Gedung Danadyaksa Cikini, Jl. Cikini Raya No.91A-D, Menteng, Jakarta Pusat
Call Center 134, +62-21-23507011
Prof. Dr. Ir. Endang Sutriswati Rahayu, MS, sedang memegang produk Chobio saat ditemui di kantor Pusat Studi Pangan dan Gizi Universitas Gadjah Mada pada Kamis (4/1) 2024
Risprostory

Chobio, Camilan Coklat Mengandung Bakteri Probiotik Lokal Pertama di Indonesia

Penulis
Tony Firman
Rabu,
17 Januari 2024

Kelezatan dalam tiap gigitan coklat sudah lama diakui di seluruh belahan dunia. Sejak coklat ditemukan oleh peradaban Mesoamerika pada 4.000 tahun yang lalu, telah ada banyak sekali produk turunan coklat yang bisa dimanfaatkan menjadi berbagai bahan olahan makanan dan minuman.

Tapi, tahukah bahwa ada produk sebatang coklat yang di dalamnya sengaja diisi dengan bakteri probiotik? Inilah Chobio, coklat probiotik hasil inovasi riset dari para peneliti di Pusat Studi Pangan dan Gizi (PSPG) Universitas Gadjah Mada dengan menggandeng mitra produsen coklat CV. nDalem Mulya Mandiri. 

Probiotik dikenal sebagai bakteri yang baik untuk tubuh. Keberadaannya dapat menyehatkan usus sehingga penyerapan nutrisi dan gizi dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari dapat berjalan maksimal. Sebaliknya, apabila kinerja usus bermasalah, kebutuhan nutrisi tubuh akan terganggu hingga dapat menyebabkan kasus malnutrisi.

Sampai akhirnya, muncul ide untuk memanfaatkan pangan fungsional seperti coklat yang memang sudah umum dikonsumsi untuk digabungkan dengan probiotik lokal Lactobacillus

plantarum Dad 13. Ide ini muncul hasil dari riset yang dilakukan oleh para peneliti probiotik di UGM yang didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). 

Selama ini probiotik lekat dengan mengkonsumsi produk susu probiotik yang sudah sangat terkenal di Indonesia. Chobio hadir menawarkan cara baru dalam memenuhi kebutuhan probiotik lewat sajian sebatang coklat yang siap dikonsumsi kapan saja. 

Dalam sebatang Chobio seberat 30 gram, ada milyaran bakteri baik yang amat berguna untuk menjaga imunitas, keseimbangan hormon, termasuk bisa menjaga level stres pada diri agar tetap terkendali.

Bahkan pada tahap uji klinis, pemberian probiotik pada anak-anak malnutrisi di Lombok diklaim menunjukkan hasil positif untuk mencegah stunting akibat gangguan penyerapan nutrisi pada usus.

Penelitian Panjang Selama 20 Tahun

Bakteri probiotik telah menjadi obyek penelitian panjang oleh para periset di UGM sejak 1997. Penelitian ini berisi kegiatan terkait dengan mikrobiologi pangan, mengisolasi dan identifikasi isolat-isolat indigenous dari berbagai sumber, skrining isolat yang membawa manfaat, serta melakukan penyimpanan kultur mikroorganisme hasil penelitian ini dengan baik.

Proses pengamatan dan pengembangan isolat-isolat probiotik berlangsung dalam skala penelitian di laboratorium PSPG. Salah satu isolat probiotik unggulan yang berhasil ditemukan adalah Lactobacillus plantarum Dad 13 dan telah diteliti manfaatnya dari berbagai uji klinis serta publikasi jurnal ilmiah bereputasi di dalam dan luar negeri.

Sampai akhirnya penelitian probiotik mendapat kesempatan pendanaan riset dari LPDP melalui program Riset Inovatif Produktif (RISPRO) pada 2019. Pendanaan riset untuk coklat probiotik ini merupakan hasil kolaborasi riset antara tim peneliti Gut Microbiota FTP-PSPG UGM, BPTP (Balai Proteksi Tanaman Pertanian) Yogyakarta serta bekerjasama dengan mitra CV. Cokelat nDalem.

Tim peneliti Gut Microbiota FTP-PSPG yang diketuai oleh Prof. Dr. Ir. Endang Sutriswati Rahayu, MS, ini mencoba melakukan pengaplikasian bakteri probiotik ke produk pangan fungsional yang dalam hal ini adalah coklat.

