Kefamenanu, 10 Januari 2024 - Pernah dengar Kefamenanu? Bagi sebagian orang mungkin terasa asing. Maklum saja, kota kecil ini adalah bagian dari Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur yang jauh dari sorot.
Kota ini bisa ditempuh empat sampai lima jam perjalanan dari pusat Kota Kupang dan hanya setengah jam perjalanan dari pos lintas perbatasan Indonesia – Timor Leste. Dari sudut kota ini, kami percaya ada putra-putri terbaik dengan sumber daya manusia unggul yang layak mendapat pendidikan tingkat tinggi terbaik.
Guna semakin menggaungkan berita baik mengenai Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) telah hadir secara langsung di Kefamenanu. Mengambil tempat di Universitas Timor (UNIMOR) “Kampus Perbatasan”, Direktur Beasiswa LPDP, Dwi Larso beserta tim hadir mendekat membawa kabar baik dengan tajuk “Seminar Pembukaan Beasiswa LPDP 2024: Raih Impian Bersama LPDP Untuk Indonesia” pada Rabu (10/1) lalu.
Rektor UNIMOR, Dr. Stefanus Sio, M.P mengapresiasi dan menyambut hangat kedatangan tim LPDP di Kefamenanu sebagai wujud komitmen dan kepedulian pemerintah terhadap ikhtiar pembangunan SDM khususnya di daerah afirmasi yang masih jauh tertinggal dalam berbagai aspek.
“Inilah kami, kampus UNIMOR di daerah perbatasan yang perlu mendapat perhatian untuk pengembangan SDM, karena dengan pengembangan SDM, kami di perbatasan ingin juga berbuat sesuatu untuk Indonesia”, tuturnya
Sementara itu Dwi Larso memaparkan bahwa potensi anak-anak muda di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebenarnya tidak kalah dengan daerah lain di Indonesia. Telah ada 1.558 orang penerima beasiswa LPDP asal NTT telah membuktikannya, jumlah yang terkesan besar memang, namun nyatanya jumlah ini masih jauh tertinggal.
“Bila berkaca dengan negara-negara tetangga seperti Thailand, Malaysia, dan Vietnam, rasio jumlah Master-Doktor terhadap populasi produktif adalah sebesar 2,43%, sedangkan di Indonesia baru sekitar 0,49%, belum lagi bila di break down untuk NTT, angkanya bisa jauh lebih kecil, sehingga Beasiswa LPDP perlu mendorong lebih kencang lagi untuk membangun minat anak-anak NTT untuk mengejar ketertinggalan ini” papar Dwi Larso.
Direktur Beasiswa LPDP turut memperkenalkan berbagai jenis program beasiswa yang ditawarkan tahun ini beserta persyaratannya. Terdapat pula Program Targeted Prioritas yang mulai dibuka dalam seleksi tahun 2024 ini.
Tidak hanya menyimak paparan kebijakan seleksi dari Bapak Direktur, tim LPDP juga secara langsung memberikan simulasi cara pendaftaran agar peserta makin familiar dan memahami langkah demi langkah dalam mengisi aplikasi pendaftaran.
Sekitar 211 orang peserta hadir memenuhi venue acara yang didominasi oleh civitas akademika, komunitas literasi, unsur pemerintah, dan masyarakat umum Kefamenanu dan sekitarnya.

Penjelasan mengenai Beasiswa LPDP ini mengundang antusiasme tinggi dari para peserta. Sebanyak 10 orang mengisi sesi tanya jawab dengan berbagai pertanyaan yang dijawab langsung oleh Direktur Beasiswa LPDP.
Turut hadir pula dua orang Alumni LPDP yang saat ini juga menjadi tenaga pengajar UNIMOR, yaitu Hermina Disnawati dan Pius A.L. Berek memberikan testimoni bagaimana LPDP telah membantu mewujudkan mimpi mereka dan mengubah hidup menjadi lebih baik. (dim/ton)



