JAKARTA, 8 Februari 2026 – Organisasi para penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Mata Garuda (MG) dan LPDP, sukses menyelenggarakan Mata Garuda LPDP Leadership Forum (MGLF) 2026. Acara yang berlangsung pada 5–8 Februari 2026 di Jakarta, ini mengangkat tema "Bersatu dalam Gagasan & Bergerak untuk Pengabdian".
Forum ini menjadi ajang konsolidasi strategis bagi sekitar 200 pengurus Mata Garuda periode 2025–2028, yang terdiri dari perwakilan pimpinan tingkat pusat, daerah, hingga internasional. Para peserta merupakan alumni dari berbagai kampus terbaik nasional dan internasional, merepresentasikan keberagaman Indonesia dari Sabang hingga Merauke.
Penyelenggaraan MGLF 2026 bertujuan untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan alumni agar mampu berperan aktif sebagai agen perubahan, menciptakan jejaring kolaborasi yang konstruktif, serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang berdampak nyata bagi pembangunan nasional dan peran Indonesia di kancah global.
Selain forum kepemimpinan, rangkaian kegiatan ini juga diisi dengan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Mata Garuda 2026. Forum ini menjadi momentum penyatuan suara alumni untuk bergerak bersama dalam satu komando pengabdian.
Ketua Umum Mata Garuda LPDP periode 2025-2028, Wahyu Bagus Yuliantok, mengajak seluruh jajaran pengurus untuk menerjemahkan gagasan menjadi aksi nyata melalui empat pilar strategis organisasi.
"Kami ingin mewujudkan Mata Garuda sebagai rumah kolaborasi yang terus tumbuh menjadi salah satu kawah chandradimuka lahirnya para pemimpin nasional Indonesia. Kami mengajak seluruh pengurus untuk berkolaborasi dan berkontribusi melalui empat pilar Mata Garuda, yakni MG Institute, MG Capacity Building, MG Community Development, dan MG Entrepreneurship," jelas Bagus saat memimpin Rakornas.
Wawasan Kebangsaan dari Tokoh Nasional
Dalam Forum Kepemimpinan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh pemimpin nasional sebagai narasumber, antara lain Sekretaris Kabinet RI Teddy Indra Wijaya, Gubernur Lemhannas RI TB. Ace Hasan Syadzily, Wakil Menteri Pertahanan RI Donny Ermawan Taufanto, Asisten Khusus Presiden RI Dirgayuza Setiawan, dan narasumber lain yang merupakan Alumni LPDP.
Dalam paparannya, Gubernur Lemhannas RI, Ace Hasan Syadzily, menekankan bahwa keunggulan akademis saja tidak cukup bagi alumni LPDP. Ia menuntut adanya kesadaran geopolitik yang kuat.
"Alumni LPDP dituntut tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki Kesadaran Geopolitik (Geo Consciousness). Mata Garuda harus menjadi ruang kolaborasi strategis untuk mewujudkan hal tersebut," ujar Ace Hasan.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Menteri Pertahanan RI, Donny Ermawan Taufanto, mengingatkan posisi alumni sebagai pemersatu bangsa. Ia menegaskan agar alumni tidak mudah terpecah belah oleh kepentingan dan intervensi tertentu.
"Alumni LPDP adalah penerus semangat yang mendapatkan kesempatan pendidikan terbaik. Kalian harus menjadi pemersatu di tengah keberagaman, menjadi motor penggerak transformasi bangsa, dan menjadi pemimpin yang berani mengambil keputusan demi kepentingan yang lebih besar, serta selalu menempatkan kedaulatan Indonesia di atas segalanya," tegas Donny.
Tanggung Jawab Moral Pengabdian kepada Bangsa
Plt. Direktur Utama LPDP, Sudarto, dalam pidatonya mengingatkan kembali tentang privilese yang diterima para alumni LPDP. Menurutnya, status sebagai alumni LPDP membawa tanggung jawab moral yang besar.
"Melalui MGLF 2026 ini, kami memberikan pembekalan untuk memantapkan arah kontribusi pengabdian alumni terhadap masyarakat Indonesia," kata Sudarto.
Sudarto juga menekankan bahwa akan terus memperkuat kontribusi alumni LPDP pada berbagai program prioritas nasional, salah satunya melalui pengembangan lanjut Platform Talenta Nasional.
“Platform Talenta Nasional ini akan terintegrasi dengan basis data penerima beasiswa LPDP dan dirancang untuk memudahkan jejaring antaralumni sekaligus menghubungkan talenta-talenta unggul tersebut dengan kebutuhan SDM di berbagai program strategis pemerintah dan mitra strategis lainnya,” tambah Sudarto.
Dengan berakhirnya MGLF 2026, Mata Garuda LPDP berkomitmen untuk terus mengawal dan membersamai pembangunan bangsa melalui sinergi yang inklusif dan kontribusi yang berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
Mata Garuda sendiri adalah organisasi resmi bagi para penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI. Mata Garuda berfungsi sebagai wadah untuk menampung aspirasi, membangun jejaring, dan menyalurkan kontribusi pengabdian masyarakat dari para penerima beasiswa LPDP yang tersebar di seluruh Indonesia dan dunia.