“Dalam penelitian di tahun 2019, kami integrasikan dengan produk coklat bersama dengan CV. nDalem Mulya Mandiri atau Cokelat nDalem. Mereka memproduksi coklat probiotik agar bakteri baik yang kami miliki ini dapat dikonsumsi bersama-sama dengan coklat” ujar Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian UGM ini saat ditemui LPDP di kantornya pada awal Januari kemarin.

 Pendanaan yang didapat senilai total Rp3,6 miliar selama dua tahun ini telah membawa pada babak baru perjalanan riset probiotik di UGM. Ada dua alat penting yang berhasil diimpor berkat pendanaan RISPRO LPDP, yaitu centrifuge dryer dan freeze dryer. Keduanya merupakan peralatan yang sangat penting untuk membuat milyaran bakteri probiotik bisa terkemas dalam bentuk probiotic powder.

Proses pembentukan probiotik menjadi bubuk ini dilakukan menggunakan teknik freeze atau spray drying yang alatnya didapat dari pendanaan RISPRO LPDP. Dari proses ini, menghasilkan probiotik dalam bentuk kapsul, sachet, maupun tablet yang nantinya memudahkan saat dicampur ke dalam proses produksi coklat Chobio.

Menariknya lagi, seluruh proses produksi probiotik hingga coklat berasal dari sumber lokal. Lactobacillus plantarum DAT 13, probiotik yang ditemukan oleh Endang dan timnya ini berasal dari dadih atau susu fermentasi asal Sumatera Barat yang diteliti dan dikembangkan hingga menghasilkan isolat bakteri probiotik lokal asli Indonesia.  Sedangkan coklat yang diproduksi oleh Coklat nDalem juga berasal dari biji kakao yang dipanen dari para petani lokal.

Upaya Mencegah Stunting Lewat Coklat`

Pada mulanya, Chobio dibuat untuk membantu mengatasi stunting di Indonesia lewat kandungan bakteri probiotik di dalamnya.

Dari hasil penelitian pada anak-anak malnutrisi di Lombok menemukan bahwa konsumsi probiotik powder yang mengandung Lactobacillus plantarum Dad-13 akan mampu meningkatkan BMI dan konsentrasi asam lemak rantai pendek (asetat, propionat, butirat).

Produsen coklat lokal di Yogyakarta bernama Coklat nDalem tertarik untuk menjadi mitra riset dalam memproduksi coklat probiotik bernama Chobio. Wednes Aria Yuda atau akrab disapa Yuda dan istrinya, Meike Hazim adalah pendiri sekaligus pemilik dari Coklat nDalem. Ketertarikan mereka untuk mau menjadi mitra produksi riset coklat Chobio terungkap.

“Terus terang, ini pertanyaannya agak tidak fair, karena Prof. Trisye itu dosen saya. Jadi kalau saya diminta tolong terus kemudian saya bilang, oh nggak mau, kuwalat saya. Bahaya” kelakar Yuda saat ditemui langsung di Coklat nDalem.

Adanya persamaan visi untuk membantu mengentaskan stunting pada anak Indonesia yang membuat Coklat nDalem tertarik bermitra.

“Stunting ini berdasarkan risetnya Prof. Trisye bisa disolusikan dengan salah satunya probiotik untuk memperbaiki pencernaan. Karena itu kemudian kami dengan senang hati berkolaborasi dengan Prof. Trisye,” papar pria lulusan Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian UGM yang sekaligus murid dari Trisye ini.

Tentunya bukan hanya manfaat pencegah stunting saja yang didapat saat mengkonsumsi Chobio, tetapi juga seperti yang sempat disinggung di awal, yaitu peningkatan fungsi pencernaan dan melawan bakteri jahat pada usus, imunitas, dan segudang kebaikan tubuh lainnya.

Fase terpenting yang sangat diperhatikan dalam proses produksi Chobio adalah saat pencampuran bakteri probiotik dengan olahan coklat. Proses pencampuran ini tidak bisa dilakukan di saat suhu coklat sedang tinggi. Suhu adonan coklat harus dipastikan cukup rendah untuk memastikan bakteri probiotik tetap hidup di dalam sajian sebatang coklat. 

