Gedung Danadyaksa Cikini, Jl. Cikini Raya No.91A-D, Menteng, Jakarta Pusat
Call Center 134, +62-21-23507011
Kemenangan Rasya Alteza Ghandi, pesilat cilik asal Bogor yang meraih medali perak dalam ajang Wiralaga Open Pencak Silat International Championship 2026 di Malaysia. Dok Panitia
Berita

Pesilat Cilik Indonesia Raih Medali Perak di Wiralaga Open Malaysia dengan Dana Abadi Kebudayaan LPDP

Penulis
Tony Firman
Kamis,
22 Oktober 2026

Jakarta, 20 Oktober 2026 — Pesilat cilik asal Kabupaten Bogor, Rasya Alteza Ghandi (10) menorehkan prestasi internasional dengan berhasil membawa pulang medali perak pada 4 Oktober kemarin dalam ajang Wiralaga Open Pencak Silat International Championship 2026 di Malaysia. 

Rasya merupakan pesilat dari Perguruan Silat Harimau Minangkabau (SHM) wilayah Kabupaten Bogor. Dalam kejuaraan internasional edisi pertama kalinya diselenggarakan tersebut, ia bertanding pada kategori tanding usia 10 tahun kelas berat C dengan berat badan 31 kilogram.

Yang menarik, prestasi tersebut diraih dengan dukungan Dana Abadi Kebudayaan (DAKB) sebesar Rp40.615.385 yang disalurkan oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui program Dana Indonesiaraya dari Kementerian Kebudayaan. 

Pendanaan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan keberangkatan dan operasional tim selama mengikuti kejuaraan, meliputi tiket pesawat, akomodasi hotel, transportasi, serta konsumsi. Pembiayaan ini membantu mengurangi beban biaya perjalanan internasional yang menjadi salah satu tantangan bagi atlet dan pendampingnya.

Ayah sekaligus manajer dan pelatih Rasya, Imbris Ghandi, mengatakan persoalan pendanaan kerap menjadi beban tersendiri ketika tim harus mempersiapkan diri menghadapi kompetisi di luar negeri.

“Dengan support yang diberikan oleh LPDP terhadap kami, ini sangat-sangat sekali menguatkan kami bertanding dan berlaga di arena,” ujar Imbris dalam wawancara bersama LPDP.

Kejuaraan yang berlangsung pada 1 sampai 5 Oktober 2026 di Stadium Sultan Abdul Halim Malaysia itu diikuti peserta dari 11 negara, termasuk Indonesia, Amerika Serikat, Kenya, Inggris, dan Prancis. Keikutsertaan Rasya menjadi bagian dari upaya memperluas pengalaman dan mengembangkan kemampuan atlet muda pencak silat Indonesia di tingkat internasional.

Menurut Imbris, selama ini persoalan pendanaan kerap menjadi tantangan bagi atlet dan tim yang hendak mengikuti kompetisi di luar negeri. Dukungan tersebut membantu mengurangi beban pembiayaan sehingga tim dapat lebih berfokus pada persiapan dan pelaksanaan pertandingan. Lebih lanjut diakui Imbris bahwa tanpa adanya dukungan ini tentunya mereka tidak bisa berangkat dan mengangkat juara mengharumkan nama bangsa.

Rasya telah menekuni pencak silat sejak berusia lima tahun. Dalam persiapannya mengikuti kejuaraan, ia menjalani latihan rutin seminggu sekali dan meningkatkan intensitas latihan hingga hampir setiap hari menjelang pertandingan, dengan tetap menyesuaikan jadwal sekolah.

Sebelum mengikuti kejuaraan di Malaysia, Rasya juga telah berkompetisi di tingkat perguruan, provinsi Jawa Barat, dan nasional. Pada April 2026, ia mengikuti kompetisi di Belgia dan meraih medali perak. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan sebelum kembali bertanding di ajang internasional.

Mengibarkan Budaya Minangkabau

Selain mengikuti pertandingan, tim Harimau Minangkabau juga membawa misi kebudayaan ke Malaysia. Atas inisiatif Imbris, tim memperoleh kesempatan menampilkan kesenian Indonesia dalam upacara pembukaan kejuaraan. Sekitar 12 penari dari Indonesia turut hadir untuk membawakan tari persembahan dan tari payung dari Minangkabau.

“Kami kemarin datang ke Malaysia bukan hanya kami saja sebagai pesilat atau untuk lomba. Kami juga mendatangkan penari dari Indonesia,” kata Imbris yang berdarah asli Minang ini.

Panitia memberikan kesempatan kepada rombongan untuk menampilkan kebudayaan Minangkabau sebanyak dua kali dalam rangkaian pembukaan. Penampilan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada peserta dan tamu dari berbagai negara.

Dukungan bagi Rasya disalurkan melalui program Dana Indonesiaraya, yang diselenggarakan Kementerian Kebudayaan dengan pendanaan Dana Abadi Kebudayaan yang dikelola dan disalurkan LPDP. Dukungan ini menjadi salah satu bentuk pemanfaatan dana kebudayaan untuk membuka kesempatan bagi pelaku budaya mengembangkan kapasitas dan memperluas kiprah di tingkat internasional.

Capaian Rasya menunjukkan bahwa dukungan pendanaan dapat membantu menghubungkan proses pembinaan dengan kesempatan berkompetisi di luar negeri. Melalui dukungan tersebut, atlet muda tidak hanya memperoleh pengalaman bertanding, tetapi juga kesempatan untuk membawa pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia ke panggung internasional.

Imbris berharap semakin banyak masyarakat mengetahui kesempatan pendanaan yang tersedia bagi pelaku budaya. Ia juga berharap proses administrasi program dapat terus disempurnakan agar penerima dukungan dapat lebih berfokus pada pelaksanaan kegiatan.

“Untuk masyarakat, jangan khawatir. Pemerintah hadir untuk kita, untuk kegiatan kita dan untuk men-support kegiatan kita,” ujarnya.

Berita Terkait

The Future Fest 2026 Resmi Dibuka, LPDP dan Mata Garuda Dorong Talenta Indonesia Terhubung dengan Dunia Industri

Berita | 04-10-2026

The Future Fest 2026 Resmi Dibuka, LPDP dan Mata Garuda Dorong Talenta Indonesia Terhubung dengan Dunia Industri

LPDP Beri Dukungan Dana Apresiasi Talenta Riset dan Inovasi Siswa SMA dan Mahasiswa pada IRIFair 2026

Berita | 24-09-2026

LPDP Beri Dukungan Dana Apresiasi Talenta Riset dan Inovasi Siswa SMA dan Mahasiswa pada IRIFair 2026

Wawan Sunarjo Ditunjuk sebagai Direktur Investasi LPDP

Berita | 15-09-2026

Wawan Sunarjo Ditunjuk sebagai Direktur Investasi LPDP