Gedung Danadyaksa Cikini, Jl. Cikini Raya No.91A-D, Menteng, Jakarta Pusat
Call Center 134, +62-21-23507011
Produk Si Soil saat dipamerkan di InaRI Expo 2024
Risprostory

Si Soil, Alat Pertanian Canggih untuk Mengecek Kondisi Tanah

Penulis
Tony Firman
Kamis,
14 November 2024

Bicara soal pertanian, hasil panen yang produktif dan berkualitas sangat dipengaruhi oleh kondisi tanah. Selama ini dan secara turun temurun, lazimnya para petani Indonesia sering kali melakukan pemupukan berdasarkan prinsip perkiraan. Tidak ada data yang tepat mengenai kandungan hara di dalam tanah.

Memang, tanah tetap bisa menghasilkan buahnya, namun juga tak jarang berakibat pada penggunaan pupuk berlebihan dan membikin kualitas media tanah menjadi menurun. Alhasil, justru berpotensi memperburuk kualitas hasil panen dan tentunya membengkaknya biaya yang semestinya tidak perlu.

Pertanian modern kian membutuhkan teknologi yang mampu mendukung efisiensi dan produktivitas, tak terkecuali permasalahan penentuan kondisi tanah pertanian. Dalam upaya memecahkan tantangan Dr. Doan Perdana dari Telkom University memimpin pengembangan sebuah alat yang dinamai Si Soil, sebuah inovasi canggih yang memungkinkan petani untuk mengetahui kondisi tanah secara real time.

Senyum para petani bakal lebih mengembang dengan alat ini. Teknologi Si Soil mampu mendeteksi kandungan unsur hara NPK, pH, dan kadar air. Informasi data tersebut sangat penting bagi petani dalam menentukan waktu dan dosis pemupukan yang tepat, sehingga tanaman dapat tumbuh optimal dan hasil panen dapat meningkat. Penggunaan Si Soil yang tepat memungkinkan penghematan biaya pupuk.

“Salah satu kelebihan dari produk inovasi Si Soil adalah dapat mengetahui dengan cepat dan akurat akan kondisi pertanian. Dengan slogan Si Cerdas Kawan Petani, produk Si Soil diharapkan dapat digunakan oleh semua kalangan petani” ujar Doan menjelaskan.

Pengaplikasian Si Soil dapat dilakukan pada berbagai jenis lahan, baik pada pertanian hortikultura maupun perkebunan besar. Kecanggihan teknologi telah menjadi ciri dari pengembangan Si Soil. Oleh karena itu alat ini telah terintegrasi dengan aplikasi mobile yang memungkinkan petani memantau hasil pengukuran secara langsung melalui ponsel pintar maupun laptop.

Nantinya para pengguna dapat dengan mudah melihat data kondisi tanah secara visual dan membantu dalam pengambilan keputusan berdasarkan analisis yang diberikan oleh sistem.

Dukungan Pendanaan Riset dari LPDP

Keberhasilan riset ini tidak lepas dari pendanaan LPDP yang memungkinkan para akademisi melakukan penelitian dan pengembangan inovasi teknologi pertanian. Melalui skema RISPRO LPDP, dana sebesar Rp4,4 miliar digelontorkan selama periode 2020 hingga 2024 untuk mendukung pengembangan Si Soil.

Produk Si Soil telah mulai diimplementasikan di beberapa wilayah pertanian, termasuk Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, di mana para petani telah merasakan manfaat nyata dari teknologi ini. Para petani merasakan keunggulan kemampuan Si Soil dalam hal pemberian informasi mengenai kondisi tanah yang cepat dan akurat. Dengan demikian, mereka dapat segera menyesuaikan kebutuhan pemupukan, menghindari pemborosan, dan meningkatkan hasil panen.

Selain itu, target besar Si Soil adalah memperluas penggunaannya ke seluruh wilayah Indonesia, bekerja sama dengan berbagai dinas pertanian dan kelompok tani. Tidak hanya untuk petani skala kecil, teknologi ini juga diarahkan untuk dapat digunakan oleh pemilik perkebunan besar di seluruh nusantara.

Kini alat Si Soil telah siap dipesan dan tersedia e-katalog dengan harga produk berkisar antara Rp13,5 juta sampai Rp15 juta rupiah per unit dengan harapan dapat diakses oleh kalangan petani dari menengah sampai bawah. Mitra riset PT Qimtronics ditunjuk sebagai pemroduksi alat sekaligus pemasaran produk. Mereka tertarik karena melihat kondisi pertanian Indonesia yang bisa lebih produktif, berdaya saing, serta mensejahterakan pekerjanya apabila menggunakan teknologi pertanian seperti Si Soil.

“Petani di Indonesia itu sekarang masih cukup banyak. Namun dinilai masih rendah untuk secara penghasilan entah itu karena hasil panennya yang kurang. Lalu juga banyak gejala-gejala seperti tanaman yang mudah layu dan sebagainya macamnya. Setelah kami lakukan riset, ternyata petani itu dalam penggunaan teknologinya masih minim.” ujar Tirta Puteri Lestari selaku perwakilan mitra riset PT Qimtronics.

Satu unit produk Si Soil juga dapat dipakai oleh banyak petani atau mewakili suatu kelompok tani sehingga makin terjangkau dengan segudang benefit yang didapat dari penerapan pertanian menggunakan Si Soil.

Alat Si Soil dapat digunakan dalam dua jenis mode pemasangan baik portable maupun semi-permanen. Untuk penggunaan portable, petani dapat dengan mudah membawa alat ini ke berbagai lahan. Sementara untuk penggunaan semi-permanent, alat ini dirancang untuk dipasang dalam satu siklus tanam, biasanya antara tiga hingga empat bulan.

“Ketika kita membeli produk Si Soil, kita akan mendapatkan satu modul Si Soil. Ditambah dengan sensornya. Lalu nanti akan didapatkan aksesoris antara yang semi permanen atau yang portable, tinggal pilih salah satunya.” tambah Tirta menerangkan.

Si Soil juga terbuka untuk dimanfaatkan oleh kalangan akademisi dan peneliti dalam laboratorium tanah, sehingga potensi pengembangan teknologi pertanian di Indonesia bisa semakin meluas. Dengan visi ini, Si Soil tidak hanya sekadar alat, tetapi juga simbol harapan bagi masa depan pertanian yang lebih cerdas dan berkelanjutan di Indonesia.

Berita Terkait

Mayoritas Tanah Pertanian Indonesia Rusak, Guru Besar UMM Tawarkan Solusi Ampuh dan Menguntungkan

Risprostory | 03-10-2025

Mayoritas Tanah Pertanian Indonesia Rusak, Guru Besar UMM Tawarkan Solusi Ampuh dan Menguntungkan

Tumbuh Tanpa Rasa Takut, Ketika Anak Menyuarakan Lara Hati di Kids Biennale Indonesia 2025

Risprostory | 18-09-2025

Tumbuh Tanpa Rasa Takut, Ketika Anak Menyuarakan Lara Hati di Kids Biennale Indonesia 2025

Mengubah Sinema, Merangkul Semua: Kisah Bioskop Berbisik dari Forum Sineas Banua

Risprostory | 07-08-2025

Mengubah Sinema, Merangkul Semua: Kisah Bioskop Berbisik dari Forum Sineas Banua