rabu (17/1) lalu. Seorang srikandi diplomat negeri, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi hadir dalam kegiatan PK-222 Nuraga Tiyasa untuk memberi wejangan dan berdiskusi dengan para awardee.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Luar Negeri berpesan agar para Awardee selalu mengingat-ingat bahwa merekalah masa depan Indonesia, sehingga kerja keras, menjaga integritas, dan tak pernah lelah mencintai Indonesia perlu terejawantahkan dalam tiap langkah para Awardee.
“Mimpi menjadi bangsa pemenang hanya akan terwujud jika kita semua bekerja keras, berkomitmen untuk memajukan bangsa. Kita ini semua berbeda tetap bahwa fakta kita tetap menjadi Indonesia satu” ujar Retno Marsudi di hadapan 313 peserta yang hadir di kawasan Ancol, Jakarta Utara.
Tak lupa Menteri Retno Marsudi juga optimis bahwa untuk mencapai Indonesia Emas 2045 ada di tangan generasi penerus yaitu para awardee LPDP yang akan melanjutkan pendidikan tinggi.
PK-222 Nuraga Tiyasa terdiri dari 127 laki-laki dan 186 perempuan. Sebanyak 275 orang mengambil magister dan 38 orang akan menempuh doktor. Semuanya tersebar di kampus tujuan dalam dan luar negeri.

Mereka datang dari berbagai latar belakang daerah dan pekerjaan. Dari Aceh sampai Papua, dari Sulawesi Tenggara hingga Nusa Tenggara Timur. Beasiswa LPDP yang inklusif senantiasa hadir untuk semua kalangan. Terbukti dari adanya 59 awardee dari program Beasiswa Prasejahtera, 30 awardee dari program Daerah Afirmasi, enam awardee dari program Putra-Putri Papua, dan satu dari Penyandang Disabilitas.
Semuanya datang dan berkumpul dalam Persiapan Keberangkatan yang merupakan kegiatan wajib para penerima beasiswa LPDP sebelum berangkat menempuh studi. Nilai-nilai integritas, motivasi, resiliensi, hingga pesan perilaku adaptif melalui materi dan sharing knowledge para narasumber diharapkan dapat lebih menguatkan hati dan memantapkan visi misi untuk menatap masa depan.