“Chobio adalah coklat probiotik pertama di Indonesia. Artinya adalah coklat dengan mikroba baik yang dibutuhkan oleh perut kita atau di dalam usus kita. Kita menggunakan coklat asli Indonesia, kadar gulanya kita buat tidak terlalu tinggi, sehingga kemudian aman dikonsumsi oleh siapapun.” jelas Yuda. Ditambah mikroba yang dipakai adalah probiotik asli Indonesia, sehingga lebih cocok untuk perut manusia Indonesia.

Produk Chobio pertama kali diluncurkan pada Desember 2021. Trisye dalam acara peluncurannya mengatakan, coklat probiotik Chobio apabila dikonsumsi dapat menyeimbangkan populasi gut microbiota dalam saluran pencernaan anak dan membantu dalam pencegahan stunting.

Produk Chobio dikemas dalam ukuran sekitar 30 gram dengan harga yang sangat terjangkau mulai dari Rp16.000 saja. Dari anak-anak hingga dewasa dapat mengkonsumsi coklat probiotik pertama di Indonesia ini. Chobio bisa didapatkan di e-commerce maupun gerai resmi Coklat nDalem di Jl. Bhayangkara No.23, Kota Yogyakarta.

Keberlanjutan Riset, Investasi Pendanaan 

Pendanaan RISPRO LPDP yang didapat PSPG UGM untuk penelitian probiotik telah menjadi investasi penting bagi keberlanjutan riset. Predikat PUI-PT Probiotik pertama di Indonesia berhasil disandang oleh tim peneliti probiotik PSPG UGM berkat adanya peralatan riset yang dibeli dari pendanaan LPDP.

Kini, PUI-PT Probiotik sedang menjadi pilot plan dari industri besar yang melirik proses produksi probiotic powder. PT Royal Medicalink Pharmalab tertarik untuk membawa sistem produksi yang dilakukan PUI-PT Probiotik ke dalam skala industri besar.

Pabrik obat-obatan yang bermarkas di Jakarta Barat ini memproduksi kapsul berisi bubuk probiotik seperti yang dilakukan oleh PUI-PT Probiotik. Dalam tiap kapsul bernama Vipilac (Very Important Probiotic Lactobacillus) ini mengandung lebih dari satu milyar bakteri baik di dalamnya yang dapat dikonsumsi setiap hari secara langsung.

Pengaruh mengkonsumsi kapsul probiotik ini adalah untuk menyeimbangkan gut microbiota dengan meningkatkan populasi bakteri baik dan menekan populasi bakteri patogen dalam saluran pencernaan.

“Ini semua adalah berkat pendanaan LPDP yang kami terima bisa digunakan untuk membangun pilot plan terkait dengan produksi probiotik. Ya, sekali lagi terima kasih atas pendanaan yang kami terima dari LPDP, dari APBN ini yang telah mengangkat penelitian kami ini sampai nantinya diadopsi oleh industri besar.” tutup pakar keamanan pangan yang mendapat penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara tahun 2015 ini.

Adapun produk probiotik lainnya yang dihasilkan oleh laboratorium PUI-PT Probiotik UGM adalah seperti ProbioGama, StartoBio Yogurt, StartoBio Keju, StartoPro, Hi!Fruzz, Giocoffee, dan banyak lagi.

Berita Terkait

Mayoritas Tanah Pertanian Indonesia Rusak, Guru Besar UMM Tawarkan Solusi Ampuh dan Menguntungkan

Risprostory | 03-10-2025

Mayoritas Tanah Pertanian Indonesia Rusak, Guru Besar UMM Tawarkan Solusi Ampuh dan Menguntungkan

Tumbuh Tanpa Rasa Takut, Ketika Anak Menyuarakan Lara Hati di Kids Biennale Indonesia 2025

Risprostory | 18-09-2025

Tumbuh Tanpa Rasa Takut, Ketika Anak Menyuarakan Lara Hati di Kids Biennale Indonesia 2025

Mengubah Sinema, Merangkul Semua: Kisah Bioskop Berbisik dari Forum Sineas Banua

Risprostory | 07-08-2025

Mengubah Sinema, Merangkul Semua: Kisah Bioskop Berbisik dari Forum Sineas Banua